NASIHAT TATKALA MUSIBAH MELANDA

NASIHAT TATKALA MUSIBAH MELANDA

JAKARTA – Allah selalu mempunyai cara untuk menegur para hamba-Nya. Terkadang Allah menegur mereka dengan adanya musibah yang melanda harta benda mereka, dan terkadang juga pada bumi dan lautan mereka. Tetapi Allah menjadikan itu semua secara kauniyyah untuk menakut-nakuti para hamba, sebagaimana Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَمَا نُرْسِلُ بِالْاٰيٰتِ اِلَّا تَخْوِيْفًا

“Kami tidak mengirimkan tanda-tanda itu kecuali untuk menakut-nakuti.” (Al-Isrā’ [17]: 59)

Dalam ayat lain juga disebutkan bahwa Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

سَنُرِيْهِمْ اٰيٰتِنَا فِى الْاٰفَاقِ وَفِيْٓ اَنْفُسِهِمْ حَتّٰى يَتَبَيَّنَ لَهُمْ اَنَّهُ الْحَقُّۗ اَوَلَمْ يَكْفِ بِرَبِّكَ اَنَّهٗ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ شَهِيْدٌ

“Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kebesaran) Kami di segenap penjuru dan pada diri mereka sendiri sehingga jelaslah bagi mereka bahwa (Al-Qur’an) itu adalah benar. Tidak cukupkah (bagi kamu) bahwa sesungguhnya Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu?” (Fuṣṣilat [41]: 53)

Musibah Bisa Jadi Merupakan Teguran

Menanggapi bencana yang terjadi pada hari-hari ini, khususnya di daerah Sumatra, Jawa, Kalimantan, dan sebagainya, maka mungkin ini bisa jadi karena sebab dosa dan ulah tangan-tangan manusia, sebagaimana Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَمَآ اَصَابَكُمْ مِّنْ مُّصِيْبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ اَيْدِيْكُمْ وَيَعْفُوْا عَنْ كَثِيْرٍۗ

“Musibah apa pun yang menimpa kamu adalah karena perbuatan tanganmu sendiri dan (Allah) memaafkan banyak (kesalahanmu).” (Asy-Syūrā [42]: 30)

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

مَآ اَصَابَكَ مِنْ حَسَنَةٍ فَمِنَ اللّٰهِ ۖ وَمَآ اَصَابَكَ مِنْ سَيِّئَةٍ فَمِنْ نَّفْسِكَ ۗ وَاَرْسَلْنٰكَ لِلنَّاسِ رَسُوْلًا ۗ وَكَفٰى بِاللّٰهِ شَهِيْدًا

“Kebaikan (nikmat) apa pun yang kamu peroleh (berasal) dari Allah, sedangkan keburukan (bencana) apa pun yang menimpamu itu disebabkan oleh (kesalahan) dirimu sendiri. Kami mengutus engkau (Nabi Muhammad) menjadi Rasul kepada (seluruh) manusia. Cukuplah Allah sebagai saksi.” (An-Nisā’ [4]: 79)

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

فَكُلًّا اَخَذْنَا بِذَنْۢبِهٖۙ فَمِنْهُمْ مَّنْ اَرْسَلْنَا عَلَيْهِ حَاصِبًا ۚوَمِنْهُمْ مَّنْ اَخَذَتْهُ الصَّيْحَةُ ۚوَمِنْهُمْ مَّنْ خَسَفْنَا بِهِ الْاَرْضَۚ وَمِنْهُمْ مَّنْ اَغْرَقْنَاۚ وَمَا كَانَ اللّٰهُ لِيَظْلِمَهُمْ وَلٰكِنْ كَانُوْٓا اَنْفُسَهُمْ يَظْلِمُوْنَ

“Masing-masing (dari mereka) Kami azab karena dosanya. Di antara mereka ada yang Kami timpakan angin kencang (yang mengandung) batu kerikil, ada yang ditimpa suara keras yang mengguntur, ada yang Kami benamkan ke dalam bumi, dan ada pula yang Kami tenggelamkan. Tidaklah Allah menzalimi mereka, tetapi merekalah yang menzalimi dirinya sendiri.” (Al-‘Ankabūt [29]: 40)

Penyimpangan dalam agama dan moral, ditambah dengan kerusakan ekosistem yang sangat parah, menjadikan banyak musibah datang silih berganti. Maka, wajib bagi setiap penduduk untuk kembali kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala dengan taubat dan merasa mawas diri atas dosa-dosa yang pernah mereka kerjakan.

Sekiranya mereka kembali kepada Allah, maka itu lebih baik daripada mereka senantiasa berada di atas penyimpangan agama dan moral. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَلَوْ اَنَّ اَهْلَ الْقُرٰٓى اٰمَنُوْا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكٰتٍ مِّنَ السَّمَاۤءِ وَالْاَرْضِ وَلٰكِنْ كَذَّبُوْا فَاَخَذْنٰهُمْ بِمَا كَانُوْا يَكْسِبُوْنَ

“Sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, niscaya Kami akan membukakan untuk mereka berbagai keberkahan dari langit dan bumi. Akan tetapi, mereka mendustakan (para rasul dan ayat-ayat Kami). Maka, Kami menyiksa mereka disebabkan oleh apa yang selalu mereka kerjakan.” (Al-A‘rāf [7]: 96)

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَلَوْ اَنَّهُمْ اَقَامُوا التَّوْرٰىةَ وَالْاِنْجِيْلَ وَمَآ اُنْزِلَ اِلَيْهِمْ مِّنْ رَّبِّهِمْ لَاَكَلُوْا مِنْ فَوْقِهِمْ وَمِنْ تَحْتِ اَرْجُلِهِمْۗ مِنْهُمْ اُمَّةٌ مُّقْتَصِدَةٌ ۗ وَكَثِيْرٌ مِّنْهُمْ سَاۤءَ مَا يَعْمَلُوْنَ ࣖ

“Seandainya mereka menegakkan (hukum) Taurat, Injil, dan (Al-Qur’an) yang diturunkan kepada mereka dari Tuhan mereka, niscaya mereka akan mendapat makanan dari atas mereka dan dari bawah kaki mereka. Di antara mereka ada umat yang menempuh jalan yang lurus. Sementara itu, banyak di antara mereka sangat buruk apa yang mereka kerjakan.” (Al-Mā’idah [5]: 66)

Dan hanya kepada Allah kita memohon agar Dia memperbaiki keadaan seluruh kaum Muslimin, menganugerahkan kepada mereka pemahaman yang mendalam tentang agama, serta memberikan mereka keistiqamahan di atasnya dan taufik untuk bertobat kepada Allah dari segala dosa.

Kita juga memohon agar Dia memperbaiki para pemimpin kaum Muslimin, memenangkan kebenaran melalui mereka, menghancurkan kebatilan melalui mereka, membimbing mereka untuk menerapkan syariat Allah di antara para hamba-Nya, serta melindungi mereka dan seluruh kaum Muslimin dari fitnah-fitnah yang menyesatkan dan godaan-godaan setan.

Sesungguhnya Dia-lah Pelindung atas hal tersebut dan Mahakuasa untuk mewujudkannya. Semoga shalawat dan salam senantiasa tercurah kepada Nabi kita, Muhammad, beserta keluarga, para sahabatnya, dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik hingga hari pembalasan.

Ditulis oleh Gilang Malcom Habiebie

 

Related Posts

  • All Post
  • Doa-Doa
  • Kajian Islam
  • Khotbah Jumat
  • Muamala
  • Tanya Ulama
    •   Back
    • Akhlak
    • Fiqih
    • Hadis
    • Sirah Sahabat
    • Tafsir
    • Umum
    •   Back
    • Allah
    • Malaikat
    • Kitab
    • Rasul
    • Hari kiamat
    • Takdir
    •   Back
    • Sholat
    • Zakat
    • Puasa
    • Haji (Umrah)
    •   Back
    • Rukun Islam
    • Rukun Iman
    • Umum
    • Sholat
    • Zakat
    • Puasa
    • Haji (Umrah)
    • Allah
    • Malaikat
    • Kitab
    • Rasul
    • Hari kiamat
    • Takdir
Edit Template

Yuk Subscribe Kajian Sunnah

You have been successfully Subscribed! Ops! Something went wrong, please try again.

Popular Posts

No Posts Found!

Trending Posts

No Posts Found!

© 2024 Kajiansunnah.co.id