MENGAPA DOA SERING TERTUNDA TERKABUL?

MENGAPA DOA SERING TERTUNDA TERKABUL?

JAKARTA – Doa yang sering tertunda terkabul sering menjadi pertanyaan bagi seorang muslim yang rajin meminta kepada Allah. Ia memohon dengan sungguh-sungguh, menangis dalam sujud, dan berharap penuh kepada Allah, namun doa yang diminta belum juga terwujud. Kondisi ini sering menimbulkan kegelisahan dan bahkan melemahkan harapan.

Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menjanjikan bahwa Dia pasti mengabulkan doa hamba-Nya. Allah berfirman:

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ
Wa qāla rabbukum ud’ūnī astajib lakum

“Berdoalah kepada-Ku, niscaya Aku kabulkan bagi kalian.” (QS. Ghafir: 60)

Namun, janji ini tidak selalu berarti doa dikabulkan sesuai waktu dan bentuk yang kita inginkan. Rasulullah ﷺ menjelaskan hakikat pengabulan doa dalam hadisnya:

يُسْتَجَابُ لِأَحَدِكُمْ مَا لَمْ يَعْجَلْ
Yustajābu li-aḥadikum mā lam ya’jal

“Doa salah seorang dari kalian akan dikabulkan selama dia tidak tergesa-gesa.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Doa Tertunda Terkabul Bisa Jadi Bentuk Kasih Allah

Para ulama menjelaskan bahwa doa yang tertunda terkabul bisa menjadi bentuk kasih sayang Allah. Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan bahwa Allah terkadang menunda pengabulan doa karena Dia ingin mendengar rintihan hamba-Nya lebih lama, atau karena yang diminta belum baik baginya saat ini.

Allah Ta’ala juga berfirman:

وَعَسَىٰ أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ
Wa ‘asā an takrahū syai’an wa huwa khairul lakum
“Boleh jadi kalian membenci sesuatu, padahal itu baik bagi kalian.” (QS. Al-Baqarah: 216)

Ayat ini menegaskan keterbatasan pandangan manusia. Doa yang tertunda bukan berarti ditolak. Bisa jadi doa itu disimpan sebagai pahala, diganti dengan musibah yang dihindarkan, atau dikabulkan pada waktu yang lebih tepat.

Selain itu, tertundanya doa juga bisa menjadi sarana introspeksi. Rasulullah ﷺ memperingatkan tentang penghalang doa, di antaranya makanan haram dan kelalaian hati. Ini bukan untuk mematahkan harapan, tetapi agar seorang hamba semakin memperbaiki dirinya.

Kesimpulannya, doa yang tertunda terkabul bukan tanda Allah jauh, tetapi sering kali bukti bahwa Allah Maha Bijaksana. Kewajiban hamba adalah terus berdoa dengan penuh adab, husnuzan, dan kesabaran. Tidak ada doa yang sia-sia di sisi Allah. Wallahu a’lam.

Referensi:
– Al-Qur’an Al-Karim
– Tafsir As-Sa’di
– Al-Jawab Al-Kafi, Ibnul Qayyim
– HR. Bukhari no. 6340, Muslim no. 2735

Related Posts

  • All Post
  • Doa-Doa
  • Kajian Islam
  • Khotbah Jumat
  • Muamala
  • Tanya Ulama
    •   Back
    • Akhlak
    • Fiqih
    • Hadis
    • Sirah Sahabat
    • Tafsir
    • Umum
    •   Back
    • Allah
    • Malaikat
    • Kitab
    • Rasul
    • Hari kiamat
    • Takdir
    •   Back
    • Sholat
    • Zakat
    • Puasa
    • Haji (Umrah)
    •   Back
    • Rukun Islam
    • Rukun Iman
    • Umum
    • Sholat
    • Zakat
    • Puasa
    • Haji (Umrah)
    • Allah
    • Malaikat
    • Kitab
    • Rasul
    • Hari kiamat
    • Takdir
Edit Template

Yuk Subscribe Kajian Sunnah

You have been successfully Subscribed! Ops! Something went wrong, please try again.

Popular Posts

No Posts Found!

Trending Posts

No Posts Found!

© 2024 Kajiansunnah.co.id