# kajiansunnah.co.id ## Posts - [WAKTUMU ADALAH HIDUPMU](https://kajiansunnah.co.id/waktumu-adalah-hidupmu/): JAKARTA – Di antara nikmat yang telah Allah subhanahu wa ta’ala berikan kepada kita, ialah waktu luang. Mengapa ia bisa dikatakan sebagai nikmat? Jawabannya ialah, karena dalam waktu luang seseorang bisa melakukan apapun sesuka hatinya. Bukankah kebebasan itu termasuk dari nikmat yang besar? Bukankah melakukan segala sesuatu tanpa adanya beban merupakan keinginan kita semua? Itulah yang ada di dalam waktu luang. Namun ingat, sebebas-bebasnya kita melakukan sesuatu, semua itu akan dipertanggungjawabkan kelak di hadapan Allah subhanahu wa ta’ala. Jika boleh diibaratkan, waktu luang bagaikan pisau bermata dua. Terkadang bisa untuk kebaikan, bisa pula untuk keburukan. Oleh karena itu, cerdaslah dalam - [PENYEMPURNA SEPARUH AGAMA](https://kajiansunnah.co.id/penyempurna-separuh-agama/): JAKARTA – Orang yang menikah, berarti dia telah menyempurnakan separuh agamanya, dan keluar dari status jomlo yang tidak dianjurkan untuk dipertahankan tanpa alasan syar’i. Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam pernah bersabda, « مَنْ رَزَقَهُ اللهُ امْرَأَةً صالحَةً، فَقَدْ أَعَانَهُ عَلَى شَطْرِ دِيْنِهِ، فَلْيَتَّقِ اللهَ فِي الشَّطْرِ البَاقِي « “Barangsiapa dikaruniai oleh Allah istri yang salihah, maka sungguh Dia (Allah) telah membantunya dalam setengah agamanya. Maka, hendaklah dia bertakwa kepada Allah dengan separuh agamanya yang lain.” [1] Dalam riwayat lain disebutkan, bahwa Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda, إِذَا تَزَوَّجَ العَبْدُ فَقَدْ كَمَّلَ نِصْفَ الدِّيْنِ، فَلْيَتَّقِ - ["KEBENCIAN" PARA SALAFUS SALEH TERHADAP STATUS JOMLO](https://kajiansunnah.co.id/kebencian-para-salafus-saleh-terhadap-status-jomlo/): JAKARTA – Para Salafus Saleh sangat menganjurkan untuk menikah dan membenci hidup membujang atau mempertahankan status jomlo. Mereka tidak suka menunda-nunda pernikahan dan tidak suka berlama-lama hidup sendiri tanpa pasangan. Hal ini karena mereka memahami besarnya keutamaan menikah dalam agama. Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, beliau pernah berkata: لَوْ لَمْ يَبْقَ مِنْ أَجَلِي إِلَّا عَشَرَةُ أَيَّامٍ، وَلِي طَوْلٌ عَلَى النِّكَاحِ، لَتَزَوَّجْتُ كَرَاهِيَةَ أَنْ أَلْقَى اللهَ عَزَبًا. “Seandainya aku tahu bahwa ajalku tinggal sepuluh hari lagi, dan aku mempunyai kemampuan untuk menikah, maka aku akan menikah, karena aku tidak suka bertemu dengan Allah dalam keadaan membujang.”[1] Subhânallâh. Betapa dalamnya pandangan mereka - [TANGGUNG JAWAB ORANG TUA DALAM MENJAGA AGAMA ANAK DI TENGAH FITNAH ZAMAN](https://kajiansunnah.co.id/tanggung-jawab-orang-tua-dalam-menjaga-agama-anak-di-tengah-fitnah-zaman/): JAKARTA – Tanggung jawab orang tua merupakan amanah besar yang diberikan oleh Allah kepada setiap ayah dan ibu dalam menjaga, mendidik, dan mengarahkan anak-anaknya agar tetap berada di atas jalan yang benar. Di tengah berbagai fitnah zaman, tanggung jawab orang tua menjadi semakin berat karena mereka dituntut untuk tidak hanya memenuhi kebutuhan dunia, tetapi juga memastikan keselamatan agama anak-anaknya. Pendahuluan الحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله، وعلى آله وصحبه ومن والاه، أما بعد: Tidak ada musibah yang lebih besar daripada musibah dalam agama. Kita memohon kepada Allah keselamatan darinya. Dan tidak ada sesuatu yang lebih berharga bagi seseorang setelah - [HUKUM MEMBATALKAN PUASA SUNNAH SETELAH MEMULAINYA](https://kajiansunnah.co.id/hukum-membatalkan-puasa-sunnah-setelah-memulainya/): JAKARTA – Membatalkan puasa sunnah menjadi salah satu pembahasan penting dalam fiqih yang sering menimbulkan pertanyaan di kalangan kaum muslimin. Hal ini karena tidak sedikit orang yang ragu apakah membatalkan puasa sunnah setelah memulainya diperbolehkan atau justru menimbulkan kewajiban tertentu. Pendahuluan الحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله، وعلى آله وصحبه ومن والاه، أما بعد: Puasa sunnah merupakan ibadah yang sangat dianjurkan dalam Islam. Namun, muncul pertanyaan penting dalam fiqih: – Apakah seseorang yang telah memulai puasa sunnah wajib menyempurnakannya, atau boleh membatalkannya tanpa kewajiban qadha? Para ulama berbeda pendapat dalam masalah ini menjadi dua pendapat utama. Pendapat Pertama: Tidak - [HUKUM MENGQHADA PUASA 6 HARI SYAWAL DI BULAN SELAIN SYAWAL](https://kajiansunnah.co.id/hukum-mengqhada-puasa-6-hari-syawal-di-bulan-selain-syawal/): JAKARTA – Tidak sedikit kaum muslimin yang masih bingung tentang hukum mengqadha puasa, khususnya ketika ingin mengganti puasa enam hari Syawal di luar waktunya. Nah berikut penjelasannya… Pendahuluan الحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله، وعلى آله وصحبه ومن والاه، أما بعد: Puasa enam hari di bulan Syawal merupakan amalan sunnah yang memiliki keutamaan besar. Namun, muncul pertanyaan penting di tengah kaum muslimin: apakah boleh mengganti atau mengqadha puasa enam hari Syawal di bulan selain Syawal, seperti Dzulqa’dah? Berikut Penjelasan Hukum Mengqhada Puasa 6 Hari Syawal di Bulan Selain Syawal Tulisan ini akan membahas permasalahan tersebut dengan pendekatan ilmiah, berdasarkan - [PUASA DAN JUNUB](https://kajiansunnah.co.id/puasa-dan-junub/): JAKARTA – Puasa dan junub sering menjadi pertanyaan yang membuat sebagian orang ragu saat memasuki waktu Subuh dalam keadaan belum mandi wajib. Apalagi jika junub terjadi karena hubungan suami istri di malam hari atau karena mimpi basah yang tidak disengaja. Timbul kekhawatiran: apakah puasanya tetap sah? Ataukah harus dibatalkan? Berikut Penjelasan Lengkap Puasa dan Junub Pertanyaan: Apakah seseorang diperbolehkan berpuasa dalam keadaan junub yang tidak disengaja? Jawaban: Disebutkan dalam sebuah hadis, bahwa pada suatu Subuh, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah dalam keadaan junub karena menggauli istrinya, kemudian beliau mandi dan berpuasa. Perlu diketahui, bahwa mandi junub itu adalah syarat - [SEORANG WANITA SUCI SETELAH DATANGNYA WAKTU SUBUH, HARUSKAH DIA BERPUASA?](https://kajiansunnah.co.id/seorang-wanita-suci-setelah-datangnya-waktu-subuh-haruskah-dia-berpuasa/): JAKARTA – Masalah wanita suci setelah datangnya waktu Subuh termasuk persoalan fiqih yang perlu dipahami dengan rinci. Sebab hukum berbeda sesuai dengan waktu berhentinya darah haid. Berikut penjelasannya secara ringkas dan sistematis. Hukum Wanita Suci Setelah Waktu Subuh Pertanyaan: Jika ada seorang wanita suci (selesai haid) setelah masuk waktu Subuh, apakah dia harus langsung puasa hari itu juga dan puasanya dianggap sah? Atau ia tetap harus menggantinya (qadha’)? Jawaban: Jika darah haidnya sudah berhenti tepat saat masuk waktu Subuh atau bahkan sebelum Subuh, lalu dia langsung niat puasa, maka puasanya sah dan sudah terhitung, meskipun dia belum sempat mandi wajib - [MEMINUM SEGELAS AIR PADAHAL WAKTU SUBUH TELAH TIBA, BAGAIMANA HUKUMNYA?](https://kajiansunnah.co.id/meminum-segelas-air-padahal-waktu-subuh-telah-tiba-bagaimana-hukumnya/): JAKARTA – Tidak sedikit orang yang mengalami kejadian ini, bangun sahur dalam keadaan setengah sadar, lalu meminum segelas air, ternyata tanpa disadari waktu Subuh sudah masuk. Setelah itu baru tersadar bahwa fajar telah terbit. Nah berikut penjelasannya Hukum Meminum Segelas Air Padahal Waktu Subuh Telah Tiba Pertanyaan: Suatu pagi (di bulan Ramadan) aku bangun untuk makan sahur, dan saat itu aku benar-benar tidak tahu bahwa ternyata sudah masuk waktu Subuh. Dengan santainya aku pun meminum satu gelas air. Selepas itu barulah aku tersadar, bahwa ternyata waktu Subuh telah masuk sejak tadi. Apakah hal ini membatalkan puasaku? Oh iya, ketika itu - [BAHAYA SHALAT TARAWIH TERLALU CEPAT](https://kajiansunnah.co.id/bahaya-shalat-tarawih-terlalu-cepat/): JAKARTA – Shalat tarawih terlalu cepat menjadi fenomena yang kerap terjadi setiap bulan Ramadhan. Demi mengejar target rakaat atau ingin segera selesai, sebagian orang melaksanakan tarawih dengan gerakan yang tergesa-gesa hingga nyaris menghilangkan thuma’ninah. Padahal shalat bukan sekadar rangkaian gerakan fisik, melainkan munajat seorang hamba di hadapan Rabb-nya dengan penuh kekhusyu’an dan ketenangan. Pendahuluan Shalat merupakan ibadah yang paling agung setelah syahadat. Ia adalah waktu yang sangat singkat namun sangat berharga bagi seorang Muslim, karena saat itulah seorang hamba berdiri menghadap Rabbnya, bermunajat kepada-Nya dengan penuh ketundukan dan pengharapan akan ridha-Nya. Seorang Muslim yang melaksanakan shalat hendaknya meninggalkan seluruh kesibukan - [HUKUM MENELAN DAHAK (NUKHAMAH/BALGHAM) BAGI ORANG YANG BERPUASA](https://kajiansunnah.co.id/hukum-menelan-dahak-nukhamah-balgham-bagi-orang-yang-berpuasa/): JAKARTA – Hukum menelan dahak saat berpuasa termasuk persoalan yang sering ditanyakan kaum muslimin di bulan Ramadhan. Sebab dahak bukan makanan dan bukan pula minuman, melainkan sesuatu yang berasal dari dalam tubuh. Namun ketika ia sudah sampai ke mulut lalu ditelan kembali, muncul pertanyaan: apakah hal itu membatalkan puasa? Pendahuluan Dalam praktik puasa Ramadhan, sering muncul pertanyaan tentang hukum menelan dahak atau lendir yang berasal dari tenggorokan dan dada. Hal ini karena dahak bukan makanan atau minuman, namun keluar dari tubuh manusia sendiri. Para ulama membahas masalah ini secara rinci, dengan perbedaan pendapat di antara mazhab-mazhab fiqih. Kajian ini bertujuan - [HUKUM MENCIUM ISTRI BAGI ORANG YANG BERPUASA](https://kajiansunnah.co.id/hukum-mencium-istri-bagi-orang-yang-berpuasa/): JAKARTA – Hukum mencium istri saat sedang berpuasa kerap menjadi pertanyaan yang muncul setiap bulan Ramadhan. Sebab puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menahan syahwat serta segala hal yang bisa mengurangi kesempurnaan ibadah. Lalu, apakah mencium istri termasuk yang membatalkan puasa? Pendahuluan Puasa Ramadhan merupakan ibadah yang menuntut pengendalian diri dari segala hal yang dapat membatalkannya atau mengurangi kesempurnaannya. Salah satu permasalahan yang sering ditanyakan adalah hukum mencium istri ketika sedang berpuasa. Para ulama membahasnya secara rinci dengan mempertimbangkan faktor syahwat dan kemungkinan terjadinya pembatal puasa seperti keluarnya mani atau terjadinya jima‘ (hubungan badan). Dasar Hukum dan - [HUKUM WANITA HAID DAN ORANG JUNUB DALAM MENYENTUH SERTA MEMBACA AL-QUR'AN](https://kajiansunnah.co.id/hukum-wanita-haid-dan-orang-junub-dalam-menyentuh-serta-membaca-al-quran/): JAKARTA – Membaca Al-Qur’an adalah ibadah agung yang senantiasa dianjurkan dalam setiap keadaan. Namun ketika seorang wanita berada dalam kondisi haid, atau seseorang dalam keadaan junub, sering muncul pertanyaan: apakah tetap boleh membaca Al-Qur’an? Bagaimana dengan menyentuh mushaf, kitab tafsir, atau terjemahannya? Pendahuluan Haid termasuk hadats besar yang menghalangi sebagian ibadah tertentu. Berbeda dengan junub yang dapat dihilangkan segera dengan mandi wajib, haid memiliki durasi waktu tertentu hingga wanita benar-benar suci. Oleh karena itu, syariat Islam memberikan keringanan (rukhsah) kepada wanita haid dalam beberapa ibadah, termasuk dalam aktivitas membaca dan mempelajari Al-Qur’an. Permasalahan yang sering muncul adalah: Apakah wanita haid - [SYARAT SAH NIAT PUASA RAMADHAN DAN PERBEDAANNYA DENGAN NIAT PUASA SUNNAH](https://kajiansunnah.co.id/syarat-sah-niat-puasa-ramadhan-dan-perbedaannya-dengan-niat-puasa-sunnah/): JAKARTA – Niat puasa Ramadhan merupakan fondasi utama sah atau tidaknya ibadah puasa yang kita jalankan. Sebab dalam Islam, setiap amal bergantung pada niat, dan niatlah yang membedakan antara ibadah dan sekadar rutinitas menahan lapar serta dahaga. Karena itu, para ulama memberikan perhatian besar terhadap pembahasan niat, khususnya pada puasa Ramadhan yang hukumnya wajib bagi setiap muslim yang memenuhi syarat. Pendahuluan Puasa dalam Islam bukan hanya menahan diri dari makan dan minum, tetapi merupakan ibadah yang diharuskan adanya niat. Niat membedakan antara ibadah dan kebiasaan, serta membedakan antara satu jenis ibadah dengan ibadah lainnya. Karena itu, para ulama memberikan perhatian - [FIQH QADHA PUASA UNTUK IBU HAMIL DAN MENYUSUI](https://kajiansunnah.co.id/fiqh-qadha-puasa-untuk-ibu-hamil-dan-menyusui/): JAKARTA – Puasa untuk ibu hamil dan menyusui sering menjadi pertanyaan setiap kali Ramadhan tiba, apakah tetap wajib berpuasa seperti biasa, atau ada keringanan dalam syariat? Tidak sedikit muslimah yang berada dalam kondisi hamil atau menyusui merasa bimbang, antara keinginan menjalankan kewajiban dan kekhawatiran terhadap kesehatan diri serta buah hati yang dikandung atau disusuinya. Pendahuluan Puasa Ramadhan merupakan kewajiban bagi setiap muslim yang memenuhi syarat. Namun syariat Islam memberikan keringanan (rukhsah) kepada orang-orang yang mengalami kesulitan atau bahaya jika berpuasa, di antaranya adalah wanita hamil dan wanita menyusui. Keringanan ini didasarkan pada dalil Al-Qur’an dan hadis Nabi ﷺ serta penjelasan - [PERAN ORANG TUA DALAM MENDIDIK ANAK DI BULAN RAMADHAN](https://kajiansunnah.co.id/peran-orang-tua-dalam-mendidik-anak-di-bulan-ramadhan/): JAKARTA – Mendidik anak di bulan ramadhan bukan sekadar mengajarkan mereka menahan lapar dan dahaga, tetapi membentuk jiwa yang cinta ibadah, terbiasa taat, dan tumbuh dalam suasana iman bersama keluarga. Bulan yang penuh keberkahan ini adalah momentum emas bagi orang tua untuk menanamkan nilai takwa, kedisiplinan, empati, serta kecintaan kepada Al-Qur’an dan sunnah, sehingga Ramadhan benar-benar menjadi madrasah iman di dalam rumah. Sesungguhnya termasuk nikmat besar dari Allah ﷻ kepada seorang muslim adalah ketika Allah memanjangkan umurnya hingga bertemu bulan Ramadhan, lalu memberinya kemampuan untuk berpuasa dan melaksanakan qiyamullail (shalat malam). Ramadhan adalah bulan dilipatgandakannya pahala, diangkatnya derajat, dan banyak - [AMALAN SHOLEH PADA BULAN RAMADHAN](https://kajiansunnah.co.id/amalan-sholeh-pada-bulan-ramadhan/): JAKARTA – Amalan sholeh pada bulan Ramadhan jelas akan begitu diharapkan umat Muslim seluruh dunia. Apalagi, Ramadhan adalah bulan yang penuh dengan kebaikan, bulan yang penuh dengan amalan sholeh, dalam sebuah hadis yang shahih Nabi bersabda: إذا كان إِذَا كَانَ أَوَّلُ لَيْلَةٍ مِنْ شَهْرِ رَمَضَانَ صُفِّدَتْ الشَّيَاطِينُ وَمَرَدَةُ الْجِنِّ وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ فَلَمْ يُفْتَحْ مِنْهَا بَابٌ وَفُتِّحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ فَلَمْ يُغْلَقْ مِنْهَا بَابٌ وَيُنَادِي مُنَادٍ يَا بَاغِيَ الْخَيْرِ أَقْبِلْ وَيَا بَاغِيَ الشَّرِّ أَقْصِرْ وَلِلَّهِ عُتَقَاءُ مِنْ النَّارِ وَذَلكَ كُلُّ لَيْلَةٍ “Pada malam pertama bulan Ramadhan syetan-syetan dan jin-jin yang jahat dibelenggu, pintu-pintu neraka ditutup, tidak ada satupun pintu yang terbuka - [USANGNYA SEBUAH PAKAIAN](https://kajiansunnah.co.id/usangnya-sebuah-pakaian/): JAKARTA – Sembari berjalannya waktu, keimanan seseorang bisa memudar, sebagaimana usangnya sebuah pakaian. Dalam sebuah hadis disebutkan, dari Abdullah bin Amr radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda, إنَّ الإيمانَ لَيَخْلَقُ في جَوْفِ أحدِكُمْ كَما يَخلَقُ الثّوبُ ، فاسْألُوا اللهَ تعالَى: أنْ يُجَدِّدَ الإيمانَ في قُلوبِكمْ “Sesungguhnya keimanan salah seorang di antara kalian itu bisa usang sebagaimana pakaian menjadi usang. Maka, mintalah kepada Allah agar Dia memperbarui keimanan di dalam hati kalian.”[1] Dari hadis yang ibaratkan iman seperti sebuah pakaian bisa kita ambil beberapa faedah, di antaranya ialah: 1. Iman itu bisa naik dan turun Rasulullah ﷺ - [UNTUKMU YANG SEDANG BERSEDIH](https://kajiansunnah.co.id/untukmu-yang-sedang-bersedih/): JAKARTA – Untukmu yang sedang bersedih, setiap dari kita pasti pernah merasakan kesedihan. Entah karena masalah ekonomi, kebutuhan pokok yang makin naik, pekerjaan yang sulit, atau hutang yang tak kunjung lunas. Mungkin juga karena keluarga, anak yang belum mau salat, pasangan yang sulit diajak ke arah kebaikan, atau karena teman dan lingkungan yang mengecewakan. Semua itu bagian dari sunnatullah, fitrah kehidupan manusia. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, ﴿ وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوْفِ وَالْجُوْعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الْاَمْوَالِ وَالْاَنْفُسِ وَالثَّمَرٰتِۗ وَبَشِّرِ الصّٰبِرِيْنَ ۝١٥٥ الَّذِيْنَ اِذَآ اَصَابَتْهُمْ مُّصِيْبَةٌۗ قَالُوْٓا اِنَّا لِلّٰهِ وَاِنَّآ اِلَيْهِ رٰجِعُوْنَۗ ۝١٥٦ اُولٰۤىِٕكَ عَلَيْهِمْ صَلَوٰتٌ مِّنْ رَّبِّهِمْ وَرَحْمَةٌۗ وَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ - [PENTINGNYA BERIMAN KEPADA AL-QUR’AN](https://kajiansunnah.co.id/pentingnya-beriman-kepada-al-quran/): JAKARTA – Salah satu kewajiban seorang Muslim, ialah beriman kepada Al-Qur’an. Mengapa harus demikian? Jawabannya karena Al-Qur’an, merupakan rukun Iman yang ke-3 dari enam rukun yang wajib kita Imani. Dalilnya tercantum pada sebuah hadis panjang yang mengisahkan tentang kehadiran Jibril ‘alaihis salam di majelisnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Saat itu, beliau bersabda, « الإِيمَانُ أَنْ تُؤْمِنَ بِاللَّهِ، وَمَلَائِكَتِهِ، وَكُتُبِهِ، وَرُسُلِهِ، وَالْيَوْمِ الآخِرِ، وَتُؤْمِنَ بِالْقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ » Iman adalah engkau beriman (percaya) kepada Allah, para malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, hari Akhir, serta beriman kepada takdir yang baik maupun yang kurang baik.”[1] Pada hadis di atas di sebutkan, bahwa kita diperintahkan - [KHUTBAH JUMAT: 3 PERSIAPAN PENTING SAMBUT RAMADHAN](https://kajiansunnah.co.id/khutbah-jumat-3-persiapan-penting-sambut-ramadhan/): Khutbah Jumat Pertama الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره ونتوب إليه، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا، من يهده الله فلا مضل له ومن يضلل فلا هادي له.وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمداً عبده ورسوله.اللهم صل وسلم وبارك على نبينا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين.أما بعد،فيا أيها المسلمون، أوصيكم ونفسي بتقوى الله عز وجل، فإن تقوى الله خير زاد ليوم المعاد. Ma’asyiral muslimin rahimakumullah, Tidak lama lagi kita akan memasuki bulan yang agung, bulan yang penuh rahmat, ampunan dan pembebasan dari neraka, yaitu bulan Ramadhan. Ramadhan bukan datang secara tiba-tiba tanpa persiapan. - [ANAK SULIT DIATUR, ORANG TUA JARANG INSTROPEKSI](https://kajiansunnah.co.id/anak-sulit-diatur-orang-tua-jarang-instropeksi/): JAKARTA – Anak sulit diatur sering kali menjadi keluhan para orang tua. Anak dianggap bandel, keras kepala, dan tidak patuh, sementara orang tua merasa telah melakukan yang terbaik. Namun dalam Islam, perilaku anak tidak pernah berdiri sendiri. Anak adalah amanah, dan sikap mereka sering kali menjadi cermin dari pola asuh dan keteladanan orang tua. Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan orang tua untuk menjaga keluarga mereka dari keburukan dunia dan akhirat. Allah berfirman: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا Yā ayyuhallażīna āmanū quū anfusakum wa ahlīkum nārā “Wahai orang-orang yang beriman, jagalah diri kalian dan keluarga kalian dari api - [KETIKA IMAN MELEMAH, APA YANG PERTAMA KALI RUSAK?](https://kajiansunnah.co.id/ketika-iman-melemah-apa-yang-pertama-kali-rusak/): JAKARTA – Iman melemah sering kali tidak disadari oleh seorang muslim hingga dampaknya terasa nyata dalam kehidupan sehari-hari. Seseorang masih menjalankan ibadah rutin, masih mengaku beriman, tetapi hati terasa berat untuk taat, mudah tergoda maksiat, dan ringan meremehkan dosa. Ketika iman melemah, yang pertama kali rusak bukanlah penampilan luar, melainkan kondisi hati. Allah Subhanahu wa Ta’ala menegaskan bahwa iman berpusat di dalam hati. Allah berfirman: وَلَٰكِنَّ اللَّهَ حَبَّبَ إِلَيْكُمُ الْإِيمَانَ وَزَيَّنَهُ فِي قُلُوبِكُمْ Wa lākinnaLlâha ḥabbaba ilaikumul-īmāna wa zayyanahū fī qulūbikum “Akan tetapi Allah menjadikan kalian cinta kepada iman dan menghiasinya di dalam hati kalian.”(QS. Al-Hujurat: 7) Ayat ini menunjukkan - [KEUTAMAAN MENYEGERAKAN SHALAT DI AWAL WAKTU](https://kajiansunnah.co.id/keutamaan-menyegerakan-shalat-di-awal-waktu/): JAKARTA – Menyegerakan shalat begitu penting mengingat ibadah ini adalah tiang agama dan ibadah paling agung setelah syahadat. Salah satu adab besar dalam menjaga shalat adalah melaksanakannya di awal waktu. Para ulama menjelaskan bahwa menyegerakan shalat di awal waktunya termasuk bentuk menjaga shalat dan berlomba dalam kebaikan. Kecuali apabila ada maslahat tertentu dalam mengakhirkannya, seperti menunggu jamaah atau agar kondisi menjadi lebih khusyuk. Para ulama mengatakan:يُسْتَحَبُّ تَعْجِيلُ الصَّلَاةِ فِي أَوَّلِ وَقْتِهَا إِلَّا إِنْ كَانَ فِي التَّأْخِيرِ مَصْلَحَةٌ “Disunnahkan menyegerakan shalat di awal waktunya, kecuali jika dalam mengakhirkan terdapat suatu maslahat.” Dalil dari Al-Qur’an Terkait Menyegerakan Shalat 1. Firman Allah تعالى: - [RUMAH TANGGA TENANG TAPI MINIM KEBERKAHAN](https://kajiansunnah.co.id/rumah-tangga-tenang-tapi-minim-keberkahan/): JAKARTA – Rumah tangga tenang sering dianggap sebagai tanda kebahagiaan sempurna. Tidak ada pertengkaran besar, ekonomi stabil, dan kehidupan berjalan rapi. Namun, sebagian pasangan merasakan bahwa meskipun rumah tangga tenang, ada kehampaan, doa terasa berat, dan ketaatan sulit tumbuh. Inilah tanda rumah tangga tenang namun minim keberkahan. Allah Subhanahu wa Ta’ala menjelaskan bahwa ketenangan sejati dalam rumah tangga harus disertai dengan sakinah, mawaddah, dan rahmah. Allah berfirman: وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَاWa min āyātihī an khalaqa lakum min anfusikum azwājan litaskunū ilaihā “Dan di antara tanda-tanda kebesaran-Nya adalah Dia menciptakan pasangan agar kalian mendapatkan ketenangan.” - [MENGAPA DOA SERING TERTUNDA TERKABUL?](https://kajiansunnah.co.id/mengapa-doa-sering-tertunda-terkabul/): JAKARTA – Doa yang sering tertunda terkabul sering menjadi pertanyaan bagi seorang muslim yang rajin meminta kepada Allah. Ia memohon dengan sungguh-sungguh, menangis dalam sujud, dan berharap penuh kepada Allah, namun doa yang diminta belum juga terwujud. Kondisi ini sering menimbulkan kegelisahan dan bahkan melemahkan harapan. Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menjanjikan bahwa Dia pasti mengabulkan doa hamba-Nya. Allah berfirman: وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْWa qāla rabbukum ud’ūnī astajib lakum “Berdoalah kepada-Ku, niscaya Aku kabulkan bagi kalian.” (QS. Ghafir: 60) Namun, janji ini tidak selalu berarti doa dikabulkan sesuai waktu dan bentuk yang kita inginkan. Rasulullah ﷺ menjelaskan hakikat pengabulan - [AMAL BANYAK TAPI TIDAK MENGUBAH AKHLAK](https://kajiansunnah.co.id/amal-banyak-tapi-tidak-mengubah-akhlak/): JAKARTA – Amal banyak sering kali dijadikan ukuran kesalehan, tetapi tidak sedikit orang yang memiliki amal banyak namun akhlaknya tidak berubah. Shalatnya rajin, puasanya rutin, bahkan lisannya fasih berdalil, namun sikapnya keras, mudah merendahkan orang lain, dan sulit menerima nasihat. Fenomena ini menjadi tanda bahwa amal yang dikerjakan belum sepenuhnya menyentuh hati. Allah Subhanahu wa Ta’ala menegaskan bahwa tujuan ibadah bukan sekadar gerakan lahiriah, tetapi pembentukan akhlak dan ketakwaan. Allah berfirman: إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ Innaṣ-ṣalāta tanhā ‘anil-faḥsyā’i wal-munkar “Sesungguhnya shalat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar.” (QS. Al-‘Ankabut: 45) Ayat ini menunjukkan bahwa shalat yang benar - [TAKUT MANUSIA, LUPA TAKUT ALLAH](https://kajiansunnah.co.id/takut-manusia-lupa-takut-allah/): JAKARTA – Takut manusia adalah penyakit hati yang sangat halus namun dampaknya besar terhadap iman. Seseorang bisa meninggalkan kebenaran, menunda ketaatan, bahkan melakukan maksiat bukan karena tidak tahu hukumnya, tetapi karena takut dicemooh, takut kehilangan jabatan, atau takut tidak diterima oleh lingkungan. Allah Subhanahu wa Ta’ala telah mengingatkan bahaya mendahulukan takut manusia dibanding takut kepada-Nya. Allah berfirman: فَلَا تَخْشَوُا النَّاسَ وَاخْشَوْنِ Falā takhsyaun-nāsa wakhsyauni “Maka janganlah kalian takut kepada manusia, tetapi takutlah kepada-Ku.”(QS. Al-Ma’idah: 44) Ayat ini menunjukkan bahwa takut manusia adalah penyimpangan dalam tauhid hati. Seharusnya rasa takut tertinggi hanya ditujukan kepada Allah. Ketika takut manusia menguasai hati, seseorang - [KETIKA HATI MULAI KERAS TANPA DISADARI](https://kajiansunnah.co.id/ketika-hati-mulai-keras-tanpa-disadari/): JAKARTA – Hati mulai keras sering kali tidak disadari oleh seorang muslim. Ia masih shalat, masih membaca Al-Qur’an, bahkan masih hadir di majelis ilmu, tetapi nasihat tak lagi menyentuh, dosa terasa biasa, dan kebaikan orang lain mudah diremehkan. Inilah kondisi berbahaya yang oleh para ulama disebut sebagai qaswatul qalb, kerasnya hati yang menjadi penghalang terbesar antara hamba dan hidayah Allah. Allah Subhanahu wa Ta’ala mengingatkan dalam Al-Qur’an tentang bahaya hati yang mengeras setelah datangnya peringatan. Allah berfirman: ثُمَّ قَسَتْ قُلُوبُكُمْ مِنْ بَعْدِ ذَٰلِكَ فَهِيَ كَالْحِجَارَةِ أَوْ أَشَدُّ قَسْوَةً Tsumma qasat quluubukum min ba’di dzālika fahiya kal-hijārah au asyaddu qaswah “Kemudian - [BAHAYA MERASA PALING BENAR DALAM BERAGAMA](https://kajiansunnah.co.id/bahaya-merasa-paling-benar-dalam-beragama/): JAKARTA – Merasa paling benar dalam beragama adalah sifat yang berbahaya dan bisa menjerumuskan seorang Muslim jauh dari hikmah dan kebenaran. Sifat ini sering muncul karena rasa sombong, kurangnya ilmu yang benar, atau tidak mau menerima nasihat. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman: وَلَا تَمْشِ فِي الْأَرْضِ مَرَحًا ۖ إِنَّكَ لَن تَخْرِقَ الْأَرْضَ وَلَن تَبْلُغَ الْجِبَالَ طُولًا Wa laa tamshi fil-ardi marahan innaka lan takhriqal-arda wa lan tablughal jibaala thoola “Dan janganlah kamu berjalan di bumi dengan angkuh. Sesungguhnya kamu sekali-kali tidak akan menembus bumi dan sekali-kali tidak akan sampai setinggi gunung.” (QS. Al-Isra: 37) Merasa paling benar membuat seseorang sulit - [KESALAHAN SUAMI DALAM MEMIMPIN RUMAH TANGGA](https://kajiansunnah.co.id/kesalahan-suami-dalam-memimpin-rumah-tangga/): JAKARTA – Kesalahan suami dalam memimpin rumah tangga sering kali tidak disadari, padahal hal ini bisa berdampak langsung pada keharmonisan keluarga. Kesalahan itu bisa muncul karena kurangnya pemahaman tentang hak dan kewajiban, sikap keras kepala, atau bahkan menyepelekan peran istri dalam membangun keluarga. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman: وَعَاشِرُوهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ ۚ فَإِن كَرِهْتُمُوهُنَّ فَعَسَىٰ أَن تَكْرَهُوا شَيْئًا وَيَجْعَلَ اللَّهُ فِيهِ خَيْرًا كَثِيرًا Wa ‘ashiruhunna bil ma’ruf, fa in karihtumuhunna fa ‘asaa an takrahu syaian wa yajalallahu fihi khairan katsiran “Dan bergaullah dengan mereka secara baik. Jika kamu tidak menyukai mereka, mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan di dalamnya - [MENGAPA SULIT MEMAAFKAN PADAHAL RAJIN BERIBADAH?](https://kajiansunnah.co.id/mengapa-sulit-memaafkan-padahal-rajin-beribadah/): JAKARTA – Sulit memaafkan sering kali menjadi masalah besar dalam kehidupan seorang Muslim. Tidak sedikit orang yang rajin shalat, puasa, bahkan aktif dalam kegiatan keagamaan, namun hatinya masih berat untuk memaafkan kesalahan orang lain. Fenomena sulit memaafkan ini menunjukkan bahwa ibadah lahir belum tentu diiringi dengan kebersihan hati. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: ﴿ وَلْيَعْفُوا وَلْيَصْفَحُوا ۗ أَلَا تُحِبُّونَ أَنْ يَغْفِرَ اللَّهُ لَكُمْ ﴾ “Dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Tidakkah kalian ingin Allah mengampuni kalian?” (QS. An-Nur: 22) Ayat ini turun berkaitan dengan Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu yang disakiti, namun tetap diperintahkan untuk memaafkan. Ini menunjukkan bahwa memaafkan - [MENGAPA IMAN NAIK TURUN? INI PENJELASANNYA](https://kajiansunnah.co.id/mengapa-iman-naik-turun-ini-penjelasannya/): JAKARTA – Iman naik turun adalah kenyataan yang dialami oleh setiap Muslim. Hari ini hati terasa ringan untuk beribadah, lisan basah dengan dzikir, dan amal terasa nikmat. Namun di waktu lain, semangat melemah, ibadah terasa berat, dan hati mudah lalai. Fenomena iman naik turun ini bukan tanda seseorang tidak beriman, justru menjadi bukti bahwa iman memang memiliki sifat bertambah dan berkurang. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: ﴿ لِيَزْدَادُوا إِيمَانًا مَعَ إِيمَانِهِمْ ﴾ “Supaya keimanan mereka bertambah di samping keimanan mereka.” (QS. Al-Fath: 4) Ayat ini dengan jelas menunjukkan bahwa iman bisa bertambah. Jika iman bisa bertambah, maka konsekuensinya iman juga - [ADAB BERDOA YANG SERING DILUPAKAN](https://kajiansunnah.co.id/adab-berdoa-yang-sering-dilupakan-2/): JAKARTA – Adab berdoa merupakan perkara penting yang sering dilupakan oleh banyak kaum muslimin, padahal doa adalah ibadah yang sangat agung. Adab berdoa bukan sekadar formalitas, tetapi penentu apakah doa tersebut diangkat dan dikabulkan oleh Allah atau justru tertolak karena kelalaian hati dan sikap yang tidak sesuai tuntunan. Allah Ta’ala memerintahkan hamba-Nya untuk berdoa dengan penuh ketundukan dan harapan. Allah berfirman: ﴿ادْعُوا رَبَّكُمْ تَضَرُّعًا وَخُفْيَةً ۚ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ﴾ “Berdoalah kepada Rabb kalian dengan penuh kerendahan diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.” (QS. Al-A’raf: 55) Salah satu adab berdoa yang sering dilupakan - [MENGGUNAKAN MEDIA SOSIAL TANPA TERJERUMUS MAKSIAT](https://kajiansunnah.co.id/menggunakan-media-sosial-tanpa-terjerumus-maksiat/): JAKARTA – Menggunakan media sosial di era digital seperti sekarang sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari kaum muslimin. Menggunakan media sosial bisa menjadi sarana kebaikan, dakwah, dan silaturahmi, namun di saat yang sama juga dapat menjadi pintu maksiat jika tidak dikendalikan dengan iman dan takwa. Oleh karena itu, seorang muslim dituntut untuk bijak dan berhati-hati dalam menggunakan media sosial agar tidak terjerumus pada dosa yang merusak hati dan amal. Islam sejak awal telah meletakkan prinsip menjaga pandangan, lisan, dan hati. Allah Ta’ala berfirman: ﴿قُل لِّلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ﴾ “Katakankanlah kepada orang-orang beriman agar mereka menundukkan pandangan dan menjaga - [TANDA RIYA' DALAM IBADAH SEHARI-HARI](https://kajiansunnah.co.id/tanda-riya-dalam-ibadah-sehari-hari/): JAKARTA – Tanda Riya’ adalah salah satu penyakit hati yang paling halus dan berbahaya, karena bisa merusak amal sekalipun terlihat baik secara lahiriah. Orang yang melakukan ibadah karena ingin dilihat atau dipuji manusia, bukan semata-mata karena Allah, termasuk golongan yang amalnya terancam tidak diterima. Allah berfirman dalam Al-Qur’an: ﴿وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ وَيُقِيمُوا الصَّلَاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ وَذَلِكَ دِينُ الْقَيِّمَةِ﴾ (“Dan mereka tidak diperintahkan kecuali agar beribadah kepada Allah dengan ikhlas, menegakkan salat, dan menunaikan zakat; itulah agama yang lurus.” – QS. Al-Bayyinah: 5) Ayat ini menekankan bahwa tujuan ibadah adalah keikhlasan untuk Allah semata. Ketika - [CIRI-CIRI HAMBA YANG DICINTAI ALLAH](https://kajiansunnah.co.id/ciri-ciri-hamba-yang-dicintai-allah/): JAKARTA – Setiap hamba yang dicintai Allah memiliki ciri-ciri yang menonjol dalam ibadah, akhlak, dan sikap sehari-hari. Dicintai Allah bukan hanya tentang amal banyak, tetapi kualitas hati dan keikhlasan dalam setiap perbuatan. Allah berfirman dalam Al-Qur’an: ﴿إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ﴾ (“Sesungguhnya orang-orang beriman itu bersaudara, maka damaikanlah antara kedua saudaramu, dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat.” – QS. Al-Hujurat: 10) Ayat ini menunjukkan bahwa hamba yang dicintai Allah selalu menebar kedamaian, memperbaiki hubungan dengan sesama, dan menempatkan Allah sebagai pusat ketakwaannya. Ciri lainnya agar dicintai Allah dapat dijelaskan sebagai berikut: 1. Selalu - [INVESTASI HALAL VS HALAL: MENIMBANG KEBERKAHAN HARTA](https://kajiansunnah.co.id/investasi-halal-vs-halal-menimbang-keberkahan-harta/): JAKARTA – Investasi halal menjadi perhatian penting bagi seorang Muslim di tengah maraknya tawaran keuntungan cepat di dunia modern. Tidak sedikit orang tergiur hasil besar tanpa memperhatikan apakah cara yang ditempuh sesuai dengan syariat Islam atau justru mengandung riba, gharar, dan kezhaliman. Allah ﷻ berfirman: ﴿ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُلُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ ﴾ “Hai orang-orang yang beriman, makanlah dari rezeki yang baik yang Kami berikan kepadamu.” (QS. Al-Baqarah: 172) Ayat ini menjadi dasar bahwa mencari harta, termasuk melalui investasi, harus dari jalan yang halal dan thayyib. Ciri-Ciri Investasi Halal Investasi halal memiliki beberapa kriteria utama: Bebas dari - [MEMBENTENGI HATI DARI SYAHWAT TERSEMBUNYI](https://kajiansunnah.co.id/membentengi-hati-dari-syahwat-tersembunyi/): JAKARTA – Syahwat tersembunyi merupakan salah satu penyakit hati yang paling berbahaya, karena sering kali tidak disadari oleh pelakunya. Banyak orang mengira syahwat hanya berkaitan dengan zina atau pandangan haram, padahal syahwat juga bisa hadir dalam bentuk cinta dunia, pujian manusia, ambisi berlebihan, dan ketergantungan pada hal-hal yang melalaikan dari Allah. Allah ﷻ berfirman: ﴿ أَفَرَأَيْتَ مَنِ اتَّخَذَ إِلَٰهَهُ هَوَاهُ ﴾ “Apakah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya?” (QS. Al-Jatsiyah: 23) Ayat ini menunjukkan bahwa syahwat tersembunyi bisa sampai pada tingkat menjadikan hawa nafsu sebagai sesembahan, yaitu ketika seseorang lebih mengikuti keinginan dirinya dibandingkan perintah Allah. Bentuk-Bentuk - [ETIKA BERTANYA DALAM ISLAM](https://kajiansunnah.co.id/etika-bertanya-dalam-islam/): JAKARTA – Bertanya dalam Islam adalah jalan utama menuntut ilmu, namun tidak setiap pertanyaan bernilai ibadah. Bertanya dalam Islam harus disertai adab agar mendatangkan manfaat dan keberkahan, bukan sekadar memuaskan rasa ingin tahu atau mencari perdebatan. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman: ﴿ فَاسْأَلُوا أَهْلَ الذِّكْرِ إِنْ كُنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ ﴾ “Maka bertanyalah kepada orang yang berilmu jika kalian tidak mengetahui.” (QS. An-Nahl: 43) Ayat ini menunjukkan bahwa bertanya dalam Islam adalah perintah, namun para ulama menjelaskan bahwa perintah ini terikat dengan adab dan tujuan yang benar. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: إِنَّمَا شِفَاءُ الْعِيِّ السُّؤَالُ “Sesungguhnya obat kebodohan adalah - [BAHAYA MENGUCAP KATA KASAR KE PASANGAN](https://kajiansunnah.co.id/bahaya-mengucap-kata-kasar-ke-pasangan/): JAKARTA – Kata kasar ke pasangan sering dianggap hal biasa dalam rumah tangga, terutama saat emosi memuncak. Padahal, kata kasar ke pasangan termasuk bentuk akhlak tercela yang sangat dibenci dalam Islam. Lisan adalah cerminan hati, dan rumah tangga yang dibangun dengan kata-kata kasar perlahan akan kehilangan keberkahan dan ketenangan. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman: ﴿ وَقُولُوا لِلنَّاسِ حُسْنًا ﴾ “Dan ucapkanlah perkataan yang baik kepada manusia.”(QS. Al-Baqarah: 83) Jika kepada manusia secara umum saja diperintahkan berkata baik, maka kepada pasangan—yang paling dekat dan paling banyak berinteraksi—tentu lebih utama lagi. Kata kasar ke pasangan bisa berupa bentakan, hinaan, sindiran menyakitkan, hingga - [MENDIDIK ANAK DENGAN CINTA TAPI TEGAS](https://kajiansunnah.co.id/mendidik-anak-dengan-cinta-tapi-tegas/): JAKARTA – Mendidik anak bukan sekadar memberi kasih sayang, tetapi juga menanamkan disiplin, adab, dan akhlak mulia. Seorang anak yang dididik dengan cinta namun tetap tegas akan tumbuh menjadi pribadi yang seimbang antara kasih sayang, ketaatan, dan tanggung jawab. Pendidikan ini menjadi amanah besar bagi orang tua yang kelak akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman: ﴿ وَقُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا ﴾ “Jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka.” (QS. At-Tahrim: 6) Ayat ini menekankan pentingnya mendidik keluarga, termasuk anak-anak, agar mereka tumbuh dalam ketaatan kepada Allah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: «كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ - [MENYADARI DOSA TERSEMBUNYI](https://kajiansunnah.co.id/menyadari-dosa-tersembunyi/): JAKARTA – Dosa tersembunyi adalah perbuatan yang dilakukan seseorang tanpa diketahui orang lain, baik berupa ucapan, pikiran, maupun tindakan yang menyimpang dari perintah Allah. Seringkali manusia merasa aman karena tidak ada yang melihat, namun sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. Menyadari dosa tersembunyi adalah langkah pertama agar hati tetap bersih dan mendapatkan ampunan-Nya. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman: ﴿ وَمَا تَكُونُ فِي شَأْنٍ وَمَا تَسْتُرُوهُ مِنْ خَفِيٍّ إِلَّا هُوَ عَالِمٌ ﴾ “Dan tidak ada sesuatu pun (yang terjadi) pada urusan manusia maupun yang kamu sembunyikan di dalam rahasiamu, melainkan Dia mengetahuinya.” (QS. Al-Mujadilah: 7) Dari ayat ini, jelas bahwa tidak - [ADAB BERDOA YANG SERING DILUPAKAN](https://kajiansunnah.co.id/adab-berdoa-yang-sering-dilupakan/): JAKARTA – Adab berdoa sering kali dianggap sepele, padahal doa adalah ibadah yang sangat agung dalam Islam. Bahkan Rasulullah ﷺ menegaskan bahwa doa merupakan inti dari ibadah seorang hamba kepada Rabb-nya. Sayangnya, banyak kaum muslimin rajin berdoa, namun kurang memperhatikan adab berdoa yang diajarkan oleh Al-Qur’an dan Sunnah, sehingga doa tersebut terhalang dari terkabulnya. Adab Berdoa dengan Ikhlas dan Menghadirkan Hati Saat Berdoa Salah satu adab berdoa yang paling sering dilupakan adalah keikhlasan dan kekhusyukan. Allah Ta’ala berfirman: ﴿ فَادْعُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ ﴾“Berdoalah kepada Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya.”(QS. Ghafir: 14) Rasulullah ﷺ bersabda:“Berdoalah kepada Allah dalam keadaan - [HAK SUAMI YANG SERING DIREMEHKAN ISTRI](https://kajiansunnah.co.id/hak-suami-yang-sering-diremehkan-istri/): JAKARTA – Dalam rumah tangga, sering kali pembahasan lebih banyak menyoroti kewajiban suami. Padahal, dalam Islam, hak suami juga memiliki kedudukan yang besar dan wajib diperhatikan oleh istri. Meremehkan hak suami bukan perkara sepele, karena bisa berdampak pada rusaknya keharmonisan rumah tangga dan berkurangnya keberkahan. Islam menempatkan pernikahan sebagai ibadah. Maka, memenuhi hak pasangan, termasuk hak suami adalah bagian dari ketaatan kepada Allah Ta‘ala. Hak Suami untuk Ditaati dalam Kebaikan Salah satu hak suami yang paling utama adalah ditaati oleh istri dalam perkara yang ma’ruf (baik dan sesuai syariat). Allah Ta‘ala berfirman: الرِّجَالُ قَوَّامُونَ عَلَى النِّسَاءِ “Kaum laki-laki adalah pemimpin - [IKHTILAT DI KA'BAH: APAKAH BOLEH?](https://kajiansunnah.co.id/ikhtilat-di-kabah-apakah-boleh/): JAKARTA – Ikhtilat di Ka’bah menjadi salah satu fenomena yang menarik untuk dipahami, terutama bagi mereka yang terbiasa melihat pemisahan antara laki-laki dan perempuan di masjid-masjid di Indonesia. Di tempat suci ini, jamaah lelaki dan perempuan memang sering berada di satu area saat melakukan thawaf atau sholat, namun perlu dipahami bahwa kondisi tersebut termasuk bagian dari aturan syariat yang memperbolehkan ikhtilat di Ka’bah selama tetap menjaga batasan-batasan yang ditetapkan, sehingga ibadah dapat dilaksanakan dengan tertib dan aman. Salah satu pertanyaan yang sering dilontarkan oleh orang-orang awam adalah bercampur baur antara laki-laki dan perempuan di Masjidil Harom. Sedangkan di negara Indonesia - [TIGA JENIS ORANG YANG BERIMAN](https://kajiansunnah.co.id/tiga-jenis-orang-yang-beriman/): JAKARTA – Dalam pembahasan fiqih manasik, para ulama menjelaskan bahwa orang yang beriman perlu memahami perbedaan hukum antara laki-laki dan wanita ketika thawaf maupun sa’i, termasuk masalah ar-roml. Beberapa atsar sahih dari para sahabat seperti Aisyah, Ibnu Umar, dan Ibnu Abbas menegaskan bahwa wanita tidak dibebani ar-roml, baik ketika thawaf di Ka’bah maupun saat berlari kecil di antara dua lampu hijau pada sa’i antara Shafa dan Marwah Di antara karunia terbesar yang Allah subhanahu wa ta’ala berikan kepada kita ialah keimanan. Mengapa hal itu bisa dikatakan sebagai karunia atau pemberian terbesar dari Allah? Jawabannya ialah karena: (a) keimanan merupakan sebab - [TERGESA-GESA YANG DIPERBOLEHKAN](https://kajiansunnah.co.id/tergesa-gesa-yang-diperbolehkan/): JAKARTA – Di antara sifat yang dimiliki oleh manusia adalah sifat suka tergesa-gesa. Buktinya; seringkali saat sebagian dari kita sedang di lampu merah, belum lampu hijau sudah langsung gas. Atau ketika pergi ke pasar untuk membuka toko, berlomba-lomba agar mendapatkan pelanggan sampai-sampai meninggalkan salat Subuh. Berdoa serasa belum dikabulkan sudah berhenti meminta kepada Allah, bahkan ada yang sampai mencela Allah na’udzubillah. Atau ketika anaknya susah disuruh ini-itu, akhirnya terlontar perkataan (doa) yang tidak baik, dan beberapa contoh semisalnya. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman: ﴿ وَيَدْعُ الْإِنْسَانُ بِالشَّرِّ دُعَاءَهُ بِالْخَيْرِ وَكَانَ الْإِنْسَانُ عَجُولًا ﴾ “(Seringkali) manusia itu berdoa untuk kejelekan (dirinya) - [TIGA PESAN UNTUKMU YANG MENIKAH](https://kajiansunnah.co.id/tiga-pesan-untukmu-yang-menikah/): JAKARTA – Menikah adalah salah satu nikmat terbesar yang Allah anugerahkan kepada hamba-Nya. Namun, agar bahtera rumah tangga tetap kokoh, ada tiga pesan penting yang patut dijaga. Tiga Pesan untukmu yang Menikah Pada kesempatan ini terdapat tiga pesan penting bagi kedua mempelai yang menikah: Bersyukur Bersabar atas hal-hal yang tidak menyenangkan Berta’awun dalam kebaikan dan ketaatan 1. Bersyukur Bersyukur atas nikmat yang Allah berikan, khususnya bagi kedua mempelai. Menikah adalah nikmat besar. Banyak orang ingin menikah tetapi belum dimudahkan, sementara Allah memberi kalian kemudahan. Mengapa menikah atau pernikahan disebut nikmat besar? a. Penyempurna separuh agama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam - [Apakah Seorang Wanita Harus Melakukan Ar-Roml Saat Tawaf dan di Antara Bukit Shofa dan Marwa?](https://kajiansunnah.co.id/apakah-seorang-wanita-harus-melakukan-ar-roml-saat-tawaf-dan-di-antara-bukit-shofa-dan-marwa/): JAKARTA – Dalam pelaksanaan ibadah tawaf dan sa’i, salah satu hal yang sering menjadi pertanyaan adalah kewajiban melakukan ar-roml bagi wanita. Berbeda dengan lelaki yang dianjurkan mempercepat langkah di bagian tertentu antara Shofa dan Marwa, wanita tidak diwajibkan melakukan ar-roml. Para ulama meriwayatkan beberapa atsar sahabat yang menunjukkan bahwa wanita cukup berjalan biasa saja, sehingga tidak perlu mengikuti langkah cepat sebagaimana laki-laki. Berikut Penjelasan Mengapa Wanita Tak Harus Lakukan Ar-Roml Saat Tawaf Bagi wanita, tidak diwajibkan melakukan ar-roml sebagaimana lelaki. Mereka cukup berjalan biasa saja saat tawaf maupun di antara Bukit Shofa dan Marwa. Sebenarnya, belum ditemukan hadis yang sahih - [MENJADI WANITA IDAMAN SUAMI BAG 1](https://kajiansunnah.co.id/menjadi-wanita-idaman-suami-bag-1/): JAKARTA – Menjadi wanita idaman adalah salah satu cita-cita yang diinginkan oleh setiap wanita, karena pada dasarnya wanita suka dipuji. Namun, perlu dipahami bahwa yang dimaksud wanita idaman di sini adalah wanita idaman suami, bukan idaman laki-laki non mahram. Mengapa kita harus menjadi wanita idaman suami? Karena jika seorang istri telah mendapatkan rida dari suaminya, maka ia berada di jalan menuju surga. Dalam sebuah hadis disebutkan: إِذَا صَلَّتِ الْمَرْأَةُ خَمْسَهَا، وَصَامَتْ شَهْرَهَا، وَحَصَّنَتْ فَرْجَهَا، وَأَطَاعَتْ زَوْجَهَا، قِيلَ لَهَا: ٱدْخُلِي ٱلْجَنَّةَ مِنْ أَيِّ أَبْوَابِ ٱلْجَنَّةِ شِئْتِ “Apabila seorang wanita menunaikan salat lima waktu, berpuasa di bulan Ramadan, menjaga kemaluannya, dan taat - [HUKUM MENJARAH TOKO SAAT BENCANA](https://kajiansunnah.co.id/hukum-menjarah-toko-saat-bencana/): JAKARTA – Fenomena menjarah toko saat terjadi bencana sering dianggap sebagian orang sebagai tindakan yang dibolehkan karena kondisi darurat. Padahal, dalam fikih Islam terdapat kaidah penting yang menegaskan bahwa darurat tidak serta-merta memberikan hak untuk mengambil atau merusak harta milik orang lain. Kaidah “الاضطرار لا يبطل حق الغير” — keadaan darurat tidak menggugurkan hak orang lain — menunjukkan bahwa meskipun seseorang boleh mengambil sesuatu untuk menyelamatkan nyawanya, ia tetap tidak boleh menganggap tindakan itu sebagai penghalalan terhadap kepemilikan orang lain. Ketika terjadi bencana seperti gempa atau banjir, terkadang muncul fenomena penjarahan terhadap toko-toko atau fasilitas umum. Sebagian orang beralasan bahwa - [MEMBANGUN RUMAH IDAMAN](https://kajiansunnah.co.id/membangun-rumah-idaman/): JAKARTA – Setiap orang tentu mendambakan rumah idaman yang nyaman dan indah, dengan lingkungan yang baik, fasilitas memadai, serta lokasi strategis. Namun, membangun rumah, baik di dunia maupun di akhirat, membutuhkan proses, usaha, dan kesabaran yang maksimal. Untuk rumah di surga, Allah menjanjikan rumah yang luar biasa indah, dengan bata emas dan perak, semennya minyak kasturi, sungai yang mengalir di bawahnya, perabotan dari emas dan permata, serta keindahan lain yang tiada bandingnya di dunia. Agar dapat memperoleh rumah idaman di surga, Allah menganjurkan berbagai amalan yang bisa dilakukan sehari-hari, seperti membangun masjid, menunaikan salat sunnah, meninggalkan perdebatan, bersabar atas ujian, - [KIAT-KIAT MERAIH KETAKWAAN](https://kajiansunnah.co.id/kiat-kiat-meraih-ketakwaan/): JAKARTA – Kiat-kiat meraih ketakwaan menjadi perkara penting dalam hidup seorang Muslim, karena definisi takwa sendiri adalah perkara agung dalam agama. Secara bahasa, takwa adalah al-wiqaayah (penjagaan, pencegahan, atau perlindungan). Adapun secara istilah yaitu; menjalankan segala perintah Allah dan Rasul-Nya serta menjauhi apa saja yang dilarang oleh Allah dan Rasul-Nya. Ada ulama yang memberikan definisi takwa yang sempurna, yaitu:بِأَنْ يَلْتَزِمَ الْمُسْلِمُ أَوَامِرَ اللهِ تَعَالَى وَيَجْتَنِبَ مَا نَهَى عَنْهُ، فَيَقُومَ بِالْوَاجِبَاتِ، وَالْمَنْدُوبَاتِ، وَيَتْرُكَ الْمُحَرَّمَاتِ، وَالْمَكْرُوهَاتِ، فَيَجْعَلَ الْمُسْلِمُ بَيْنَهُ وَبَيْنَ مَا حَرَّمَ اللهُ تَعَالَى وَاقِيًا يَقِيهِ مِنْ عَذَابِهِ وَغَضَبِهِ، وَأَنْ يُقِيَ نَفْسَهُ مِنَ الْوُقُوعِ فِي الْمَعَاصِي، وَشُبُهَاتِ الدُّنْيَا، وَقَدْ قِيلَ فِي التَّقْوَى: - [KABAR GEMBIRA DI AKHIR KEHIDUPAN](https://kajiansunnah.co.id/kabar-gembira-di-akhir-kehidupan/): JAKARTA – Menatap akhir kehidupan sama saja seperti ketika kita ingin pindah rumah, misalnya, dari tempat A ke tempat B, kemudian ada perasaan khawatir dalam jiwa kita, perasaan itu berbisik, “Akankah saya bisa hidup dengan baik di tempat yang baru?” “Akankah saya bisa memiliki pekerjaan di sana, atau justru menganggur?” “Akankah saya bisa lebih nyaman di sana, atau malah sebaliknya?” Tiba-tiba ada orang berkata kepada Anda, “Sudah, tidak usah khawatir. Saya jamin, Anda pasti akan aman dan nyaman di tempat tinggal Anda yang baru. Saya jamin 100% Anda akan betah di tempat yang baru. Saya siap untuk melindungi jika terjadi - [IBADAH TERLAMA](https://kajiansunnah.co.id/ibadah-terlama/): JAKARTA – Setiap orang yang berakal sehat, pasti menginginkan dirinya untuk bisa terus berada dalam kondisi ibadah kepada Allah, dengan alasan; agar ketika meninggal bisa dalam keadaan husnul khatimah, dan yang kedua agar memiliki pahala yang banyak. Selain itu, istikamah dalam ibadah juga merupakan perintah dari Allah subhanahu wa ta’ala. ﴿ وَٱعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّىٰ يَأْتِيَكَ ٱلْيَقِينُ ﴾ “Beribadahlah engkau kepada Allah sampai kematian mendatangimu.”[1] Mengenai hal ini, sekurang-kurangnya ada tiga macam ibadah yang bisa kita katakan sebagai ibadah terlama, yaitu: Mentauhidkan Allah. Menuntut ilmu agama. Menikah. Ketiga ibadah tersebut dilakukan oleh seorang hamba kapanpun dan di manapun mereka berada. Adapun - [BAHAYA MENGIKUTI HAWA NAFSU](https://kajiansunnah.co.id/bahaya-mengikuti-hawa-nafsu/): JAKARTA – Hawa nafsu adalah godaan terbesar manusia yang bisa menjerumuskan pada dosa. Mengikuti hawa nafsu tanpa kendali akan membuat seseorang jauh dari Allah, kehilangan keberkahan hidup, dan bahkan merusak hubungan dengan orang-orang di sekitarnya. Setiap Muslim wajib memahami bahaya hawa nafsu agar terhindar dari kesalahan fatal. Para ulama menegaskan bahwa mengikuti hawa nafsu bukan hanya soal keinginan materi atau syahwat, tetapi juga keinginan untuk bertindak tanpa batas, menuruti emosi, dan meninggalkan perintah Allah. Rasulullah ﷺ mengingatkan bahwa manusia lemah jika dikuasai hawa nafsunya. Dalil Al-Qur’an Soal Hawa Nafsu Allah Ta’ala berfirman: وَلَا تُطِعِ ٱلَّهْوَ ٱلَّذِي أَنْتَ فِيهِ غَافِلٌ“Dan janganlah - [BAHAYA MARAH DALAM RUMAH TANGGA](https://kajiansunnah.co.id/bahaya-marah-dalam-rumah-tangga/): JAKARTA – Bahaya marah dalam rumah tangga sering diremehkan. Padahal, marah yang tidak terkendali bisa merusak hubungan suami-istri, menghilangkan rasa aman, dan bahkan menjadi sebab pertengkaran berkepanjangan. Rumah yang seharusnya menjadi tempat ketenangan justru berubah menjadi medan konflik ketika anggota keluarga mudah tersulut amarah. Para ulama menjelaskan bahwa bahaya marah muncul karena amarah sering menimbulkan ucapan kasar, kata-kata yang menyakitkan, dan tindakan yang menyesatkan. Bahkan Nabi ﷺ menekankan pentingnya menahan amarah, karena amarah adalah pintu setan masuk ke hati manusia. Dalil Al-Qur’an Soal Bahaya Marah Allah Ta’ala berfirman: وَٱلْكاظِمِينَ ٱلْغَيْظَ وَٱلْعَافِينَ عَنِ ٱلنَّاسِ وَٱللَّهُ يُحِبُّ ٱلْمُحْسِنِينَ “(yaitu) orang-orang yang menahan - [KEUTAMAAN MEMBACA SURAH AL-KAHFI DI HARI JUMAT](https://kajiansunnah.co.id/keutamaan-membaca-surah-al-kahfi-di-hari-jumat/): JAKARTA – Membaca Surah Al-Kahfi pada hari Jumat adalah sunnah yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah ﷺ. Amalan ini bukan hanya menambah pahala, tetapi juga memberikan perlindungan besar bagi seorang Muslim. Ketika seseorang membiasakan diri membaca Surah Al-Kahfi, ia akan mendapatkan cahaya petunjuk dan penjagaan dari berbagai fitnah kehidupan. Para ulama sepakat bahwa membaca Surah Al-Kahfi adalah ibadah mingguan yang memiliki keutamaan besar, terutama karena kandungan kisah dan nasihatnya yang relevan sepanjang zaman. Dalil Keutamaan Membaca Surah Al-Kahfi Rasulullah ﷺ bersabda: «مَنْ قَرَأَ سُورَةَ الْكَهْفِ فِي يَوْمِ الْجُمُعَةِ أَضَاءَ لَهُ مِنَ النُّورِ مَا بَيْنَ الْجُمُعَتَيْنِ» “Barang siapa membaca Surah Al-Kahfi pada - [TANDA KELUARGA MENDAPAT KEBERKAHAN ALLAH](https://kajiansunnah.co.id/tanda-keluarga-mendapat-keberkahan-allah/): JAKARTA – Memiliki keluarga mendapat keberkahan Allah adalah cita-cita setiap Muslim. Ketika sebuah rumah tangga diberkahi, maka seluruh anggota keluarga akan merasakan ketenangan, kecukupan, dan kemudahan dalam menjalani hidup. Keluarga mendapat keberkahan Allah bukan semata karena materi berlimpah, tetapi karena Allah menurunkan rahmat, ketenteraman, dan perlindungan di dalam rumah tersebut. Para ulama menjelaskan bahwa keluarga mendapat keberkahan Allah ditandai dengan hadirnya ketaatan, sifat saling menyayangi, dan amalan-amalan yang diridhai-Nya. Karena itu, ciri-ciri keluarga mendapat keberkahan Allah bisa diukur dari perilaku, ibadah, dan kondisi hati para penghuninya. Dalil Al-Qur’an tentang Keluarga Mendapat Keberkahan Allah Allah Ta’ala berfirman: وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَىٰ - [KEUTAMAAN MENJAGA LISAN](https://kajiansunnah.co.id/keutamaan-menjaga-lisan/): JAKARTA – Menjaga lisan adalah bagian besar dari akhlak seorang Muslim. Menjaga lisan bukan hanya soal menghindari ucapan buruk, tetapi juga memastikan setiap kata mengandung manfaat. Ketika seseorang terbiasa menjaga tutur katanya, maka ia menjaga dirinya dari banyak dosa yang tak disadari. Menjaga lisan juga merupakan tanda kesempurnaan iman. Dengan menjaga lisan, seorang Muslim dapat menghindari ghibah, namimah, fitnah, dan ucapan sia-sia. Semakin sering seorang hamba menjaga lisan, semakin terjaga pula hatinya dari kerusakan. Dalil Al-Qur’an tentang Menjaga Lisan Allah Ta’ala berfirman: مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ “Tidak ada satu kata pun yang diucapkannya melainkan ada malaikat - [KEAJAIBAN IKHLAS: AMALAN KECIL, PAHALA BESAR](https://kajiansunnah.co.id/keajaiban-ikhlas-amalan-kecil-pahala-besar/): JAKARTA – Keajaiban ikhlas adalah rahasia besar dalam ibadah yang sering luput dari perhatian seorang Muslim. Ikhlas menjadikan amalan kecil bernilai sangat besar di sisi Allah, karena yang Allah lihat adalah hati, bukan sekadar gerakan. Dengan memahaminya, seorang hamba dapat memperbaiki kualitas amalnya dan meraih pahala berlipat-lipat yang tak terhitung. Keajaiban ikhlas juga menjadi sebab utama diterimanya amal. Tanpa keajaiban ikhlas, amalan yang tampak besar bisa menjadi sia-sia. Sebaliknya, amalan ringan yang dihiasi keajaiban ikhlas dapat mengangkat seorang hamba ke derajat tertinggi di sisi Allah. Dalil Al-Qur’an tentang Keajaiban Ikhlas Allah Ta’ala berfirman: وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ - [KEUTAMAAN ISTIGHFAR SETIAP HARI](https://kajiansunnah.co.id/keutamaan-istighfar-setiap-hari/): JAKARTA – Keutamaan istighfar setiap hari merupakan amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam. Istighfar bukan sekadar meminta ampunan dari dosa, tetapi juga sarana mendekatkan diri kepada Allah, menenangkan hati, dan membuka pintu rezeki. Dengan memperbanyak istighfar, seorang Muslim bisa menjaga diri dari dosa, menyehatkan jiwa, dan meraih keberkahan hidup di dunia maupun akhirat. Allah Ta’ala berfirman: وَاسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوبُوا إِلَيْهِ إِنَّ رَبِّي رَحِيمٌ وَدُودٌ “Dan mohonlah ampunan kepada Tuhanmu, kemudian bertaubatlah kepada-Nya. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.” (QS. Hud: 90) Ayat ini menekankan keutamaan istighfar dan taubat sebagai sarana membersihkan diri dari dosa dan mendapatkan rahmat Allah. - [RAHASIA HATI TENANG SAAT UJIAN DAN MUSIBAH](https://kajiansunnah.co.id/rahasia-hati-tenang-saat-ujian-dan-musibah/): JAKARTA – Setiap manusia pasti mencari rahasia hati tenang saat akan diuji dalam hidupnya, baik melalui kesulitan, musibah, atau cobaan sehari-hari. Namun seorang Muslim memiliki rahasia khusus untuk menjaga hati tetap tenang meski dalam kondisi berat sekalipun. Hati yang tenang adalah anugerah dari Allah Subhanahu wa Ta’ala bagi mereka yang bersabar, bertawakal, dan selalu mengingat-Nya. Allah Ta’ala berfirman: الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُم بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ “Orang-orang yang beriman, hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.”(QS. Ar-Ra’d: 28) Ayat ini menegaskan bahwa kunci utama rahasia hati tenang adalah dzikir - [BAHAYA MEREMEHKAN DOSA KECIL](https://kajiansunnah.co.id/bahaya-meremehkan-dosa-kecil/): JAKARTA – Banyak orang beranggapan bahwa dosa kecil tidak perlu ditakuti atau segera bertaubat. Padahal, Islam mengajarkan bahwa meremehkan dosa kecil dapat menjadi awal kehancuran spiritual. Setiap dosa, sekecil apa pun, jika dibiarkan menumpuk, bisa menjerumuskan seorang Muslim ke dalam dosa besar dan menjauhkan hati dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Allah Ta’ala berfirman: وَلاَ تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولًا“Janganlah kamu mengikuti sesuatu yang tidak kamu ketahui; sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semuanya itu akan dimintai pertanggungjawaban.”(QS. Al-Isra: 36) Ayat ini mengingatkan bahwa sekecil apa pun dosa yang dilakukan, semuanya akan - [ADAB TIDUR MENURUT SUNNAH](https://kajiansunnah.co.id/adab-tidur-menurut-sunnah/): JAKARTA – Tidur bisa menjadi sarana ibadah jika dilakukan sesuai adab tidur dan sunnah Rasulullah ﷺ. Dengan mengikuti adab tidur, seorang Muslim mendapatkan keberkahan, perlindungan dari gangguan syaitan, dan pahala dari setiap aktivitas yang dilakukan sebelum atau sesudah tidur. Rasulullah ﷺ bersabda: «إِذَا أَوَى أَحَدُكُمْ إِلَى فِرَاشِهِ فَلْيَتَوَضَّأْ وَلْيَقْرَأْ سُورَةَ الْكَوْثَرِ»“Jika salah seorang dari kalian hendak tidur, hendaklah ia berwudhu dan membaca Surah Al-Kautsar.”(HR. Abu Dawud no. 5075, hasan) Ini menunjukkan bahwa tidur bisa dimulai dengan ibadah kecil yang mendekatkan diri kepada Allah. Berwudhu sebelum tidur menandakan kesiapan hati untuk beristirahat dalam keadaan suci. Rasulullah ﷺ bersabda: «لَا يَتَوَضَّأُ أَحَدُكُمْ - [ETIKA MUSLIM MENGGUNAKAN MEDIA SOSIAL](https://kajiansunnah.co.id/etika-muslim-menggunakan-media-sosial/): JAKARTA – Menggunakan media sosial di era modern ini sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Namun bagi seorang Muslim, aktivitas di dunia maya tidak boleh lepas dari adab dan etika Islam. Media sosial bisa menjadi ladang pahala jika digunakan dengan benar, tetapi juga bisa menjadi sumber dosa jika disalahgunakan. Karena itu, penting bagi setiap Muslim untuk memahami bagaimana etika menggunakan media sosial sesuai tuntunan syariat. Allah Ta’ala berfirman: مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ “Tiada suatu ucapan pun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu siap (mencatat).”(QS. Qaf: 18) Ayat ini mengingatkan bahwa setiap tulisan, - [BAHAYA MENUNDA TAUBAT](https://kajiansunnah.co.id/bahaya-menunda-taubat/): JAKARTA – Menunda taubat adalah salah satu kesalahan besar yang sering diremehkan banyak orang. Padahal, tidak ada satu pun di antara kita yang tahu kapan ajal akan datang. Menunda taubat berarti menunda kebaikan dan memperpanjang waktu dalam dosa. Setiap detik yang berlalu tanpa taubat adalah kerugian besar bagi seorang hamba yang beriman kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Allah Ta’ala berfirman: إِنَّمَا التَّوْبَةُ عَلَى اللَّهِ لِلَّذِينَ يَعْمَلُونَ السُّوءَ بِجَهَالَةٍ ثُمَّ يَتُوبُونَ مِن قَرِيبٍ فَأُولَـٰئِكَ يَتُوبُ اللَّهُ عَلَيْهِمْ وَكَانَ اللَّهُ عَلِيمًا حَكِيمًا “Sesungguhnya taubat yang diterima oleh Allah hanyalah bagi mereka yang mengerjakan kejahatan karena kejahilan, kemudian mereka bertaubat dengan segera. Maka - [KEUTAMAAN BERSEDEKAH DIAM-DIAM](https://kajiansunnah.co.id/keutamaan-bersedekah-diam-diam/): JAKARTA – Bersedekah diam-diam adalah salah satu amalan yang paling dicintai Allah Subhanahu wa Ta’ala. Bahkan, ada keutamaan khusus bagi orang yang bersedekah diam-diam (sedekah rahasia), yaitu tanpa diketahui orang lain. Sedekah semacam ini menjaga keikhlasan, menghindari riya’, dan mendapatkan pahala yang lebih besar di sisi Allah. Rasulullah ﷺ bersabda: «أَخْفِضْ يَدَكَ عَنِ الصَّدَقَةِ فَإِنَّهَا أَغْلَظُ عَلَى الْمُنَافِقِينَ»“Peredamlah tanganmu dalam bersedekah, karena itu paling berat bagi orang munafik.”(HR. Al-Baihaqi, hasan) Artinya, bersedekah diam-diam menunjukkan ketulusan hati dan menjauhkan diri dari niat pamer atau mencari pujian. Allah Ta’ala mencintai hamba yang memberi dengan hati ikhlas, tanpa berharap pujian manusia. Rasulullah ﷺ - [ADAB BERDOA AGAR MUSTAJAB](https://kajiansunnah.co.id/adab-berdoa-agar-mustajab/): JAKARTA – Berdoa agar mustajab merupakan senjata utama seorang hamba dalam menghadapi hidup. Allah Ta’ala menegaskan bahwa doa adalah ibadah yang sangat dicintai-Nya. Namun, tidak setiap doa langsung dikabulkan; ada adab dan etika yang harus dijaga agar doa menjadi mustajab, diterima, dan dikabulkan Allah. Rasulullah ﷺ bersabda: «الدُّعَاءُ هُوَ الْعِبَادَةُ»“Doa itu adalah ibadah.”(HR. Tirmidzi no. 3372, hasan) Artinya, memperhatikan adab doa adalah bagian dari kesungguhan beribadah kepada Allah. Rasulullah ﷺ menganjurkan untuk mengangkat tangan saat berdoa: «إِذَا سَأَلَ أَحَدُكُمْ اللَّهَ فَلْيَرْفَعْ يَدَيْهِ» “Jika salah seorang dari kalian meminta kepada Allah, hendaklah ia mengangkat kedua tangannya.”(HR. Abu Dawud no. 1489, hasan) - [KEUTAMAAN TAHAJUD DI SEPERTIGA MALAM TERAKHIR](https://kajiansunnah.co.id/keutamaan-tahajud-di-sepertiga-malam-terakhir/): JAKARTA – Keutamaan tahajud memiliki kedudukan istimewa dalam Islam. Ia bukan sekadar ibadah malam, tapi juga bukti keikhlasan dan kedekatan seorang hamba kepada Allah Ta’ala. Keutamaan tahajud tidak hanya terletak pada waktu pelaksanaannya, tetapi juga pada kehadiran hati dan kesungguhan dalam bermunajat di saat kebanyakan manusia tertidur lelap. Allah Ta’ala berfirman: وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَكَ عَسَىٰ أَنْ يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَحْمُودًا “Dan pada sebagian malam hari bertahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji.”(QS. Al-Isra: 79) Ayat ini menunjukkan kemuliaan dan keutamaan tahajud sebagai ibadah sunnah yang sangat dianjurkan. Bahkan, sebagian ulama - [TANDA-TANDA HATI YANG SAKIT](https://kajiansunnah.co.id/tanda-tanda-hati-yang-sakit/): JAKARTA – Hati yang sakit adalah hati yang mulai jauh dari cahaya iman. Ia masih hidup, tetapi lemah, sulit menerima kebenaran, dan mudah terpengaruh oleh dosa serta maksiat. Dalam Islam, kondisi hati seperti ini sangat berbahaya, karena hati adalah pusat kehidupan ruhani seorang muslim. Rasulullah ﷺ bersabda: أَلَا وَإِنَّ فِي الْجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ أَلَا وَهِيَ الْقَلْبُ“Ketahuilah, sesungguhnya di dalam tubuh ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baiklah seluruh tubuh, dan jika ia rusak, maka rusaklah seluruh tubuh. Ketahuilah, segumpal daging itu adalah hati.” (HR. al-Bukhari no. 52 dan Muslim no. - [KEUTAMAAN SALAT DI MASJIDIL HARAM](https://kajiansunnah.co.id/keutamaan-salat-di-masjidil-haram/): JAKARTA – Salat di Masjidil Haram adalah amal yang memiliki keutamaan luar biasa dibandingkan salat di tempat lain. Tidak mengherankan bila jutaan kaum Muslimin dari seluruh dunia berbondong-bondong ke Makkah untuk beribadah di Masjidil Haram.Masjid ini bukan hanya kiblat kaum Muslimin, tetapi juga tempat yang dipenuhi keberkahan dan rahmat Allah Subhanahu wa Ta’ala. Menunaikan salat di Masjidil Haram bukan sekadar pahala yang berlipat, tapi juga bentuk pengagungan terhadap rumah Allah yang pertama kali dibangun di muka bumi. Pahala Salat di Masjidil Haram Rasulullah ﷺ bersabda: صَلاَةٌ فِي الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ أَفْضَلُ مِنْ مِائَةِ أَلْفِ صَلاَةٍ فِيمَا سِوَاهُ “Salat di Masjidil Haram - [RAHASIA KHUSYUK DALAM SALAT](https://kajiansunnah.co.id/rahasia-khusyuk-dalam-salat/): JAKARTA – Khusyuk dalam salat adalah dambaan setiap Muslim. Tidak sedikit orang yang rajin menunaikan salat lima waktu, namun hatinya sering melayang ke mana-mana. Padahal, salat yang diterima dan bernilai besar di sisi Allah adalah salat yang dilakukan dengan penuh kekhusyukan. Khusyuk bukan hanya masalah gerakan tubuh yang tenang, tetapi juga keadaan hati yang hadir, tunduk, dan merasa diawasi oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Karena itu, memahami rahasia khusyuk dalam salat sangat penting agar ibadah ini benar-benar menjadi penenang jiwa dan penyejuk hati. Makna Khusyuk Dalam Salat Khusyuk berarti tenangnya hati, tunduknya jiwa, dan fokusnya pandangan kepada Allah saat berdiri - [BAHAYA GHIBAH DAN CARA MENGHINDARINYA](https://kajiansunnah.co.id/bahaya-ghibah-dan-cara-menghindarinya/): JAKARTA – Bahaya ghibah (menggunjing) adalah perkara yang sangat besar dalam Islam, namun sering kali dianggap sepele oleh banyak orang. Padahal, ghibah termasuk dosa besar yang dapat menghapus pahala amal saleh dan menjerumuskan pelakunya ke dalam murka Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dalam kehidupan sehari-hari, ghibah sering muncul dalam bentuk obrolan ringan, candaan, bahkan kemasan “curhat” atau “diskusi”. Padahal, hakikatnya ghibah tetaplah menceritakan aib orang lain tanpa hak. Karena itu, setiap Muslim wajib berhati-hati agar lisannya tidak menjadi penyebab kebinasaan di akhirat. Rasulullah ﷺ menjelaskan dengan sangat jelas apa itu ghibah. Dalam sebuah hadits disebutkan: «ذِكْرُكَ أَخَاكَ بِمَا يَكْرَهُ» “Engkau menyebut - [TANDA DOA SEGERA DIKABULKAN](https://kajiansunnah.co.id/tanda-doa-segera-dikabulkan/): JAKARTA – Tanda doa segera dikabulkan adalah perkara yang banyak dirindukan setiap hamba. Setiap Muslim tentu berharap agar setiap doa yang ia panjatkan didengar dan diterima oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Namun, sering kali manusia tergesa-gesa dalam meminta dan ingin segera melihat hasilnya, padahal Allah Maha Bijaksana dalam menentukan waktu terbaik bagi terkabulnya doa. Dalam Islam, terkabulnya doa bukan semata karena ucapan lisan, tetapi juga karena hadirnya hati yang khusyuk, keyakinan yang kuat, dan usaha yang disertai ketaatan. Ada tanda-tanda tertentu yang menunjukkan bahwa doa seorang hamba berada di ambang dikabulkan oleh Allah Ta’ala — tanda-tanda ini menunjukkan kedekatan seorang - [TANDA ORANG MUNAFIK YANG WAJIB DIWASPADAI](https://kajiansunnah.co.id/tanda-orang-munafik-yang-wajib-diwaspadai/): JAKARTA – Tanda orang munafik adalah perkara serius yang sering kali tidak disadari. Munafik bukan sekadar istilah, melainkan sifat tercela yang sangat dibenci oleh Allah Ta’ala. Orang munafik tampak seperti seorang Muslim secara lahiriah, tetapi hatinya menyembunyikan kekufuran atau keburukan. Sifat munafik sangat berbahaya karena bisa merusak keimanan seseorang dan membawa pelakunya kepada azab yang pedih di akhirat. Rasulullah ﷺ memberikan peringatan keras kepada umatnya untuk mewaspadai tanda-tanda kemunafikan, baik munafik besar (keyakinan) maupun munafik kecil (sifat). Oleh sebab itu, penting bagi setiap Muslim untuk mengetahui tanda-tanda orang munafik agar dapat menghindari sifat tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Tanda Orang Munafik - [BAHAYA SYIRIK YANG SERING TAK DISADARI](https://kajiansunnah.co.id/bahaya-syirik-yang-sering-tak-disadari/): JAKARTA – Bahaya syirik adalah salah satu hal paling besar yang harus diwaspadai oleh setiap muslim. Syirik bukan hanya sekadar menyembah berhala, tetapi mencakup segala bentuk perbuatan yang menjadikan tandingan bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala. Yang lebih berbahaya, banyak bentuk syirik dilakukan tanpa disadari oleh pelakunya — seperti riya, menggantungkan hati pada selain Allah, atau mencari keberkahan pada sesuatu yang tidak disyariatkan. Syirik merupakan dosa terbesar dalam Islam dan tidak akan diampuni jika pelakunya tidak bertaubat sebelum mati. Karena itu, memahami bahaya syirik dan bentuk-bentuknya menjadi sangat penting agar kita terhindar dari perbuatan yang dapat merusak tauhid. Allah mengutus para - [HUKUM BERMAIN SAHAM, FOREX, DAN KRIPTO](https://kajiansunnah.co.id/hukum-bermain-saham-forex-dan-kripto/): JAKARTA – Bermain saham, forex, dan kripto kini menjadi tren investasi yang sangat diminati masyarakat. Banyak orang tergiur dengan janji keuntungan besar dalam waktu singkat. Namun, sebagai seorang Muslim, setiap aktivitas muamalah harus sesuai dengan tuntunan syariat. Islam tidak hanya mengatur ibadah, tetapi juga mengatur cara mencari rezeki yang halal dan berkah. Karena itu, penting memahami bagaimana hukum bermain saham, forex, dan kripto dalam pandangan syariat Islam. Islam mengajarkan bahwa setiap bentuk transaksi harus bersih dari riba, gharar (ketidakjelasan), dan maysir (unsur judi). Ketika ketiga hal ini masuk dalam sebuah praktik investasi, maka transaksi tersebut menjadi haram. Maka, sebelum terjun - [KAPAN DOA DIKABULKAN?](https://kajiansunnah.co.id/kapan-doa-dikabulkan/): JAKARTA – Doa dikabulkan adalah harapan setiap muslim ketika ia mengangkat tangan memohon kepada Allah. Dalam Islam, doa bukan hanya sekadar permintaan, melainkan bentuk ibadah yang menunjukkan ketundukan, penghambaan, dan pengakuan bahwa tidak ada daya dan upaya kecuali dengan izin Allah. Seorang hamba yang berdoa sejatinya sedang menegaskan bahwa semua urusan hidupnya hanya bergantung kepada Rabb yang Maha Kuasa. Allah Ta’ala telah menjanjikan dalam firman-Nya bahwa setiap doa tidak akan sia-sia. Ia akan dikabulkan pada waktu yang terbaik, dengan cara yang paling bijaksana. Karena itu, memahami kapan doa dikabulkan dan bagaimana adab dalam berdoa menjadi bagian penting dari keimanan seorang - [KORUPSI WAKTU SAAT BEKERJA, DOSA YANG SERING DIREMEHKAN](https://kajiansunnah.co.id/korupsi-waktu-saat-bekerja-dosa-yang-sering-diremehkan/): JAKARTA – Korupsi waktu saat bekerja sering dianggap sepele oleh banyak orang. Padahal, perbuatan ini termasuk bentuk pengkhianatan terhadap amanah yang sangat ditekankan dalam Islam. Datang terlambat, pulang lebih awal, atau bermalas-malasan di jam kerja namun tetap menerima gaji penuh bukan hanya soal etika profesional, tapi juga urusan dosa dan hisab di akhirat kelak. Islam mengajarkan bahwa waktu kerja adalah amanah. Seorang Muslim yang jujur harus menjaga waktunya sebagaimana ia menjaga hartanya, karena keduanya akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah Ta’ala. Berikut Penjelasan Korupsi Waktu Saat Bekerja Amanah Waktu dalam Islam Allah Ta’ala berfirman: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَخُونُوا - [HUKUM JUAL BELI ALAT MUSIK DALAM ISLAM](https://kajiansunnah.co.id/hukum-jual-beli-alat-musik-dalam-islam/): JAKARTA – Jual beli alat musik bukanlah perkara ringan dalam pandangan Islam. Meskipun di masyarakat banyak dianggap sebagai hal biasa, namun para ulama telah menjelaskan bahwa alat musik termasuk sesuatu yang diharamkan penggunaannya, sehingga secara hukum tidak boleh diperjualbelikan. Penghasilan yang diperoleh dari hasil jual beli tersebut pun termasuk harta yang tidak halal. Oleh sebab itu, setiap Muslim hendaknya berhati-hati dalam mencari nafkah dan memastikan jalan rezekinya sesuai syariat. Islam memberikan rambu-rambu yang jelas dalam perkara muamalah, termasuk dalam jual beli. Tidak semua barang yang bisa diperjualbelikan secara umum otomatis halal dalam Islam. Jika barang tersebut haram pemanfaatannya, maka akad - [DALIL AL-QUR'AN TENTANG RUKUN IMAN](https://kajiansunnah.co.id/dalil-al-quran-tentang-rukun-iman/): JAKARTA – Rukun iman merupakan fondasi utama dalam keyakinan seorang Muslim. Tanpa mengimani rukun iman yang enam, maka seseorang tidak bisa disebut sebagai mukmin sejati. Al-Qur’an sendiri menegaskan berbagai dalil yang menunjukkan pentingnya rukun iman, mulai dari iman kepada Allah, malaikat, kitab-kitab-Nya, para nabi, hari akhir, hingga iman kepada takdir. Semua itu menjadi penopang bagi seorang hamba dalam menjalani kehidupan dengan penuh ketundukan dan ketaatan kepada Allah Ta’ala. Menariknya, di dalam Al-Qur’an terdapat ayat-ayat yang secara jelas merangkum rukun iman dalam satu kesatuan. Hal ini menunjukkan bahwa iman bukan hanya sekadar keyakinan di hati, tetapi juga harus terwujud dalam amal - [HUKUM BERMAIN GADGET DI TOILET ATAU KAMAR MANDI](https://kajiansunnah.co.id/hukum-bermain-gadget-di-toilet-atau-kamar-mandi/): JAKARTA – Bermain gadget sudah menjadi kebiasaan banyak orang di era modern ini. Tidak sedikit yang melakukannya hampir di semua tempat, termasuk ketika berada di toilet atau kamar mandi. Padahal, tanpa disadari kebiasaan ini bisa membuat seseorang berlama-lama di tempat yang seharusnya hanya dipakai untuk membersihkan diri dan menunaikan hajat. Dalam Islam, setiap aktivitas seorang muslim diatur dengan adab-adab tertentu, termasuk ketika berada di toilet. Tempat ini bukanlah ruang untuk bersantai, bermain gadget, apalagi melakukan aktivitas yang tidak ada hubungannya dengan kebersihan diri. Oleh sebab itu, ulama memberikan penjelasan tentang hukum bermain gadget di toilet atau kamar mandi agar seorang - [MENINGGALKAN KUMUR-KUMUR DAN MENGGERAKKAN BIBIR](https://kajiansunnah.co.id/meninggalkan-kumur-kumur-dan-menggerakkan-bibir/): JAKARTA – Kumur-kumur saat wudhu memang termasuk salah satu sunnah yang diajarkan Rasulullah ﷺ, namun ada kalanya seseorang tidak mampu melakukannya karena kondisi kesehatan. Misalnya pasca operasi atau sedang sakit, tentu muncul pertanyaan apakah wudhu tetap sah jika tanpa kumur-kumur? Kekhawatiran ini wajar, sebab ibadah adalah amalan pokok yang tidak ingin ditinggalkan begitu saja. Islam memberikan kelonggaran dalam perkara ibadah, sesuai dengan firman Allah bahwa Dia tidak membebani seorang hamba di luar batas kemampuannya. Karena itu, saat ada keterbatasan dalam berwudhu atau shalat, seperti tidak bisa kumur-kumur atau sulit menggerakkan bibir, maka syariat telah menyiapkan solusi agar ibadah tetap bisa - [WANITA HAID TIDAK MELAKSANAKAN PUASA DAN SHALAT](https://kajiansunnah.co.id/wanita-haid-tidak-melaksanakan-puasa-dan-shalat/): JAKARTA – Dalam Islam, wanita haid mendapatkan keringanan (udzur syar’i) sehingga tidak dibebani kewajiban sholat dan puasa. Hal ini bukan bentuk kekurangan, tetapi justru rahmat dan kemudahan dari Allah agar ibadah tetap sesuai fitrah. Para ulama dari generasi ke generasi telah menjelaskan masalah ini dengan tegas, berdasarkan dalil dari Al-Qur’an, hadits, dan ijma’ (kesepakatan ulama). Penjelasan Mengapa Wanita Haid Tidak Melaksanakan Puasa dan Shalat Salah satu udzur syar’i bolehnya tidak berpuasa dan shalat adalah haid. Disaat seorang wanita haid, maka hendaklah ia meninggalkan puasa dan shalat. Berkata Imam Nawawi dalam permasalahan ini: “Umat telah bersepakat bahwasannya telah diharamkan shalat wajib - [KEYAKINAN IMAM SYAFI'I BAHWA ALLAH BERADA DI ATAS](https://kajiansunnah.co.id/keyakinan-imam-syafii-bahwa-allah-berada-di-atas/): JAKARTA – Keyakinan bahwa Allah berada di atas merupakan akidah para Nabi, sahabat, dan ulama salaf, termasuk Imam Syafi’i rahimahullah. Penegasan ini telah disampaikan oleh banyak ulama yang menukil pernyataan beliau dan murid-muridnya, menunjukkan kesepakatan generasi awal Islam tentang ketinggian Allah di atas seluruh makhluk-Nya. Keyakinan Imam Syafi’i bahwa Allah di atas: Telah dijelaskan oleh banyak para ulama akan i’tiqod atau kepercayaan Imam Syafi’i tentang ketinggian Allah ta’ala, salah satu di antara mereka adalah Imam Abu Utsman As-Shobuni As-Syafi’i rahimahullah: “Ulama dari kalangan Ashabul Hadist telah percaya dan bersaksi bahwa Allah ta’ala di atas langit ke tujuh, beristiwa di atas - [APAKAH NABI ISA ADALAH SEORANG MUSLIM?](https://kajiansunnah.co.id/apakah-nabi-isa-adalah-seorang-muslim/): JAKARTA – Banyak orang mengira Nabi Isa hanya dikenal dalam agama tertentu, padahal Islam memandang beliau sebagai salah satu nabi besar yang diutus Allah. Bahkan, ajaran yang dibawa Nabi Isa sejalan dengan ajaran para nabi lainnya, yaitu agama Islam. Hal ini ditegaskan dalam Al-Qur’an dan penjelasan para ulama. Berikut Tanya-Jawab Soal Nabi Isa Soal:Apakah Nabi Isa adalah seorang muslim? Jawaban: Sesungguhnya Nabi Isa dan para Nabi yang lain berada di atas agama yang sama yaitu Islam, sebagaimana Allah ta’ala berfirman: إِنَّ ٱلدِّينَ عِندَ ٱللَّهِ ٱلۡإِسۡلَٰمُۗ وَمَا ٱخۡتَلَفَ ٱلَّذِينَ أُوتُواْ ٱلۡكِتَٰبَ إِلَّا مِنۢ بَعۡدِ مَا جَآءَهُمُ ٱلۡعِلۡمُ بَغۡيَۢا بَيۡنَهُمۡۗ وَمَن يَكۡفُرۡ - [MENJADI MUKMIN YANG KUAT](https://kajiansunnah.co.id/menjadi-mukmin-yang-kuat/): JAKARTA – Menjadi mukmin yang kuat bukan hanya tentang kekuatan fisik, tapi juga kekuatan iman, tekad, dan kesungguhan dalam meraih kebaikan. Rasulullah ﷺ mengajarkan agar kita berusaha maksimal dalam hal yang bermanfaat, senantiasa meminta pertolongan kepada Allah, menjauhi kelemahan, serta menerima takdir dengan lapang dada. Menjadi Mukmin yang Kuat Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda: المُؤْمِنُ الْقَويُّ خَيرٌ وَأَحَبُّ إِلَى اللهِ مِنَ المُؤْمِن الضَّعِيفِ، وَفِي كُلٍّ خَيرٌ، احْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ، وَاسْتَعِنْ بِاللهِ، وَلَا تَعْجَزْ، وَإن أَصَابَكَ شَيءٌ فَلَا تَقُلْ: لَوْ أَنِّي فَعَلْتُ كَانَ كَذَا وَكَذَا، وَلكِنْ قُلْ: قَدَّرَ اللهُ وَمَا شَاءَ فَعَلَ؛ فَإنَّ لَوْ تَفْتَحُ - [HUKUM MEMBAKAR SAMPAH DI AREA KOMPLEK PERUMAHAN MENURUT ISLAM DAN UU INDONESIA](https://kajiansunnah.co.id/hukum-membakar-sampah-di-area-komplek-perumahan-menurut-islam-dan-uu-indonesia/): JAKARTA – Membakar sampah sering dianggap solusi cepat untuk mengurangi limbah rumah tangga. Namun, asap pekat, bau menyengat, dan risiko kebakaran yang ditimbulkannya dapat mengganggu kesehatan, kenyamanan, serta merusak lingkungan. Dalam Islam, segala bentuk perbuatan yang membawa mudarat bagi diri sendiri maupun orang lain dilarang. Demikian pula, hukum positif di Indonesia mengatur larangan membakar sampah sembarangan karena membahayakan kesehatan masyarakat dan mencemari lingkungan. Hukum Membakar Sampah dalam Islam 1. Larangan Membahayakan Diri dan Orang Lain (الضرر والضرار) Sebuah kaidah mengatakan: “لَا ضَرَرَ وَلَا ضِرَارَ” “Tidak boleh membahayakan diri sendiri dan tidak boleh membahayakan orang lain.” Membakar sampah yang menimbulkan asap - [PEMBATAL-PEMBATAL WUDU](https://kajiansunnah.co.id/pembatal-pembatal-wudu/): JAKARTA – Dalam Islam, terdapat beberapa kondisi yang secara syar’i disebut sebagai Pembatal Wudu, baik yang sering terjadi maupun yang jarang disadari oleh sebagian orang. Dalam artikel ini, akan dijelaskan secara ringkas namun padat mengenai tujuh Pembatal Wudu menurut para ulama. Penjelasan disertai dalil dan pandangan fiqih Sekurang-kurangnya pembatal wudu itu ada 7 (tujuh): Sesuatu yang keluar dari dua jalan kotoran Hilang akal Menyentuh wanita yang bukan mahram (karena bisa membangkitkan syahwat) Menyentuh kemaluan dengan telapak bagian dalam Memakan daging unta Keluarnya najis dari bagian tubuh selain dua jalan kotoran Murtad Berikut pembahasan secara ringkas pembatal wudu dari poin-poin di - [SUNNAH-SUNNAH WUDU](https://kajiansunnah.co.id/sunnah-sunnah-wudu/): JAKARTA – Salah satu bahasan penting dalam fiqih thaharah adalah terkait Sunnah-Sunnah Wudu dan kondisi yang membatalkan wudu atau mewajibkan mandi. Dalam artikel ini dibahas secara ringkas pandangan dari para ulama seperti Ibnu Hazm dan Imam Nawawi, serta riwayat dari kalangan Tabi’in. Berikut Penjelasan Sunnah-Sunnah Wudu Al-Imam Abu Syuja’ asy-Syafi’i rahimahullah mengatakan, وَسُنَنُهُ عَشْرُ خِصَالٍ: التَّسْمِيَّةُ، وَغَسْلُ الكَفَّينِ قَبْلَ إِدْخَالِهِمَا الإِنَاءَ، وَالْمَضْمَضَةُ وَالإِسْتِنْشَاقُ، وَاسْتِعَابُ الرَّأْسِ بِالْمَسْحِ، وَمَسْحُ الأُذُنَينِ؛ ظَاهِرِهِمَا وَبَاطِنِهِمَا بِمَاءٍ جَدِيدٍ، وَتَخْلِيلُ اللِّحْيَةِ الكَثَّةِ وَتَخْلِيلُ أَصَابِعِ اليَدَينِ وَالرِّجْلَينِ، وَتَقْدِيمُ اليُمْنَى عَلَى اليُسْرَى وَالطَّهَارَةُ ثَلَاثًا ثَلَاثًا، وَالْمُوَالَاوُ. “Sunnah-sunnah dalam wudu ada sepuluh; (1) membaca basmallah, (2) membasuh kedua telapak tangan - [SYARAT-SYARAT WAJIB DALAM BERWUDU](https://kajiansunnah.co.id/syarat-syarat-wajib-dalam-berwudu/): JAKARTA – Berwudu adalah salah satu bagian ibadah yang sangat penting dalam Islam, karena menjadi syarat sah bagi pelaksanaan salat dan berbagai ibadah lainnya. Agar wudu dianggap sah, seseorang harus memenuhi syarat-syarat wajib yang telah ditetapkan oleh para ulama berdasarkan Al‑Qur’an dan as‑Sunnah. Berikut penjelasan lengkap Syarat-Syarat Wajib dalam Berwudu Al‑Qadhi Abu Syuja’ Ahmad bin Hasan al‑Ashbahani rahimahullah mengatakan, فَرَائِضُ الوُضُوءِ سِتَّةٌ: النِّيَّةُ عِندَ غَسْلِ الوَجْهِ، وغَسلُ الوَجهِ، وغَسلُ اليَدَينِ مَعَ الْمِرْفَقَينِ، وَمَسحُ بَعْضِ الرَّأْسِ، وغَسلُ الرِّجلَينِ مَعَ الكَعْبَينِ، وَالتَّرْتِيبُ عَلى مَا ذكَرْنَاهُ. “Syarat-syarat wajib dalam wudu ada enam, yaitu: (1) Niat ketika akan membasuh wajah, (2) membasuh wajah, (3) - [FIKIH WUDU - DEFINISI, KEUTAMAAN DAN HUKUMNYA](https://kajiansunnah.co.id/fikih-wudu-definisi-keutamaan-dan-hukumnya/): JAKARTA – Fikih wudu merupakan bagian penting dari ilmu ibadah yang menyentuh langsung aspek kesucian dalam Islam. Ia bukan sekadar praktik fisik menyucikan anggota tubuh, melainkan amalan yang penuh keutamaan, menjadi pembuka pahala, penebus dosa, serta tanda cahaya bagi orang beriman di hari Kiamat. Tulisan ini akan mengulas secara singkat mengenai definisi wudu, keutamaannya, serta hukum-hukum dasarnya, dengan merujuk pada dalil-dalil shahih. Fikih Wudu – Definisi Secara bahasa, wudu adalah keindahan dan kebersihan. Adapun secara syar’i, wudu adalah: استِعمَالُ الْماءِ فِي الأَعْضَاءِ الأربَعَة، وهي: الوَجْهُ، واليَدانِ، والرَّأسُ، والرِّجْلَانِ، عَلى صِفةٍ مخصُوصةٍ فِي الشَّرْعِ، على وجهِ التَّعبُّدِ لله تعالى. “Menggunakan air - [HUKUM MENYENTUH MUSHAF BAGI ORANG YANG TIDAK BERWUDHU DAN ANAK-ANAK](https://kajiansunnah.co.id/hukum-menyentuh-mushaf-bagi-orang-yang-tidak-berwudhu-dan-anak-anak/): JAKARTA – Menyentuh mushaf bukanlah sekadar perkara fisik, melainkan menyangkut adab dan kesucian dalam berinteraksi dengan firman Allah. Banyak kaum muslimin bertanya-tanya: apakah boleh menyentuh mushaf tanpa wudhu? Bagaimana pula hukum bagi anak-anak yang sedang belajar membaca Al-Qur’an? Berikut penjelasan para ulama mengenai hal ini, berdasarkan dalil-dalil yang shahih dan pendapat mayoritas ulama. Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam tercurah kepada Rasulullah ﷺ, amma ba’du: Pertama: Hukum Menyentuh Mushaf Tanpa Wudhu bagi Orang Dewasa Para ulama berbeda pendapat mengenai boleh tidaknya seseorang menyentuh mushaf dalam keadaan tidak suci (tidak berwudhu): 1. Pendapat Pertama:Sebagian ulama membolehkan menyentuh mushaf tanpa wudhu. - [HUKUM BEKERJA DENGAN IJAZAH HASIL MENYONTEK ATAU CURANG](https://kajiansunnah.co.id/hukum-bekerja-dengan-ijazah-hasil-menyontek-atau-curang/): JAKARTA – Dalam kehidupan modern, tidak sedikit orang yang mendapatkan pekerjaan dengan ijazah hasil menyontek. Ini menjadi persoalan penting karena menyangkut kehalalan penghasilan dan kejujuran dalam dunia kerja. Pendahuluan Dalam dunia pendidikan, tidak jarang dijumpai fenomena curang dalam ujian. Hal ini menjadi perhatian serius, terutama ketika hasil dari kecurangan tersebut digunakan untuk memperoleh ijazah dan kemudian dipakai untuk bekerja dan memperoleh penghasilan. Bagaimana pandangan Islam terhadap hal ini? Apakah gaji yang diperoleh dari pekerjaan dengan ijazah hasil menyontek itu halal? Apakah ada pengecualian bagi mereka yang telah bertobat? Di sini kami mencoba menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut berdasarkan dalil syar’i dan fatwa - [APA HUKUM PAKAIAN YANG TERKENA BEKAS OMPOL ANAK YANG SUDAH KERING?](https://kajiansunnah.co.id/apa-hukum-pakaian-yang-terkena-bekas-ompol-anak-yang-sudah-kering/): JAKARTA – Ompol anak sering jadi persoalan dalam keseharian orang tua Muslim, khususnya ketika pakaian atau barang-barang terkena najis yang tak kasatmata. Lalu, bagaimana hukumnya jika ompol tersebut sudah kering? Apakah najisnya tetap menempel? Dalam tulisan ini kita bahas secara ringkas berdasarkan kaidah fikih dan penjelasan ulama. Berikut Penjelasan Soal Pakaian yang Terkena Bekas Ompol Anak Meski Sudah Kering 1. Najis Kering Tidak Menular kepada yang Kering Para ulama menjelaskan bahwa jika najis sudah kering, lalu menyentuh benda lain yang juga kering, maka najis tersebut tidak berpindah. Ini adalah kaidah fikih yang disepakati berdasarkan kenyataan indrawi (pengamatan langsung). As-Suyuthi رحمه - [PANDUAN RINGKAS TENTANG SUJUD SAHWI DALAM SHALAT](https://kajiansunnah.co.id/panduan-ringkas-tentang-sujud-sahwi-dalam-shalat/): JAKARTA – Sujud sahwi dalam shalat adalah salah satu bentuk rahmat Allah yang disyariatkan untuk menutupi kekurangan dan kesalahan yang terjadi tanpa sengaja. Dalam praktik shalat, tidak jarang seseorang lupa menambah, mengurangi, atau ragu terhadap rakaatnya. Maka, Islam memberikan solusi praktis agar ibadah tetap sah dan sempurna meskipun ada kekhilafan. Segala puji hanya milik Allah, shalawat dan salam semoga tercurah kepada Rasulullah ﷺ. Amma ba’du: Makna dan Hukum Disyariatkannya Sujud Sahwi Di antara rahmat Allah kepada hamba-hamba-Nya, dan termasuk kesempurnaan agama Islam, adalah disyariatkannya cara untuk menutupi kekurangan dan kesalahan yang tidak disengaja dalam ibadah. Karena manusia tidak mampu melaksanakan - [CARA BERTAUBAT DARI DOSA GHIBAH](https://kajiansunnah.co.id/cara-bertaubat-dari-dosa-ghibah/): JAKARTA – Cara bertaubat dari dosa ghibah adalah perkara yang penting karena ghibah atau menggunjing termasuk dosa besar yang berkaitan dengan hak sesama manusia. Tidak cukup hanya dengan istighfar kepada Allah, karena kehormatan manusia yang telah dizalimi juga harus dipertanggungjawabkan. Dua Pendapat Ulama dalam Tobat dari Dosa Ghibah Pendapat Pertama: Cukup dengan Istighfar dan Mendoakan Kebaikan Sebagian ulama berpendapat bahwa kafarat (tebusan) dosa ghibah cukup dengan memohon ampunan kepada Allah dan mendoakan kebaikan untuk orang yang telah digunjing. Ini dianggap sebagai bentuk kebaikan untuk menebus kezaliman yang telah dilakukan. Sebagaimana dalam sebuah hadis Dari Anas radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi ﷺ, - [HUKUM MEMBACA AL-FATIHAH BAGI MAKMUM DALAM SHALAT JAHRIYAH](https://kajiansunnah.co.id/hukum-membaca-al-fatihah-bagi-makmum-dalam-shalat-jahriyah/): JAKARTA – Hukum membaca Al-Fatihah bagi makmum dalam shalat jahriyah menjadi salah satu pembahasan penting dalam fikih shalat. Sebab, Al-Fatihah adalah rukun yang wajib dibaca dalam setiap rakaat, sementara shalat jahriyah seperti Subuh, Maghrib, dan Isya dibacakan keras oleh imam. Maka timbul pertanyaan, apakah makmum wajib membacanya sendiri atau cukup mendengarkan bacaan imam? Para ulama sejak dahulu telah berbeda pendapat dalam masalah ini. Sebagian mewajibkan makmum tetap membaca Al-Fatihah meskipun di belakang imam, sementara sebagian lain berpendapat cukup mendengarkan bacaan imam tanpa perlu mengulanginya. Untuk memahami perbedaan ini secara utuh, mari kita lihat dalil-dalil dan penjelasan para ulama, kemudian disimpulkan ## Pages - [Contact](https://kajiansunnah.co.id/contact/) - [Pricing & FAQ](https://kajiansunnah.co.id/pricing-faq/) - [Instructors](https://kajiansunnah.co.id/instructors/) - [About Us](https://kajiansunnah.co.id/about-us/) - [All Courses](https://kajiansunnah.co.id/all-courses/) - [Home V2](https://kajiansunnah.co.id/home-v2/): No Posts Found! Latest Posts No Posts Found! Mavic Phantom Drone Imaging Above Everything Follow Us Facebook-f Instagram Twitter Pinterest-p Vimeo-v Best Camping Shoes Popular Posts No Posts Found! Trending Posts No Posts Found! Our Instagram Please reauthorize instagram Categories Tags Edit Template - [Home V1](https://kajiansunnah.co.id/home-v1/): Rukun Islam, Tanya Ulama, Zakat ADAKAH ZAKAT PADA HARTA ANAK YATIM DAN ORANG GILA? November 1, 2024 Kajian Islam, Sirah Sahabat KEUTAMAAN PARA SAHABAT NABI – Part 2 November 1, 2024 Khotbah Jumat, Uncategorized Keutamaan Bertaubat October 12, 2024 Rukun Islam, Tanya Ulama, Zakat APAKAH ADA ZAKAT PADA HARTA YANG DIPINJAMKAN? October 12, 2024 Rukun Islam, Tanya Ulama, Zakat ORANG DEWASA MAUPUN ANAK KECIL WAJIB MENUNAIKAN ZAKATNYA October 12, 2024 Kajian Islam, Sirah Sahabat KEUTAMAAN PARA SAHABAT NABI PART 1 October 12, 2024 All Post Doa-Doa Kajian Islam Khotbah Jumat Tanya Ulama Uncategorized   Back Akhlak Fiqih Hadis Sirah Sahabat Tafsir - [Contact](https://kajiansunnah.co.id/contact-2/): Remain lively hardly needed at do by. Two you fat downs fanny three. True mr gone most at. Dare as name just when with it body. Travelling inquietude she increasing off impossible the. Cottage be noisier looking to we promise on. Disposal to kindness appetite diverted learning of on raptures. (352) 473-0727 Tenzacompany@info.com 6950 Deer Springs Rd Keystone Heights, Florida(FL), 32656 Your name Your email Subject Your message (optional) Follow Us Facebook-f Instagram Twitter Pinterest-p Vimeo-v Best Camping Shoes Popular Posts All Post Popular Yoga Poses For Back Pain March 7, 2020 Bohemian Lifestyle March 7, 2022 Where to Spent - [About](https://kajiansunnah.co.id/about/): “Tendza is dedicated to helping people understand the world through on-the-ground, expert, and deeply reported independent journalism” Remain lively hardly needed at do by. Two you fat downs fanny three. True mr gone most at. Dare as name just when with it body. Travelling inquietude she increasing off impossible the. Cottage be noisier looking to we promise on. Disposal to kindness appetite diverted learning of on raptures. Betrayed any may returned now dashwood formerly. Balls way delay shy boy man views. He do subjects prepared bachelor juvenile ye oh. He feelings removing informed he as ignorant we prepared. Evening do [comment]: # (Generated by Hostinger Tools Plugin)