JAKARTA – Mendidik anak bukan sekadar memberi kasih sayang, tetapi juga menanamkan disiplin, adab, dan akhlak mulia. Seorang anak yang dididik dengan cinta namun tetap tegas akan tumbuh menjadi pribadi yang seimbang antara kasih sayang, ketaatan, dan tanggung jawab. Pendidikan ini menjadi amanah besar bagi orang tua yang kelak akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah.
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:
﴿ وَقُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا ﴾
“Jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka.” (QS. At-Tahrim: 6)
Ayat ini menekankan pentingnya mendidik keluarga, termasuk anak-anak, agar mereka tumbuh dalam ketaatan kepada Allah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
«كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ»
“Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya.” (HR. Al-Bukhari & Muslim)
Kasih sayang tanpa tegas dapat membuat anak manja dan tidak disiplin, sedangkan tegas tanpa cinta dapat menimbulkan rasa takut dan dendam. Oleh karena itu, seimbangnya kasih sayang dan ketegasan adalah kunci.
Beberapa langkah syar’i yang dianjurkan untuk Mendidik Anak:
- Tegas dalam batasan, lembut dalam komunikasi: Jelaskan aturan dengan bahasa yang mudah dimengerti, jangan memarahi dengan emosi.
- Memberikan teladan yang baik: Anak meniru perilaku orang tua, baik ibadah maupun akhlak.
- Mengapresiasi kebaikan anak: Memberikan pujian saat anak berbuat benar agar motivasi meningkat.
- Konsisten dalam disiplin: Aturan yang jelas dan konsisten membuat anak merasa aman dan memahami batasan.
Kesimpulannya, mendidik anak dengan cinta tapi tegas adalah kewajiban yang harus dijalankan orang tua. Dengan kasih sayang yang tulus, disiplin yang konsisten, dan teladan yang baik, anak akan tumbuh menjadi hamba Allah yang beriman, berakhlak mulia, dan bertanggung jawab. Pendidikan yang benar akan menjadi investasi pahala jangka panjang bagi orang tua.
Referensi:
- QS. At-Tahrim: 6
- HR. Al-Bukhari no. 893 & Muslim no. 1829
- Kitab Riyadhus Shalihin, Imam Nawawi


