JAKARTA – Tanda doa segera dikabulkan adalah perkara yang banyak dirindukan setiap hamba. Setiap Muslim tentu berharap agar setiap doa yang ia panjatkan didengar dan diterima oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Namun, sering kali manusia tergesa-gesa dalam meminta dan ingin segera melihat hasilnya, padahal Allah Maha Bijaksana dalam menentukan waktu terbaik bagi terkabulnya doa.
Dalam Islam, terkabulnya doa bukan semata karena ucapan lisan, tetapi juga karena hadirnya hati yang khusyuk, keyakinan yang kuat, dan usaha yang disertai ketaatan. Ada tanda-tanda tertentu yang menunjukkan bahwa doa seorang hamba berada di ambang dikabulkan oleh Allah Ta’ala — tanda-tanda ini menunjukkan kedekatan seorang hamba dengan Rabb-nya.
Salah satu tanda doa segera dikabulkan adalah hati yang terasa tenang dan yakin akan kekuasaan Allah. Keyakinan yang kuat menjadi syarat utama terkabulnya doa. Rasulullah ﷺ bersabda:
«ادْعُوا اللَّهَ وَأَنْتُمْ مُوقِنُونَ بِالإِجَابَةِ، وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ لا يَسْتَجِيبُ دُعَاءً مِنْ قَلْبٍ غَافِلٍ لَاهٍ»
“Berdoalah kepada Allah dengan penuh keyakinan bahwa doamu akan dikabulkan. Ketahuilah, Allah tidak akan mengabulkan doa dari hati yang lalai dan tidak sungguh-sungguh.”
(HR. at-Tirmidzi no. 3479, hasan)
Hati yang tenang, yakin, dan penuh harap menandakan bahwa seseorang sedang dekat dengan Rabb-nya. Sebaliknya, hati yang ragu dan tergesa-gesa sering menjadi penghalang terkabulnya doa.
Doa dari orang yang berada dalam kondisi sulit atau terdesak sangat besar peluangnya untuk dikabulkan. Allah Ta’ala berfirman:
أَمَّنْ يُجِيبُ الْمُضْطَرَّ إِذَا دَعَاهُ وَيَكْشِفُ السُّوءَ
“Siapakah yang dapat mengabulkan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdoa kepada-Nya, dan yang menghilangkan kesusahan?”
(QS. An-Naml: 62)
Ketika seorang hamba benar-benar merasa lemah dan tidak bergantung kecuali kepada Allah, maka doanya menjadi sangat kuat di sisi-Nya. Karena pada saat itu, tidak ada yang tersisa selain keikhlasan dan kepasrahan total kepada Allah.
Doa Segera Dikabulkan Ketika Disertai dengan Amal Saleh dan Istighfar
Doa yang disertai dengan amal saleh dan istighfar lebih mudah diterima. Dalam Al-Qur’an, kisah Nabi Yunus ‘alaihissalam menjadi contoh nyata. Saat berada di dalam perut ikan, beliau berdoa dengan penuh keikhlasan:
لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنتُ مِنَ الظَّالِمِينَ
“Tidak ada ilah selain Engkau, Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zalim.”
(QS. Al-Anbiya’: 87)
Doa itu dikabulkan oleh Allah karena keikhlasan dan pengakuan dosa Nabi Yunus. Begitu pula hamba yang banyak beristighfar dan memperbaiki amalnya, maka Allah akan memudahkan terkabulnya doa-doanya.
Salah satu penghalang doa adalah tergesa-gesa ingin segera dikabulkan. Rasulullah ﷺ bersabda:
«يُسْتَجَابُ لِأَحَدِكُمْ مَا لَمْ يَعْجَلْ، يَقُولُ: دَعَوْتُ فَلَمْ يُسْتَجَبْ لِي»
“Doa seseorang akan dikabulkan selama ia tidak tergesa-gesa dengan berkata: ‘Aku sudah berdoa, tapi belum juga dikabulkan.’”
(HR. Bukhari no. 6340, Muslim no. 2735)
Orang yang sabar dan terus berdoa menunjukkan keimanan yang tinggi. Terkadang Allah menunda terkabulnya doa agar hamba-Nya semakin dekat, semakin sering berdoa, dan semakin mengenal kebesaran-Nya.
Tanda lain doa segera dikabulkan adalah ketika Allah memberi taufik kepada seseorang untuk terus berdoa. Jika Allah menghendaki kebaikan bagi hamba-Nya, Dia akan menjadikan lidah dan hatinya gemar berdoa. Sebagaimana dikatakan oleh sebagian ulama salaf:
“Jika engkau melihat Allah memberi taufik kepadamu untuk berdoa, maka ketahuilah bahwa Dia ingin mengabulkannya.”
Karena doa sendiri merupakan ibadah dan bentuk penghambaan yang sangat tinggi, maka siapa yang dimudahkan untuk berdoa berarti telah dimuliakan oleh Allah.
Kesimpulan
- Doa adalah bukti keimanan dan ketergantungan hamba kepada Allah.
- Tanda doa segera dikabulkan antara lain: hati yang tenang dan yakin, doa saat terdesak, disertai amal saleh, tidak tergesa-gesa, serta dimudahkan untuk terus berdoa.
- Allah Maha Mendengar, namun Dia mengetahui waktu terbaik untuk mengabulkan doa hamba-hamba-Nya.
Oleh sebab itu, jangan pernah berhenti berdoa, sebab doa adalah tanda kehidupan hati seorang mukmin.
Referensi:
- QS. An-Naml: 62
- QS. Al-Anbiya’: 87
- HR. at-Tirmidzi no. 3479 (hasan)
- HR. Bukhari no. 6340, Muslim no. 2735
- Mu’jamul Awsath karya Ath-Thabrani
- Syarh Riyadhus Shalihin karya Syaikh Ibnu Utsaimin


