TANDA-TANDA HATI YANG SAKIT

TIDAK SEMUA MAKSIAT ITU SAMA TANDA-TANDA HATI YANG SAKIT

JAKARTA – Hati yang sakit adalah hati yang mulai jauh dari cahaya iman. Ia masih hidup, tetapi lemah, sulit menerima kebenaran, dan mudah terpengaruh oleh dosa serta maksiat. Dalam Islam, kondisi hati seperti ini sangat berbahaya, karena hati adalah pusat kehidupan ruhani seorang muslim. Rasulullah ﷺ bersabda:

أَلَا وَإِنَّ فِي الْجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ أَلَا وَهِيَ الْقَلْبُ
“Ketahuilah, sesungguhnya di dalam tubuh ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baiklah seluruh tubuh, dan jika ia rusak, maka rusaklah seluruh tubuh. Ketahuilah, segumpal daging itu adalah hati.” (HR. al-Bukhari no. 52 dan Muslim no. 1599)

Salah satu tanda hati yang sakit adalah rasa berat dalam beribadah. Salat terasa beban, membaca Al-Qur’an jarang dilakukan, dan zikir tidak lagi menjadi kebiasaan. Allah Ta’ala berfirman:

وَلَا تَكُونُوا كَالَّذِينَ نَسُوا اللَّهَ فَأَنْسَاهُمْ أَنْفُسَهُمْ

“Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, sehingga Allah menjadikan mereka lupa kepada diri mereka sendiri.”
(QS. al-Hasyr: 19)

Hati yang Sakit Suka Bermaksiat Tanpa Rasa Bersalah

Hati yang sakit tidak lagi peka terhadap dosa. Ia merasa biasa saja ketika berbohong, membuka aurat, atau mendengar hal yang haram. Ibnul Qayyim rahimahullah menjelaskan, “Hati yang sakit kadang mengenali kebenaran, tetapi ia lebih condong pada syahwat dan hawa nafsu.” (Ighatsatul Lahfan, 1/45)

Ketika seseorang lebih bersemangat untuk maksiat daripada ketaatan, itu pertanda hati sedang sakit. Rasulullah ﷺ bersabda:

الْإِثْمُ مَا حَاكَ فِي نَفْسِكَ وَكَرِهْتَ أَنْ يَطَّلِعَ عَلَيْهِ النَّاسُ
“Dosa itu adalah sesuatu yang membuat hatimu gelisah dan kamu tidak suka bila orang lain mengetahuinya.”
(HR. Muslim no. 2553)

Ketika ayat-ayat Allah dibacakan namun hati tetap keras, itu tanda kelemahan iman. Allah berfirman:

ثُمَّ قَسَتْ قُلُوبُكُمْ مِنْ بَعْدِ ذَٰلِكَ فَهِيَ كَالْحِجَارَةِ أَوْ أَشَدُّ قَسْوَةً
“Kemudian setelah itu hatimu menjadi keras seperti batu, bahkan lebih keras lagi.”
(QS. al-Baqarah: 74)

Cara Menyembuhkan Hati yang Sakit

  • Perbanyak Zikir dan Istighfar, karena zikir melembutkan hati.
  • Dekat dengan Al-Qur’an, membaca dan mentadabburinya.
  • Jauhi dosa dan maksiat, karena dosa adalah racun bagi hati.
  • Bersahabat dengan orang saleh, karena lingkungan sangat berpengaruh.

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata,

“Hati yang hidup akan bergetar saat mendengar kebenaran, sedangkan hati yang mati akan berpaling darinya.” (Al-Fawaid, hlm. 111)

Kesimpulan:

Hati yang sakit tidak terlihat dari luar, tapi dapat dirasakan dari lemahnya semangat beribadah dan kecenderungan pada dosa. Maka seorang muslim wajib menjaga hatinya dengan zikir, taubat, dan ilmu. Sebab, jika hati baik, maka seluruh amal pun akan menjadi baik.

Referensi:

  • Al-Qur’an al-Karim
  • Shahih al-Bukhari no. 52, Shahih Muslim no. 1599
  • Ibnul Qayyim, Ighatsatul Lahfan, Al-Fawaid

Related Posts

  • All Post
  • Doa-Doa
  • Kajian Islam
  • Khotbah Jumat
  • Muamala
  • Tanya Ulama
    •   Back
    • Akhlak
    • Fiqih
    • Hadis
    • Sirah Sahabat
    • Tafsir
    • Umum
    •   Back
    • Allah
    • Malaikat
    • Kitab
    • Rasul
    • Hari kiamat
    • Takdir
    •   Back
    • Sholat
    • Zakat
    • Puasa
    • Haji (Umrah)
    •   Back
    • Rukun Islam
    • Rukun Iman
    • Umum
    • Sholat
    • Zakat
    • Puasa
    • Haji (Umrah)
    • Allah
    • Malaikat
    • Kitab
    • Rasul
    • Hari kiamat
    • Takdir
Edit Template

Yuk Subscribe Kajian Sunnah

You have been successfully Subscribed! Ops! Something went wrong, please try again.

Popular Posts

No Posts Found!

Trending Posts

No Posts Found!

© 2024 Kajiansunnah.co.id