KESALAHAN SUAMI DALAM MEMIMPIN RUMAH TANGGA

KEUTAMAAN MENAFKAHI KELUARGA DALAM ISLAM KESALAHAN SUAMI DALAM MEMIMPIN RUMAH TANGGA

JAKARTA – Kesalahan suami dalam memimpin rumah tangga sering kali tidak disadari, padahal hal ini bisa berdampak langsung pada keharmonisan keluarga. Kesalahan itu bisa muncul karena kurangnya pemahaman tentang hak dan kewajiban, sikap keras kepala, atau bahkan menyepelekan peran istri dalam membangun keluarga. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

وَعَاشِرُوهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ ۚ فَإِن كَرِهْتُمُوهُنَّ فَعَسَىٰ أَن تَكْرَهُوا شَيْئًا وَيَجْعَلَ اللَّهُ فِيهِ خَيْرًا كَثِيرًا

Wa ‘ashiruhunna bil ma’ruf, fa in karihtumuhunna fa ‘asaa an takrahu syaian wa yajalallahu fihi khairan katsiran

“Dan bergaullah dengan mereka secara baik. Jika kamu tidak menyukai mereka, mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan di dalamnya kebaikan yang banyak.” (QS. An-Nisa: 19)

Kesalahan suami sering muncul ketika ia mengabaikan komunikasi dengan istri. Banyak suami menyepelekan nasihat istri atau tidak mau mendengarkan keluh kesahnya, padahal Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لِأَهْلِهِ وَأَنَا خَيْرُكُمْ لِأَهْلِي

Khayrukum khayrukum li ahlihi wa ana khayrukum li ahli

“Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap keluarganya, dan aku adalah yang paling baik di antara kalian terhadap keluargaku.” (HR. At-Tirmidzi no. 3895, Hasan)

Kesalahan Suami Soal Keseimbangan

Selain itu, suami sering salah dalam menyeimbangkan kasih sayang dan disiplin. Ada suami yang terlalu keras sehingga membuat istri dan anak merasa takut, ada pula yang terlalu permisif hingga kehilangan kendali rumah tangga. Tindakan ini bisa menimbulkan keretakan, stres, bahkan mengurangi pahala dalam menjalankan tugas sebagai pemimpin keluarga.

Kesalahan lainnya adalah mengabaikan tanggung jawab finansial. Suami yang lalai menafkahi keluarga sesuai kemampuan atau menunda membayar hak-hak istri dan anak bisa menyebabkan rasa kecewa dan ketegangan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيُكْفِ مَا لَهُ أَهْلُهُ

Wa man kana yu’minu billahi wal yaumil akhir fal yukfi ma lahu ahlihi

“Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia menunaikan hak keluarganya.” (HR. Muslim no. 1218)

Kesimpulannya, kesalahan suami dalam memimpin rumah tangga bukan hanya masalah disiplin, tetapi juga akhlak dan pemahaman terhadap hak istri dan anak. Suami yang bijak adalah yang mampu mendengarkan, menyeimbangkan kasih sayang dan disiplin, serta menunaikan tanggung jawab finansial. Semoga kita semua termasuk suami yang menjaga amanah ini dengan sebaik-baiknya.

Referensi:

QS. An-Nisa: 19, HR. At-Tirmidzi no. 3895, HR. Muslim no. 1218.

Related Posts

  • All Post
  • Doa-Doa
  • Kajian Islam
  • Khotbah Jumat
  • Muamala
  • Tanya Ulama
    •   Back
    • Akhlak
    • Fiqih
    • Hadis
    • Sirah Sahabat
    • Tafsir
    • Umum
    •   Back
    • Allah
    • Malaikat
    • Kitab
    • Rasul
    • Hari kiamat
    • Takdir
    •   Back
    • Sholat
    • Zakat
    • Puasa
    • Haji (Umrah)
    •   Back
    • Rukun Islam
    • Rukun Iman
    • Umum
    • Sholat
    • Zakat
    • Puasa
    • Haji (Umrah)
    • Allah
    • Malaikat
    • Kitab
    • Rasul
    • Hari kiamat
    • Takdir
Edit Template

Yuk Subscribe Kajian Sunnah

You have been successfully Subscribed! Ops! Something went wrong, please try again.

Popular Posts

No Posts Found!

Trending Posts

No Posts Found!

© 2024 Kajiansunnah.co.id