BAHAYA MENGIKUTI HAWA NAFSU

MERAIH CINTA ALLAH RAHASIA HATI TENANG SAAT UJIAN DAN MUSIBAH BAHAYA MENGIKUTI HAWA NAFSU

JAKARTA – Hawa nafsu adalah godaan terbesar manusia yang bisa menjerumuskan pada dosa. Mengikuti hawa nafsu tanpa kendali akan membuat seseorang jauh dari Allah, kehilangan keberkahan hidup, dan bahkan merusak hubungan dengan orang-orang di sekitarnya. Setiap Muslim wajib memahami bahaya hawa nafsu agar terhindar dari kesalahan fatal.

Para ulama menegaskan bahwa mengikuti hawa nafsu bukan hanya soal keinginan materi atau syahwat, tetapi juga keinginan untuk bertindak tanpa batas, menuruti emosi, dan meninggalkan perintah Allah. Rasulullah ﷺ mengingatkan bahwa manusia lemah jika dikuasai hawa nafsunya.

Dalil Al-Qur’an Soal Hawa Nafsu

Allah Ta’ala berfirman:

وَلَا تُطِعِ ٱلَّهْوَ ٱلَّذِي أَنْتَ فِيهِ غَافِلٌ
“Dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu, karena ia menyesatkan kamu dari jalan Allah.”
(QS. Al-Jathiyah: 23 – tafsiran makna)

Ayat ini menekankan bahwa mengikuti hawa nafsu dapat menjauhkan manusia dari rahmat Allah dan jalan yang lurus.

Hadis Tentang Hawa Nafsu

Rasulullah ﷺ bersabda:

«إِنَّ لِكُلِّ دِينَارٍ حَقًّا، وَلِكُلِّ نَفْسٍ شَهْوَةً، وَمَنْ اتَّبَعَ شَهْوَتَهُ فَهُوَ فِي النَّارِ»
“Setiap orang memiliki hak, dan setiap jiwa memiliki keinginan. Barang siapa mengikuti keinginannya, ia berada di neraka.”
(HR. Ahmad)

Hadis ini mengingatkan bahwa mengikuti hawa nafsu tanpa kendali adalah sumber dosa yang besar.

Dampak Bahaya Mengikuti Hawa Nafsu

  • Menimbulkan dosa besar: Seperti riba, zina, dan kezaliman.
  • Merusak hati dan akhlak: Hawa nafsu membuat hati keras, egois, dan tidak bersyukur.
  • Mengganggu ibadah: Seseorang yang mengikuti hawa nafsu sering lalai dalam salat, dzikir, dan amalan wajib lainnya.

Ibnu Qayyim rahimahullah menjelaskan bahwa bahaya hawa nafsu adalah akar dari semua kejahatan manusia. Mengendalikan hawa nafsu adalah bagian dari jihad terbesar: mujahadah an-nafs.

Cara Mengendalikan Hawa Nafsu

  • Memperbanyak dzikir dan istighfar.
  • Menjaga shalat tepat waktu dan memperbanyak ibadah sunnah.
  • Menahan diri dari hal-hal yang membangkitkan syahwat dan keinginan berlebihan.

Dengan demikian, seseorang bisa terhindar dari bahaya mengikuti hawa nafsu dan hidupnya menjadi tenang serta diberkahi Allah.

Kesimpulan

  1. Hawa nafsu yang dibiarkan menguasai diri membawa kehancuran.
  2. Mengendalikan hawa nafsu mendatangkan pahala, keberkahan, dan ketenangan hati.
  3. Keluarga dan lingkungan yang menjaga diri dari hawa nafsu akan menjadi tempat yang harmonis dan penuh berkah.

Referensi

  • QS. Al-Jathiyah: 23
  • HR. Ahmad
  • Madarij as-Salikin – Imam Al-Qusyairi
  • Al-Fawaid – Ibnu Qayyim
  • Tafsir Ibnu Katsir

Related Posts

  • All Post
  • Doa-Doa
  • Kajian Islam
  • Khotbah Jumat
  • Muamala
  • Tanya Ulama
    •   Back
    • Akhlak
    • Fiqih
    • Hadis
    • Sirah Sahabat
    • Tafsir
    • Umum
    •   Back
    • Allah
    • Malaikat
    • Kitab
    • Rasul
    • Hari kiamat
    • Takdir
    •   Back
    • Sholat
    • Zakat
    • Puasa
    • Haji (Umrah)
    •   Back
    • Rukun Islam
    • Rukun Iman
    • Umum
    • Sholat
    • Zakat
    • Puasa
    • Haji (Umrah)
    • Allah
    • Malaikat
    • Kitab
    • Rasul
    • Hari kiamat
    • Takdir
Edit Template

Yuk Subscribe Kajian Sunnah

You have been successfully Subscribed! Ops! Something went wrong, please try again.

Popular Posts

No Posts Found!

Trending Posts

No Posts Found!

© 2024 Kajiansunnah.co.id