JAKARTA – Adab berdoa sering kali dianggap sepele, padahal doa adalah ibadah yang sangat agung dalam Islam. Bahkan Rasulullah ﷺ menegaskan bahwa doa merupakan inti dari ibadah seorang hamba kepada Rabb-nya. Sayangnya, banyak kaum muslimin rajin berdoa, namun kurang memperhatikan adab berdoa yang diajarkan oleh Al-Qur’an dan Sunnah, sehingga doa tersebut terhalang dari terkabulnya.
Adab Berdoa dengan Ikhlas dan Menghadirkan Hati Saat Berdoa
Salah satu adab berdoa yang paling sering dilupakan adalah keikhlasan dan kekhusyukan. Allah Ta’ala berfirman:
﴿ فَادْعُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ ﴾
“Berdoalah kepada Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya.”
(QS. Ghafir: 14)
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Berdoalah kepada Allah dalam keadaan yakin akan dikabulkan, dan ketahuilah bahwa Allah tidak mengabulkan doa dari hati yang lalai dan tidak sungguh-sungguh.”
(HR. At-Tirmidzi no. 3479, hasan)
Memulai doa dengan Pujian dan shalawat termasuk adab berdoa yang sering ditinggalkan adalah langsung meminta tanpa memuji Allah dan bershalawat kepada Nabi ﷺ. Rasulullah ﷺ bersabda:
“Jika salah seorang dari kalian berdoa, hendaklah ia memulai dengan memuji Allah dan menyanjung-Nya, kemudian bershalawat kepada Nabi, lalu berdoa dengan apa yang ia kehendaki.”
(HR. Abu Dawud no. 1481, dinilai shahih oleh Al-Albani)
Banyak orang meninggalkan adab berdoa dengan tergesa-gesa, lalu berkata: “Aku sudah berdoa tapi belum dikabulkan.” Rasulullah ﷺ bersabda:
“Akan dikabulkan doa salah seorang di antara kalian selama ia tidak tergesa-gesa, yaitu dengan mengatakan: ‘Aku sudah berdoa, tetapi belum juga dikabulkan.’”
(HR. Al-Bukhari no. 6340 dan Muslim no. 2735)
Adab Berdoa dengan Memakan yang Halal dan Menjauhi yang Haram
Ini termasuk adab berdoa yang sangat penting namun sering diabaikan. Rasulullah ﷺ bersabda tentang seorang musafir yang berdoa dengan penuh kesungguhan, namun makanannya haram, minumannya haram, dan pakaiannya haram, lalu beliau bersabda:
“Maka bagaimana mungkin doanya dikabulkan?”
(HR. Muslim no. 1015)
Adab berdoa berikutnya adalah yakin bahwa Allah Maha Mendengar dan Maha Mengabulkan. Allah Ta’ala berfirman:
﴿ وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ ﴾
“Berdoalah kepada-Ku, niscaya Aku kabulkan bagi kalian.”
(QS. Ghafir: 60)
Ibnu Al-Qayyim rahimahullah berkata:
“Doa adalah senjata orang beriman. Kekuatan senjata itu tergantung pada kuat atau lemahnya iman dan adab pelakunya.”
(Ad-Da’ wad-Dawa’, hlm. 11)
Penutup
Memperhatikan adab berdoa bukan sekadar pelengkap, tetapi bagian dari kesempurnaan ibadah itu sendiri. Semakin baik adab seorang hamba dalam berdoa, semakin besar harapannya untuk dikabulkan oleh Allah Ta’ala. Semoga kita termasuk hamba-hamba yang memperbaiki adab dalam bermunajat kepada-Nya.
Wallahu a’lam.
Referensi
- Al-Qur’an Al-Karim
- Shahih Al-Bukhari
- Shahih Muslim
- Sunan At-Tirmidzi
- Sunan Abu Dawud
- Ibnu Al-Qayyim, Ad-Da’ wad-Dawa’


