ILMU TAK DIANGGAP TANPA AMAL PERBUATAN

ILMU TAK DIANGGAP TANPA AMAL PERBUATAN

JAKARTA – Amal merupakan bukti nyata dari ilmu yang telah dipelajari seseorang. Dalam Islam, ilmu bukan sekadar untuk diketahui atau dihafalkan, tetapi juga harus diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, setiap Muslim hendaknya memperhatikan apa yang telah dia lakukan dengan ilmu yang dimilikinya, sebab pada hari Kiamat kelak, ilmu yang telah diketahui akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda,

لاَ تَزُولُ قَدَمَا ابْنِ آدَمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ عِنْدِ رَبِّهِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ خَمْسٍ: عَنْ عُمْرِهِ فِيمَ أَفْنَاهُ، وَعَنْ شَبَابِهِ فِيمَ أَبْلاَهُ، وَمَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ، وَفِيمَ أَنْفَقَهُ، وَمَاذَا عَمِلَ فِيمَا عَلِمَ.

“Tidaklah akan bergeser kedua kaki seorang anak Adam (manusia) pada hari Kiamat kelak di hadapan Rabbnya, sampai dia ditanya tentang lima perkara: (1) tentang umurnya, untuk apa dia habiskan; (2) tentang masa mudanya, untuk apa dia gunakan; (3) tentang hartanya, dari mana dia dapatkan; (4) untuk apa dia habiskan; dan (5) apa yang sudah dia amalkan dari ilmu yang telah dia ketahui.”[1]

Mengenai hadits ini, Imam ath-Thibi rahimahullah mengatakan,

إِنَّمَا غَيَّرَ السُّؤَالَ فِي الْخَصْلَةِ الْخَامِسَةِ؛ حَيْثُ لَمْ يَقُلْ: وَعَنْ عَمَلِهِ؛ مَاذَا عَمِلَ بِهِ، لِأَنَّهَا أَهَمُّ شَيْءٍ وَأَوْلَاهُ وَفِيهِ إِيْذَانٌ بِأَنَّ الْعِلْمَ مُقَدَّمَةُ الْعَمَلِ وَهُوَ لَا يُعْتَدُّ بِهِ لَوْلَا الْعَمَلُ

“Alasan pertanyaan (beliau ﷺ) pada hal yang kelima ini diubah redaksinya, yaitu tidak menggunakan kalimat ‘dan tentang amalnya’, adalah karena amal merupakan hal yang paling penting dan paling utama. Hal ini juga menjadi pengingat bahwa ilmu sebenarnya merupakan pengantar menuju amal, dan ilmu tersebut tidak akan ada nilainya jika tidak diamalkan.”[2]

Ditulis oleh:

Abu Yusuf Wisnu Prasetya, S.H.

[1] HR. At-Tirmidzi, no. 2417. Dinilai shahih oleh Syekh al-Albani dalam Silsilah al-Ahaadiits ash-Shahiihah, no. 946.

[2] Lihat: Tuhfah al-Ahwadzii bi Syarh Jaami’ at-Tirmidzii, 7/85.

Related Posts

  • All Post
  • Doa-Doa
  • Kajian Islam
  • Khotbah Jumat
  • Muamala
  • Tanya Ulama
    •   Back
    • Akhlak
    • Fiqih
    • Hadis
    • Sirah Sahabat
    • Tafsir
    • Umum
    •   Back
    • Allah
    • Malaikat
    • Kitab
    • Rasul
    • Hari kiamat
    • Takdir
    •   Back
    • Sholat
    • Zakat
    • Puasa
    • Haji (Umrah)
    •   Back
    • Rukun Islam
    • Rukun Iman
    • Umum
    • Sholat
    • Zakat
    • Puasa
    • Haji (Umrah)
    • Allah
    • Malaikat
    • Kitab
    • Rasul
    • Hari kiamat
    • Takdir
Edit Template

Yuk Subscribe Kajian Sunnah

You have been successfully Subscribed! Ops! Something went wrong, please try again.

Popular Posts

No Posts Found!

Trending Posts

No Posts Found!

© 2024 Kajiansunnah.co.id