BAHAYA GHIBAH DAN CARA MENGHINDARINYA

BAHAYA GHIBAH DAN CARA MENGHINDARINYA

JAKARTA – Bahaya ghibah (menggunjing) adalah perkara yang sangat besar dalam Islam, namun sering kali dianggap sepele oleh banyak orang. Padahal, ghibah termasuk dosa besar yang dapat menghapus pahala amal saleh dan menjerumuskan pelakunya ke dalam murka Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Dalam kehidupan sehari-hari, ghibah sering muncul dalam bentuk obrolan ringan, candaan, bahkan kemasan “curhat” atau “diskusi”. Padahal, hakikatnya ghibah tetaplah menceritakan aib orang lain tanpa hak. Karena itu, setiap Muslim wajib berhati-hati agar lisannya tidak menjadi penyebab kebinasaan di akhirat.

Rasulullah ﷺ menjelaskan dengan sangat jelas apa itu ghibah. Dalam sebuah hadits disebutkan:

«ذِكْرُكَ أَخَاكَ بِمَا يَكْرَهُ»

“Engkau menyebut saudaramu dengan sesuatu yang ia benci.”
(HR. Muslim no. 2589)

Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimana jika yang aku katakan itu benar ada pada saudaraku?” Beliau menjawab:

«إِنْ كَانَ فِيهِ مَا تَقُولُ فَقَدِ اغْتَبْتَهُ، وَإِنْ لَمْ يَكُنْ فِيهِ فَقَدْ بَهَتَّهُ»

“Jika apa yang engkau katakan benar ada padanya, maka engkau telah mengghibahinya. Jika tidak ada padanya, berarti engkau telah memfitnahnya.”
(HR. Muslim no. 2589)

Dari penjelasan Nabi ﷺ ini, jelas bahwa ghibah bukan hanya tentang kebohongan, tetapi juga kebenaran yang disampaikan tanpa hak.

Bahaya Ghibah: Termasuk Dosa Besar

Allah Subhanahu wa Ta’ala menggambarkan perbuatan ghibah dengan gambaran yang sangat mengerikan dalam Al-Qur’an:

وَلَا يَغْتَب بَّعْضُكُم بَعْضًا ۚ أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَن يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ

“Dan janganlah sebagian kalian menggunjing sebagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kalian memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentu kalian merasa jijik.”
(QS. Al-Hujurat: 12)

Ayat ini menunjukkan betapa keji perbuatan ghibah di sisi Allah. Seseorang yang menggunjing seakan-akan memakan daging saudaranya sendiri yang sudah mati — tak berdaya dan tak bisa membela diri.

Rasulullah ﷺ bersabda:

«لَمَّا عُرِجَ بِي مَرَرْتُ بِقَوْمٍ لَهُمْ أَظْفَارٌ مِنْ نُحَاسٍ يَخْمُشُونَ وُجُوهَهُمْ وَصُدُورَهُمْ، فَقُلْتُ: مَنْ هَؤُلَاءِ يَا جِبْرِيلُ؟ قَالَ: هَؤُلَاءِ الَّذِينَ يَأْكُلُونَ لُحُومَ النَّاسِ وَيَقَعُونَ فِي أَعْرَاضِهِمْ»

“Ketika aku dimi‘rajkan, aku melewati suatu kaum yang memiliki kuku dari tembaga. Mereka mencakar wajah dan dada mereka sendiri. Aku bertanya, ‘Siapa mereka, wahai Jibril?’ Ia menjawab, ‘Mereka adalah orang-orang yang memakan daging manusia (ghibah) dan mencela kehormatan orang lain.’”
(HR. Abu Dawud no. 4878, Ahmad 3:224; hasan)

Hadits ini menggambarkan siksa berat bagi bahaya ghibah di akhirat kelak. Mereka akan disiksa karena menyakiti kehormatan saudaranya di dunia.

Selain berdampak di akhirat, bahaya ghibah juga membawa banyak keburukan di dunia, antara lain:

  • Merusak ukhuwah (persaudaraan) antar-Muslim.
  • Menumbuhkan kebencian dan permusuhan.
  • Menghilangkan kepercayaan di antara sesama.
  • Menghapus pahala amal saleh.

Rasulullah ﷺ bersabda:

«أَتَدْرُونَ مَا الْمُفْلِسُ؟» قَالُوا الْمُفْلِسُ فِينَا مَنْ لَا دِرْهَمَ لَهُ وَلَا مَتَاعَ، فَقَالَ: «الْمُفْلِسُ مِنْ أُمَّتِي مَنْ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِصَلَاةٍ وَصِيَامٍ وَزَكَاةٍ، وَيَأْتِي قَدْ شَتَمَ هَذَا وَقَذَفَ هَذَا، وَأَكَلَ مَالَ هَذَا، وَسَفَكَ دَمَ هَذَا، وَضَرَبَ هَذَا، فَيُعْطَى هَذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ، وَهَذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ، فَإِنْ فَنِيَتْ حَسَنَاتُهُ قَبْلَ أَنْ يُقْضَى مَا عَلَيْهِ، أُخِذَ مِنْ خَطَايَاهُمْ فَطُرِحَتْ عَلَيْهِ، ثُمَّ طُرِحَ فِي النَّارِ»

“Tahukah kalian siapa orang yang bangkrut? Mereka menjawab, ‘Orang yang tidak punya dirham dan harta.’ Beliau bersabda, ‘Orang yang bangkrut dari umatku adalah orang yang datang pada hari kiamat dengan membawa salat, puasa, dan zakat, tetapi dia pernah mencaci, memfitnah, dan menumpahkan darah. Maka diberikanlah kebaikannya kepada orang-orang yang dizalimi, hingga jika habis kebaikannya sebelum terbayar semua kesalahannya, dosa-dosa mereka ditimpakan kepadanya, lalu dia dilemparkan ke neraka.’”
(HR. Muslim no. 2581)

Cara Menghindari Bahaya Ghibah

Agar terhindar dari dosa besar ini, seorang Muslim dapat melakukan beberapa hal berikut:

  • Menjaga lisan dan hati. Ingat selalu bahwa setiap kata akan dimintai pertanggungjawaban.
  • Sibukkan diri dengan amal saleh. Orang yang sibuk dengan kebaikan tak punya waktu untuk membicarakan aib orang lain.
  • Ingat bahwa setiap orang punya kekurangan. Jika kita menutupi aib orang lain, Allah akan menutupi aib kita di dunia dan akhirat.
  • Berteman dengan orang saleh. Lingkungan yang baik akan menuntun pada pembicaraan yang bermanfaat.
  • Segera bertaubat dan minta maaf jika pernah mengghibahi seseorang.

Kesimpulan

Ghibah adalah dosa besar yang dapat menghapus pahala amal saleh dan menimbulkan permusuhan.

Allah menggambarkan ghibah dengan perbuatan menjijikkan: memakan daging saudara sendiri yang telah mati.

Menjaga lisan adalah tanda kesempurnaan iman. Sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ:
«مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ»

“Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam.”
(HR. Bukhari no. 6018, Muslim no. 47)

Referensi:

  • QS. Al-Hujurat: 12
  • HR. Muslim no. 2589, no. 2581
  • HR. Abu Dawud no. 4878
  • Riyadhus Shalihin karya Imam Nawawi
  • Tafsir Ibnu Katsir
  • Al-Kaba’ir karya Adz-Dzahabi

Related Posts

  • All Post
  • Doa-Doa
  • Kajian Islam
  • Khotbah Jumat
  • Muamala
  • Tanya Ulama
    •   Back
    • Akhlak
    • Fiqih
    • Hadis
    • Sirah Sahabat
    • Tafsir
    • Umum
    •   Back
    • Allah
    • Malaikat
    • Kitab
    • Rasul
    • Hari kiamat
    • Takdir
    •   Back
    • Sholat
    • Zakat
    • Puasa
    • Haji (Umrah)
    •   Back
    • Rukun Islam
    • Rukun Iman
    • Umum
    • Sholat
    • Zakat
    • Puasa
    • Haji (Umrah)
    • Allah
    • Malaikat
    • Kitab
    • Rasul
    • Hari kiamat
    • Takdir
Edit Template

Yuk Subscribe Kajian Sunnah

You have been successfully Subscribed! Ops! Something went wrong, please try again.

Popular Posts

No Posts Found!

Trending Posts

No Posts Found!

© 2024 Kajiansunnah.co.id