JAKARTA – Amalan sholeh pada bulan Ramadhan jelas akan begitu diharapkan umat Muslim seluruh dunia. Apalagi, Ramadhan adalah bulan yang penuh dengan kebaikan, bulan yang penuh dengan amalan sholeh, dalam sebuah hadis yang shahih Nabi bersabda:
إذا كان إِذَا كَانَ أَوَّلُ لَيْلَةٍ مِنْ شَهْرِ رَمَضَانَ صُفِّدَتْ الشَّيَاطِينُ وَمَرَدَةُ الْجِنِّ وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ فَلَمْ يُفْتَحْ مِنْهَا بَابٌ وَفُتِّحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ فَلَمْ يُغْلَقْ مِنْهَا بَابٌ وَيُنَادِي مُنَادٍ يَا بَاغِيَ الْخَيْرِ أَقْبِلْ وَيَا بَاغِيَ الشَّرِّ أَقْصِرْ وَلِلَّهِ عُتَقَاءُ مِنْ النَّارِ وَذَلكَ كُلُّ لَيْلَةٍ
“Pada malam pertama bulan Ramadhan syetan-syetan dan jin-jin yang jahat dibelenggu, pintu-pintu neraka ditutup, tidak ada satupun pintu yang terbuka dan pintu-pintu surga dibuka, tidak ada satupun pintu yang tertutup, serta seorang penyeru menyeru, wahai yang mengharapkan kebaikan bersegeralah (kepada ketaatan), wahai yang mengharapkan keburukan/maksiat berhentilah, Allah memiliki hamba-hamba yang selamat dari api neraka pada setiap malam di bulan Ramadhan”. [1]
Amalan-amalan sholeh pada bulan Ramadhan yang bisa dikerjakan oleh seorang hamba sangatlah banyak dan bervariasi, ketika seseorang belum bisa mengerjakan salah satu dari amalan-amalan ini maka bukan berarti dia tidak mengerjakan amalan yang lainnya, tetap dia berusaha untuk mengerjakan amalan yang Allah mudahkan
Berikut Amalan Sholeh pada bulan Ramadhan:
Memperbanyak membaca Al-Qur’an
Ini adalah sunnahnya Rasulullah tatkala Jibril mendatangi beliau setiap malam pada bulan Ramadhan, didalam sebuah hadis dari Fatimah bahwa beliau mengatakan Nabi membisikkannya sebelum Nabi wafat:
إِنَّ جِبْرِيلَ كَانَ يُعَارِضُنِي الْقُرْآنَ كُلَّ سَنَةٍ مَرَّةً وَإِنَّهُ عَارَضَنِي الْعَامَ مَرَّتَيْنِ
“Sesungguhnya Jibril sering mengajarkan bacaan Al-Qur’an sekali dalam setahun, tetapi tahun ini dia mengajariku dua kali” [2]
Memperbanyak sedekah
Amalan sholeh pada bulan Ramadhan selanjutnya ialah memperbanyak bersedekah. Bersedekah di luar bulan Ramadhan suatu anjuran dari Nabi, memperbanyak dan lebih giat pada bulan Ramadhan sangat dianjurkan sebagaimana penuturan dari Ibnu ‘Abbas:
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدَ النَّاسِ وَكَانَ أَجْوَدُ مَا يَكُونُ فِي رَمَضَانَ حِينَ يَلْقَاهُ جِبْرِيلُ وَكَانَ يَلْقَاهُ فِي كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ فَيُدَارِسُهُ الْقُرْآنَ فَلَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدُ بِالْخَيْرِ مِنْ الرِّيحِ الْمُرْسَلَةِ
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah manusia yang paling loyal terutama pada bulan Ramadhan ketika malaikat Jibril menemuinya, dan adalah Jibril mendatanginya setiap malam di bulan Ramadhan, dimana Jibril mengajarkan beliau Al Qur’an. Sungguh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam jauh lebih loyal daripada angin yang berhembus.[3]
Orang yang mau menggabungkan antara 2 amalan ini yakni puasa dan bersedekah, maka itu termasuk hal yang mewajibkan seseorang masuk ke dalam surga, sebagaimana Rasulullah bersabda:
إِنَّ فِي الْجَنَّةِ غُرَفًا تُرَى ظُهُورُهَا مِنْ بُطُونِهَا وَبُطُونُهَا مِنْ ظُهُورِهَا فَقَامَ أَعْرَابِيٌّ فَقَالَ لِمَنْ هِيَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ لِمَنْ أَطَابَ الْكَلَامَ وَأَطْعَمَ الطَّعَامَ وَأَدَامَ الصِّيَامَ وَصَلَّى لِلَّهِ بِاللَّيْلِ وَالنَّاسُ نِيَامٌ
“Sesungguhnya di surga terdapat kamar-kamar yang mana bagian luarnya terlihat dari bagian dalam dan bagian dalamnya terlihat dari bagian luarnya.” Lantas seorang arab badui berdiri sambil berkata: “Bagi siapakah kamar-kamar itu diperuntukkan wahai Rasulullah?” Nabi menjawab: “Untuk orang yang berkata benar, yang memberi makan, dan yang senantiasa berpuasa dan shalat pada malam hari di waktu manusia pada tidur.” [4]
Pada bulan Ramadhan semua amalan yang terdapat dalam hadis diatas bisa dikerjakan oleh seseorang. Berkata Imam Ibnu Rajab: “Puasa, sholat, dan sedekah mengantarkan pemiliknya kepada Allah ta’ala”. [5]
Melaksanakan Umroh pada bulan Ramadhan
Disebutkan bahwa Umroh pada bulan Ramadhan lebih afdhol daripada selain bulan Ramadhan, dikarenakan ada keutamaan khusus dari Nabi yang berkaitan tentang hal tersebut, sebagaimana Nabi mengatakan kepada seorang sahabat perempuan:
فَإِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فَاعْتَمِرِي فَإِنَّ عُمْرَةً فِيهِ تَعْدِلُ حَجَّةً
“Kalau bulan Ramadhan tiba, maka tunaikanlah umrah, sebab umrah di bulan Ramadhan menyamai ibadah haji.” [6]
Melaksanakan I’tikaf pada 10 malam bulan Ramadhan
I’tikaf adalah berdiam beberapa waktu di masjid dengan tujuan ibadah. Ibadah ini sangat sering dilakukan oleh Nabi sebagaimana penuturan dari Aisyah:
كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَعْتَكِفُ فِي الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ
“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam beri’tikaf pada sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan….”[7]
Inilah amalan sholeh yang bisa kita kerjakan pada bulan ramadhan, semoga Allah senantiasa memberikan kita kemudahan untuk mengerjakannya.
Penulis: Gilang Malcom Habiebie M.Ag
[1] HR Tirmidzi no: 682
[2] HR Bukhari no: 3624
[3] HR Bukhari no: 6
[4] HR Tirmidzi no: 1985
[5] Kitab Latoiful Ma’arif hal: 312
[6] HR Bukhari no: 1657
[7] HR Bukhari no: 1892



