BAHAYA MARAH DALAM RUMAH TANGGA

HATI-HATILAH DENGAN SIFAT HASAD BAHAYA MEREMEHKAN DOSA KECIL BAHAYA MARAH DALAM RUMAH TANGGA BAHAYA MERASA PALING BENAR DALAM BERAGAMA

JAKARTA – Bahaya marah dalam rumah tangga sering diremehkan. Padahal, marah yang tidak terkendali bisa merusak hubungan suami-istri, menghilangkan rasa aman, dan bahkan menjadi sebab pertengkaran berkepanjangan. Rumah yang seharusnya menjadi tempat ketenangan justru berubah menjadi medan konflik ketika anggota keluarga mudah tersulut amarah.

Para ulama menjelaskan bahwa bahaya marah muncul karena amarah sering menimbulkan ucapan kasar, kata-kata yang menyakitkan, dan tindakan yang menyesatkan. Bahkan Nabi ﷺ menekankan pentingnya menahan amarah, karena amarah adalah pintu setan masuk ke hati manusia.

Dalil Al-Qur’an Soal Bahaya Marah

Allah Ta’ala berfirman:

وَٱلْكاظِمِينَ ٱلْغَيْظَ وَٱلْعَافِينَ عَنِ ٱلنَّاسِ وَٱللَّهُ يُحِبُّ ٱلْمُحْسِنِينَ

“(yaitu) orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan manusia. Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.”
(QS. Ali ‘Imran: 134)

Ayat ini menekankan bahwa menahan amarah adalah perbuatan terpuji. Keluarga yang bisa menahan amarahnya dari hal-hal sepele akan mendapatkan rahmat Allah.

Hadis Tentang Bahaya Marah

Rasulullah ﷺ bersabda:

«لَا يَغْضَبُ أَحَدُكُمْ وَهُوَ غَضْبَانٌ وَيَصْبِرُ فِي بَيْتِهِ فَيُدْخِلُ الْجَنَّةَ»
“Barang siapa menahan amarahnya di rumah, maka Allah akan memasukkannya ke surga.” (HR. Ahmad dan Al-Hakim)

Hadis ini mengingatkan bahwa menahan amarah di rumah bukan hanya menyelamatkan hubungan, tetapi juga mendatangkan pahala besar.

Dampak Bahaya Marah

  • Menghancurkan komunikasi: Orang yang mudah marah cenderung berbicara kasar.
  • Mengurangi cinta dan rasa aman: Suami, istri, dan anak merasa takut dan tidak nyaman.
  • Memicu penyakit hati: Marah berlebihan dapat menimbulkan stres, dendam, dan sakit fisik.

Al-Ustadz Ibnu Qayyim rahimahullah menjelaskan bahwa bahaya marah adalah akar dari banyak kerusakan rumah tangga, termasuk perselisihan, perceraian, dan permusuhan yang berkepanjangan. Oleh karena itu, menahan amarah adalah bagian dari akhlak mulia.

Kesimpulan

  1. Bahaya marah harus disadari setiap anggota keluarga.
  2. Menahan amarah mendatangkan pahala dan rahmat Allah.
  3. Rumah tangga yang aman dan harmonis tercipta dari kesabaran dan pengendalian emosi.
  4. Dengan membiasakan menahan amarah, rumah menjadi surga kecil yang penuh berkah, jauh dari konflik dan pertengkaran.

Referensi

QS. Ali ‘Imran: 134

HR. Ahmad & Al-Hakim

Madarij as-Salikin – Imam Al-Qusyairi

Al-Fawaid – Ibnu Qayyim

Related Posts

  • All Post
  • Doa-Doa
  • Kajian Islam
  • Khotbah Jumat
  • Muamala
  • Tanya Ulama
    •   Back
    • Akhlak
    • Fiqih
    • Hadis
    • Sirah Sahabat
    • Tafsir
    • Umum
    •   Back
    • Allah
    • Malaikat
    • Kitab
    • Rasul
    • Hari kiamat
    • Takdir
    •   Back
    • Sholat
    • Zakat
    • Puasa
    • Haji (Umrah)
    •   Back
    • Rukun Islam
    • Rukun Iman
    • Umum
    • Sholat
    • Zakat
    • Puasa
    • Haji (Umrah)
    • Allah
    • Malaikat
    • Kitab
    • Rasul
    • Hari kiamat
    • Takdir
Edit Template

Yuk Subscribe Kajian Sunnah

You have been successfully Subscribed! Ops! Something went wrong, please try again.

Popular Posts

No Posts Found!

Trending Posts

No Posts Found!

© 2024 Kajiansunnah.co.id