JAKARTA – Rumah tangga tenang sering dianggap sebagai tanda kebahagiaan sempurna. Tidak ada pertengkaran besar, ekonomi stabil, dan kehidupan berjalan rapi. Namun, sebagian pasangan merasakan bahwa meskipun rumah tangga tenang, ada kehampaan, doa terasa berat, dan ketaatan sulit tumbuh. Inilah tanda rumah tangga tenang namun minim keberkahan.
Allah Subhanahu wa Ta’ala menjelaskan bahwa ketenangan sejati dalam rumah tangga harus disertai dengan sakinah, mawaddah, dan rahmah. Allah berfirman:
وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا
Wa min āyātihī an khalaqa lakum min anfusikum azwājan litaskunū ilaihā
“Dan di antara tanda-tanda kebesaran-Nya adalah Dia menciptakan pasangan agar kalian mendapatkan ketenangan.” (QS. Ar-Rum: 21)
Para ulama menjelaskan bahwa ketenangan tanpa ketaatan hanya bersifat lahiriah. Keberkahan adalah bertambahnya kebaikan, bukan sekadar hilangnya konflik. Rumah yang jarang dibacakan Al-Qur’an dan lalai dari shalat berjamaah bisa terasa damai, tetapi miskin cahaya hidayah.
Rasulullah ﷺ bersabda:
خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لِأَهْلِهِ
Khairukum khairukum li-ahlih
“Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap keluarganya.” (HR. Tirmidzi)
Hadis ini menunjukkan bahwa keberkahan rumah tangga bukan hanya soal tidak bertengkar, tetapi hadirnya akhlak, tanggung jawab, dan saling menuntun dalam ketaatan. Ibn Katsir rahimahullah menjelaskan bahwa keluarga yang diberkahi adalah keluarga yang saling mengingatkan dalam iman.
Rumah Tangga Tenang Tapi Lalai Dzikir
Allah Ta’ala juga memperingatkan bahayanya rumah yang lalai dari dzikir. Allah berfirman:
وَمَنْ أَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنْكًا
Wa man a‘radha ‘an dzikrī fa inna lahū ma‘īsyatan dankā
“Barang siapa berpaling dari mengingat-Ku, maka baginya kehidupan yang sempit.”
(QS. Thaha: 124)
Kesempitan ini tidak selalu berupa kemiskinan, tetapi bisa berupa hilangnya keberkahan, sulitnya mendidik anak, dan dinginnya hubungan spiritual dalam rumah.
Kesimpulannya, rumah tangga tenang belum tentu berkah. Keberkahan hadir ketika rumah dihidupkan dengan shalat, Al-Qur’an, doa, dan saling menasihati dalam kebaikan. Ketenangan sejati adalah ketenangan yang mengantarkan seluruh anggota keluarga semakin dekat kepada Allah. Wallahu a’lam.
Referensi:
– Al-Qur’an Al-Karim
– Tafsir Ibn Katsir
– Tuhfatul Ahwadzi
– HR. Tirmidzi no. 3895


