JAKARTA – Syahwat tersembunyi merupakan salah satu penyakit hati yang paling berbahaya, karena sering kali tidak disadari oleh pelakunya. Banyak orang mengira syahwat hanya berkaitan dengan zina atau pandangan haram, padahal syahwat juga bisa hadir dalam bentuk cinta dunia, pujian manusia, ambisi berlebihan, dan ketergantungan pada hal-hal yang melalaikan dari Allah.
Allah ﷻ berfirman:
﴿ أَفَرَأَيْتَ مَنِ اتَّخَذَ إِلَٰهَهُ هَوَاهُ ﴾
“Apakah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya?” (QS. Al-Jatsiyah: 23)
Ayat ini menunjukkan bahwa syahwat tersembunyi bisa sampai pada tingkat menjadikan hawa nafsu sebagai sesembahan, yaitu ketika seseorang lebih mengikuti keinginan dirinya dibandingkan perintah Allah.
Bentuk-Bentuk Syahwat Tersembunyi
Syahwat tersembunyi tidak selalu tampak dalam perbuatan maksiat besar. Di antaranya:
- Riya’, ingin dipuji dalam ibadah.
- Cinta popularitas dan pengakuan manusia.
- Ketergantungan pada hiburan yang melalaikan.
- Ambisi dunia yang membuat lalai dari akhirat.
- Memandang remeh dosa kecil.
Rasulullah ﷺ bersabda:
« أَخْوَفُ مَا أَخَافُ عَلَيْكُمُ الشِّرْكُ الْأَصْغَرُ »
“Yang paling aku takutkan atas kalian adalah syirik kecil.”
(HR. Ahmad)
Ketika ditanya apa itu syirik kecil, beliau menjelaskan bahwa itu adalah riya’, ibadah yang dilakukan karena ingin dilihat manusia.
Cara Membentengi Hati dari Syahwat Tersembunyi
Pertama, memperkuat muraqabah, yaitu merasa diawasi oleh Allah dalam setiap keadaan. Allah ﷻ berfirman:
﴿ أَلَمْ يَعْلَمْ بِأَنَّ اللَّهَ يَرَىٰ ﴾
“Tidakkah dia mengetahui bahwa Allah melihat?”
(QS. Al-‘Alaq: 14)
Kedua, memperbanyak muhasabah diri. Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu berkata, “Hisablah diri kalian sebelum kalian dihisab.”
Ketiga, menjaga pandangan dan hati, karena syahwat sering masuk melalui mata dan angan-angan. Rasulullah ﷺ bersabda:
« النَّظْرَةُ سَهْمٌ مَسْمُومٌ مِنْ سِهَامِ إِبْلِيسَ »
“Pandangan adalah panah beracun dari panah-panah Iblis.”
(HR. Al-Hakim)
Keempat, memperbanyak doa, karena hati mudah berbolak-balik.
Rasulullah ﷺ sering berdoa:
« يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ »
(HR. Tirmidzi)
Kesimpulan
Syahwat tersembunyi adalah musuh halus yang dapat merusak keikhlasan dan menjauhkan hati dari Allah. Dengan ilmu, muhasabah, dan doa, seorang Muslim dapat membentengi dirinya agar tetap istiqamah di atas kebenaran.
Wallahu a‘lam.
Referensi:
Al-Qur’an Al-Karim
Tafsir Ibnu Katsir
Silsilah Ash-Shahihah
Madarijus Salikin – Ibnul Qayyim


