KETIKA IMAN MELEMAH, APA YANG PERTAMA KALI RUSAK?

KETIKA IMAN MELEMAH, APA YANG PERTAMA KALI RUSAK?

JAKARTA – Iman melemah sering kali tidak disadari oleh seorang muslim hingga dampaknya terasa nyata dalam kehidupan sehari-hari. Seseorang masih menjalankan ibadah rutin, masih mengaku beriman, tetapi hati terasa berat untuk taat, mudah tergoda maksiat, dan ringan meremehkan dosa. Ketika iman melemah, yang pertama kali rusak bukanlah penampilan luar, melainkan kondisi hati.

Allah Subhanahu wa Ta’ala menegaskan bahwa iman berpusat di dalam hati. Allah berfirman:

وَلَٰكِنَّ اللَّهَ حَبَّبَ إِلَيْكُمُ الْإِيمَانَ وَزَيَّنَهُ فِي قُلُوبِكُمْ

Wa lākinnaLlâha ḥabbaba ilaikumul-īmāna wa zayyanahū fī qulūbikum

“Akan tetapi Allah menjadikan kalian cinta kepada iman dan menghiasinya di dalam hati kalian.”
(QS. Al-Hujurat: 7)

Ayat ini menunjukkan bahwa kekuatan iman terletak pada hati. Ketika iman melemah, tanda awalnya adalah hati yang tidak lagi sensitif terhadap kebenaran. Nasihat terasa membosankan, ayat Al-Qur’an tidak lagi menyentuh, dan dosa dianggap hal biasa. Inilah yang oleh para ulama disebut sebagai kerasnya hati.

Rasulullah ﷺ menjelaskan bahwa iman bukan sesuatu yang statis. Iman bisa bertambah dan berkurang. Beliau bersabda:

الْإِيمَانُ يَزِيدُ وَيَنْقُصُ

Al-īmānu yazīdu wa yanquṣ

“Iman itu bertambah dan berkurang.”
(HR. Al-Baihaqi)

Iman bertambah dengan ketaatan dan berkurang karena maksiat. Ibnul Qayyim rahimahullah menjelaskan bahwa maksiat pertama yang merusak iman adalah maksiat hati, seperti ujub, riya’, dan cinta dunia yang berlebihan. Ketika iman melemah, rasa takut kepada Allah menurun, sementara keberanian melanggar larangan-Nya meningkat.

Allah Ta’ala memperingatkan dampak dari hati yang rusak akibat lemahnya iman. Allah berfirman:

ثُمَّ قَسَتْ قُلُوبُكُمْ مِنْ بَعْدِ ذَٰلِكَ

Ṯumma qasat qulūbukum min ba‘di żālik

“Kemudian hati kalian menjadi keras setelah itu.”
(QS. Al-Baqarah: 74)

Iman Melemah akan Bikin Dosa Terang-Terangan

Hati yang keras adalah awal dari banyak kerusakan lainnya. Dari sinilah muncul kemalasan ibadah, buruknya akhlak, dan keberanian melakukan dosa secara terang-terangan. Amal yang dahulu terasa manis kini terasa berat dan terpaksa.

Namun Islam tidak membiarkan seorang hamba tenggelam dalam kelemahan iman. Para ulama menegaskan bahwa obat lemahnya iman adalah memperbaiki hubungan dengan Al-Qur’an, memperbanyak dzikir, dan menjauhi dosa sekecil apa pun. Hati yang hidup akan kembali peka ketika sering diingatkan kepada akhirat.

Kesimpulannya, ketika iman melemah, yang pertama kali rusak adalah hati. Jika hati telah rusak, maka seluruh anggota tubuh akan ikut menyimpang. Oleh karena itu, menjaga iman bukan sekadar menjaga rutinitas ibadah, tetapi menjaga hati agar tetap takut, berharap, dan bergantung hanya kepada Allah. Wallahu a’lam.

Referensi:
– Al-Qur’an Al-Karim
– Tafsir Ibn Katsir
– Madarijus Salikin, Ibnul Qayyim
– HR. Al-Baihaqi

Related Posts

  • All Post
  • Doa-Doa
  • Kajian Islam
  • Khotbah Jumat
  • Muamala
  • Tanya Ulama
    •   Back
    • Akhlak
    • Fiqih
    • Hadis
    • Sirah Sahabat
    • Tafsir
    • Umum
    •   Back
    • Allah
    • Malaikat
    • Kitab
    • Rasul
    • Hari kiamat
    • Takdir
    •   Back
    • Sholat
    • Zakat
    • Puasa
    • Haji (Umrah)
    •   Back
    • Rukun Islam
    • Rukun Iman
    • Umum
    • Sholat
    • Zakat
    • Puasa
    • Haji (Umrah)
    • Allah
    • Malaikat
    • Kitab
    • Rasul
    • Hari kiamat
    • Takdir
Edit Template

Yuk Subscribe Kajian Sunnah

You have been successfully Subscribed! Ops! Something went wrong, please try again.

Popular Posts

No Posts Found!

Trending Posts

No Posts Found!

© 2024 Kajiansunnah.co.id