JAKARTA – Menatap akhir kehidupan sama saja seperti ketika kita ingin pindah rumah, misalnya, dari tempat A ke tempat B, kemudian ada perasaan khawatir dalam jiwa kita, perasaan itu berbisik, “Akankah saya bisa hidup dengan baik di tempat yang baru?” “Akankah saya bisa memiliki pekerjaan di sana, atau justru menganggur?” “Akankah saya bisa lebih nyaman di sana, atau malah sebaliknya?” Tiba-tiba ada orang berkata kepada Anda, “Sudah, tidak usah khawatir. Saya jamin, Anda pasti akan aman dan nyaman di tempat tinggal Anda yang baru. Saya jamin 100% Anda akan betah di tempat yang baru. Saya siap untuk melindungi jika terjadi apa-apa pada diri Anda!”
Kira-kira, bagaimana perasaan kita setelah mendengar ada jaminan seperti itu? Tentu, kita akan sangat bahagia dan optimis, bahwa perpindahan rumah yang akan kita lakukan insya Allah pasti aman sentosa, karena kita tahu bahwa akan ada yang menjaga kita. Perasaan ini mirip dengan ketenangan yang akan Allah berikan kepada seorang mukmin menjelang akhir kehidupan.
Berikut Penjelasan Tentang Akhir Kehidupan
Para pembaca yang kami hormati …
Demikianlah keadaan seorang mukmin ketika akan berpindah dari alam dunia menuju ke alam berikutnya, dia akan diberikan ketenangan oleh Allah subhanahu wa ta’ala melalui malaikat-Nya ketika sakaratul maut itu tiba. Inilah kabar besar menjelang akhir kehidupan seorang hamba.
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,
﴿إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزُّلُ عَلَيهِمُ الْمَلَآئِكَةُ أَلَّا تَخَافُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالجَنَّةِ الَّتِي كُنْتُم تُوعَدُونَ نَحْنُ أَولِيَآؤُكُمْ فِي الحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الآخِرَةِۖ وَلَكُمْ فِيهَا مَا تَشْتَهِي أَنْفُسُكُم وَلَكُمْ فِيهَا مَا تَدَّعُون نُزُلًا مِّن غَفُورٍ رَّحِيمٍ ﴾
“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan, ‘Rabb kami adalah Allah,’ kemudian mereka istikamah, maka akan turun para malaikat (rahmat) seraya mengatakan, ‘Janganlah kalian takut, jangan pula kalian bersedih, berbahagialah kalian dengan surga yang telah dijanjikan untuk kalian. Sesungguhnya kami adalah para pelindung kalian di dunia dan akhirat. Di surga kalian akan mendapatkan apa saja yang kalian inginkan, kalian juga akan memperoleh apapun yang kalian pinta. Sebagai bentuk penghormatan bagi kalian dari Allah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.’”[1]
Ayat ini menunjukkan bahwa menjelang akhir kehidupan, malaikat memberikan ketenangan dan kabar gembira kepada seorang mukmin.
Tafsir Istikamah pada Ayat di Atas
Tadi disebutkan, bahwa orang-orang yang mengatakan, “Rabb kami adalah Allah,” kemudian mereka istikamah. Bagaimana maksudnya? Para ulama kita menjelaskan, sekurang-kurangnya ada tiga makna dari ayat tersebut:
- Mentauhidkan Allah.[2]
- Taat kepada Allah dan menjalankan kewajiban.[3]
- Ikhlas beramal sampai meninggal.[4]
Mari kita bahas secara ringkas ketiga poin di atas:
1. Mentauhidkan Allah
Allah ‘azza wa jalla berfirman,
﴿ وَمَا خَلَقْتُ الجِنَّ وَالإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ ﴾
“Tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia melainkan untuk beribadah kepada-Ku.”[5]
Mentauhidkan Allah yaitu meyakini dengan seyakin-yakinnya bahwa Allah ada, bahwa Allah-lah yang menciptakan, mematikan, memberi rizki, dan mengatur alam semesta ini. Orang yang bertauhid akan diberi ketenangan ketika menghadapi akhir kehidupan.
2. Taat kepada Allah dan menjalankan kewajiban
Pentingnya menjalankan ketaatan kepada Allah dan menunaikan kewajiban-kewajiban. Dua hal ini harus kita miliki, jangan sampai salah satunya tidak ada.
Contoh:
- Berpuasa Ramadan hanya ikut-ikutan.
- Salat untuk dilihat orang.
- Membersihkan rumah sambil marah-marah.
- Berhaji dengan uang korupsi.
Kita harus selalu meminta agar Allah memudahkan kita untuk taat dan istikamah.
اللَّهُمَّ مُصَرِّفَ الْقُلُوبِ صَرِّفْ قُلُوبَنَا عَلَى طَاعَتِكَ
“Wahai Allah, Dzat Yang membolak-balikkan hati manusia, tetapkanlah hati kami di atas ketaatan pada-Mu.”[6]
3. Ikhlas beramal sampai meninggal
Ini berat, kecuali bagi orang yang diberikan taufik oleh Allah subhanahu wa ta’ala. Orang yang ikhlas dalam tauhid dan amal salehnya, maka dia akan mendapatkan ketenangan ketika sakaratul maut tiba—sebuah karunia luar biasa menjelang akhir kehidupan.
Balasan Surga
Orang-orang yang bisa menjaga ketiga poin di atas, maka dia akan mendapatkan dua kenikmatan:
- Husnul khatimah.
- Surga.
Mungkin ini yang bisa kami sampaikan, semoga yang sedikit ini bermanfaat. Baarakallahu fiikum.
Ditulis oleh:
Abu Yusuf Wisnu Prasetya, S.H
Referensi:
[1] QS. Fushshilat: 30–32.
[2] Pendapat Abu Bakar ash-Shiddiq dan Mujahid.
[3] Ibnu Abbas, al-Hasan al-Bashri, dan Qatadah.
[4] Abu al-‘Aliyah dan as-Suddi.
[5] QS. Adz-Dzariyat: 56.
[6] HR. Muslim no. 2654, dari Abdullah bin Amr bin al-Ash radhiyallahu’anhu.


