JAKARTA – Kata kasar ke pasangan sering dianggap hal biasa dalam rumah tangga, terutama saat emosi memuncak. Padahal, kata kasar ke pasangan termasuk bentuk akhlak tercela yang sangat dibenci dalam Islam. Lisan adalah cerminan hati, dan rumah tangga yang dibangun dengan kata-kata kasar perlahan akan kehilangan keberkahan dan ketenangan.
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:
﴿ وَقُولُوا لِلنَّاسِ حُسْنًا ﴾
“Dan ucapkanlah perkataan yang baik kepada manusia.”
(QS. Al-Baqarah: 83)
Jika kepada manusia secara umum saja diperintahkan berkata baik, maka kepada pasangan—yang paling dekat dan paling banyak berinteraksi—tentu lebih utama lagi. Kata kasar ke pasangan bisa berupa bentakan, hinaan, sindiran menyakitkan, hingga merendahkan di depan anak atau orang lain.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لِأَهْلِهِ
“Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik kepada keluarganya.”
(HR. Tirmidzi no. 3895, hasan)
Hadis ini menunjukkan bahwa ukuran kebaikan seorang Muslim bukan hanya di masjid atau majelis ilmu, tetapi bagaimana lisannya saat di rumah. Banyak orang terlihat santun di luar, namun berubah kata kasar ke pasangan. Inilah bentuk ketimpangan akhlak yang berbahaya.
Dampak kata kasar ke pasangan sangat luas. Secara emosional, pasangan akan terluka, kehilangan rasa aman, dan bisa menumbuhkan kebencian tersembunyi. Secara spiritual, pahala bisa berkurang karena menyakiti sesama Muslim. Bahkan dalam jangka panjang, kata-kata kasar bisa menjadi sebab retaknya rumah tangga.
Imam An-Nawawi rahimahullah menjelaskan bahwa menyakiti orang lain dengan lisan termasuk dosa yang sering diremehkan, padahal dampaknya lebih dalam daripada pukulan fisik. Karena luka lisan sering menetap di hati.
Islam mengajarkan solusi praktis untuk menghindari kata kasar ke pasangan, di antaranya:
- Menahan lisan saat emosi, karena diam lebih selamat.
- Mengingat bahwa pasangan adalah amanah dari Allah.
- Membiasakan kata-kata lembut meski dalam nasihat dan teguran.
- Segera istighfar dan meminta maaf jika terlanjur menyakiti.
Kesimpulan:
Kata kasar ke pasangan bukan masalah sepele, tetapi dosa yang bisa mengikis cinta dan keberkahan rumah tangga. Menjaga lisan adalah bagian dari iman, dan rumah tangga yang diberkahi lahir dari akhlak yang lembut dan penuh rahmat.
Referensi:
- QS. Al-Baqarah: 83
- HR. Tirmidzi no. 3895
- Imam An-Nawawi, Syarh Shahih Muslim


