IKHTILAT DI KA’BAH: APAKAH BOLEH?

HUKUM MELAKUKAN THAWAF DI KUBURAN IKHTILAT DI KA'BAH: APAKAH BOLEH?

JAKARTA – Ikhtilat di Ka’bah menjadi salah satu fenomena yang menarik untuk dipahami, terutama bagi mereka yang terbiasa melihat pemisahan antara laki-laki dan perempuan di masjid-masjid di Indonesia. Di tempat suci ini, jamaah lelaki dan perempuan memang sering berada di satu area saat melakukan thawaf atau sholat, namun perlu dipahami bahwa kondisi tersebut termasuk bagian dari aturan syariat yang memperbolehkan ikhtilat di Ka’bah selama tetap menjaga batasan-batasan yang ditetapkan, sehingga ibadah dapat dilaksanakan dengan tertib dan aman.

Salah satu pertanyaan yang sering dilontarkan oleh orang-orang awam adalah bercampur baur antara laki-laki dan perempuan di Masjidil Harom. Sedangkan di negara Indonesia saja hampir seluruh masjid dibedakan antara tempat sholat lelaki dan perempuan. Kenapa ini bisa terjadi di tempat yang paling suci dan dihormati oleh seluruh kaum muslimin?

Ketahuilah pertanyaan demikian bisa dibahas dalam 2 variable:
Variable pertama adalah apa yang dimaksud dengan Ikhtilat? dan apa hukumnya?

Ikhtilat diambil dari kata اِخْتَلَطَ – يَخْتَلِطُ yang mana asal katanya adalah خَلَطَ -يَخْلِطُ yaitu mencampur adukan antara 2 hal hingga tercampur. [1] Ikhtilat yang mulai populer didalam literatur islam adalah bercampur baurnya kaum lelaki dan perempuan di dalam satu tempat.[2] Para ulama membagi ikhtilat menjadi 2:

1. Ikhtilat yang boleh adalah bercampur baurnya kaum lelaki dan perempuan di satu tempat dengan memperhatikan rambu-rambu syariat seperti tidak melihat lawan jenis tanpa syahwat, atau melakukan komunikasi dengan suara mendayu-mandayu, atau berkomunikasi antara kedua belah pihak dengan topik obrolan yang merangsang kepada syahwat haram. Ikhtilat yang seperti ini diperbolehkan oleh para ulama seperti bercampur baur kaum lelaki dan wanita di pasar, kelas dll

2.  adalah bercampur baurnya kaum lelaki dan perempuan di satu tempat dengan tidak memperhatikan rambu-rambu syariat. Syaikh Sa’id bin Wahf Al-Qohtoni rahimahullah mengatakan:
“Berkumpulnya kaum lelaki dan perempuan yaIkhtilat yang haramng bukan mahram di satu tempat, yang memungkinkan mereka melihat, melempar isyarat, berkomunikasi satu sama lain tanpa ada batasan yang membatasi mereka dari kehancuran dan ketergelinciran.[3]

Dari 2 definisi diatas maka bisa kita ambil kesimpulan jika perekumpulan antara kaum lelaki dan perempuan bebas dari yang haram atau Ikhtilat di Ka’bah seperti yang disebutkan diatas maka tidak mengapa.

Variable kedua apakah ikhtilat di ka’bah termasuk ikhtilat yang boleh atau haram?

Ketika seorang Towaf atau Sholat di sekitar Ka’bah maka sudah dipastikan dia akan ikhtilat dengan lawan jenis, namun perlu diketahui bersama bahwa keadaannya memang tidak memungkinkan untuk jamaah lelaki dan perempuan berbeda tempat, ditambah dengan banyaknya jamaah yang datang untuk melaksanakan ibadah disana. Para ulama sudah menjelaskan tentang fenomena ini dan bahkan pernah muncul pertanyaan dari seorang Tabi’in yang bernama Ibnu Hisyam, sebagaimana sebuah Hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari beliau membawakan sebuah bab berjudul: “Thowafnya perempuan dengan laki-laki”:

و قَالَ لِي عَمْرُو بْنُ عَلِيٍّ حَدَّثَنَا أَبُو عَاصِمٍ قَالَ ابْنُ جُرَيْجٍ أَخْبَرَنَا قَالَ أَخْبَرَنِي عَطَاءٌ إِذْ مَنَعَ ابْنُ هِشَامٍ النِّسَاءَ الطَّوَافَ مَعَ الرِّجَالِ قَالَ كَيْفَ يَمْنَعُهُنَّ وَقَدْ طَافَ نِسَاءُ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَعَ الرِّجَالِ قُلْتُ أَبَعْدَ الْحِجَابِ أَوْ قَبْلُ قَالَ إِي لَعَمْرِي لَقَدْ أَدْرَكْتُهُ بَعْدَ الْحِجَابِ قُلْتُ كَيْفَ يُخَالِطْنَ الرِّجَالَ قَالَ لَمْ يَكُنَّ يُخَالِطْنَ كَانَتْ عَائِشَةُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا تَطُوفُ حَجْرَةً مِنْ الرِّجَالِ لَا تُخَالِطُهُمْ فَقَالَتْ امْرَأَةٌ انْطَلِقِي نَسْتَلِمْ يَا أُمَّ الْمُؤْمِنِينَ قَالَتْ انْطَلِقِي عَنْكِ وَأَبَتْ يَخْرُجْنَ مُتَنَكِّرَاتٍ بِاللَّيْلِ فَيَطُفْنَ مَعَ الرِّجَالِ وَلَكِنَّهُنَّ كُنَّ إِذَا دَخَلْنَ الْبَيْتَ قُمْنَ حَتَّى يَدْخُلْنَ وَأُخْرِجَ الرِّجَالُ

Dan berkata, kepadaku ‘Amru bin ‘Ali telah menceritakan kepada kami Abu ‘Ashim berkata, Ibnu Juraij telah mengabarkan kepada kami, berkata,, telah mengabarkan kepada saya ‘Atho’ ketika Ibnu Hisyam melarang para wanita untuk thawaf bersama kaum lelaki, ia (‘Atho’) berkata; “Bagaimana kalian melarang mereka sedangkan para isteri Nabi g melakukan tawaf bersama kaum lelaki?”. Aku bertanya: “Apakah setelah turun ayat hijab atau sebelumnya?”. Ia menjawab: “Benar, sungguh aku mendapatinya setelah turun ayat hijab”. Aku berkata: “Bagaimana mereka berbaur dengan kaum lelaki?”. Ia menjawab: “Mereka tidak berbaur dengan kaum lelaki, dan ‘Aisyah radliallahu ‘anha thawaf dengan menyendiri dan tidak berbaur dengan kaum lelaki”. Lalu ada seorang wanita berkata, kepadanya: “Beranjaklah wahai Ummul Mukminin, mari kita mencium hajar aswad”. ‘Aisyah radliallahu ‘anha menjawab: “Engkau saja yang pergi”. Sedangkan ia enggan untuk pergi. Dahulu kaum wanita keluar pada malam hari tanpa diketahui keberadaannya, lalu mereka thawaf bersama kaum lelaki. Namun mereka jika memasuki masjid, mereka berdiri hingga mereka masuk saat para lelaki telah keluar.[4]
Maka kesimpulannya adalah dibolehkan bagi kaum lelaki dan perempuan untuk thowaf dan sholat bersama disekitar Ka’bah.

Wallahu a’alam

Ditulis oleh Abu Husna Gilang Malcom Habiebie

[1] Al-Mu’jam Al-Wasith Hal 250
[2] islamweb.net
[3] Al-Iktilat bayna Ar-Rijal wa An-Nisa hal 8
[4] Shahih Bukhari no: 1618

 

Related Posts

  • All Post
  • Doa-Doa
  • Kajian Islam
  • Khotbah Jumat
  • Muamala
  • Tanya Ulama
    •   Back
    • Akhlak
    • Fiqih
    • Hadis
    • Sirah Sahabat
    • Tafsir
    • Umum
    •   Back
    • Allah
    • Malaikat
    • Kitab
    • Rasul
    • Hari kiamat
    • Takdir
    •   Back
    • Sholat
    • Zakat
    • Puasa
    • Haji (Umrah)
    •   Back
    • Rukun Islam
    • Rukun Iman
    • Umum
    • Sholat
    • Zakat
    • Puasa
    • Haji (Umrah)
    • Allah
    • Malaikat
    • Kitab
    • Rasul
    • Hari kiamat
    • Takdir
Edit Template

Yuk Subscribe Kajian Sunnah

You have been successfully Subscribed! Ops! Something went wrong, please try again.

Popular Posts

No Posts Found!

Trending Posts

No Posts Found!

© 2024 Kajiansunnah.co.id