PERAN ORANG TUA DALAM MENDIDIK ANAK DI BULAN RAMADHAN

PERAN ORANG TUA DALAM MENDIDIK ANAK DI BULAN RAMADHAN

JAKARTA – Mendidik anak di bulan ramadhan bukan sekadar mengajarkan mereka menahan lapar dan dahaga, tetapi membentuk jiwa yang cinta ibadah, terbiasa taat, dan tumbuh dalam suasana iman bersama keluarga. Bulan yang penuh keberkahan ini adalah momentum emas bagi orang tua untuk menanamkan nilai takwa, kedisiplinan, empati, serta kecintaan kepada Al-Qur’an dan sunnah, sehingga Ramadhan benar-benar menjadi madrasah iman di dalam rumah.

Sesungguhnya termasuk nikmat besar dari Allah ﷻ kepada seorang muslim adalah ketika Allah memanjangkan umurnya hingga bertemu bulan Ramadhan, lalu memberinya kemampuan untuk berpuasa dan melaksanakan qiyamullail (shalat malam).

Ramadhan adalah bulan dilipatgandakannya pahala, diangkatnya derajat, dan banyak hamba yang dibebaskan dari api neraka. Karena itu, seorang muslim wajib memanfaatkan bulan ini dengan amal saleh dan mempercepat langkahnya menuju ketaatan.

Betapa banyak manusia yang terhalang dari Ramadhan karena sakit, wafat sebelum datangnya bulan suci, atau tersesat dari jalan Allah.

Di samping kewajiban memperbaiki diri, orang tua juga memiliki tanggung jawab besar terhadap mendidik anak di bulan Ramadhan, membimbing, dan membiasakan mereka pada kebaikan.

Sebagaimana pepatah Arab mengatakan:

وينشأ ناشئ الفتيان فينا
على ما كان عوده أبوه

Artinya:
“Seorang anak tumbuh sesuai dengan kebiasaan yang diajarkan ayahnya.”

Wasiat untuk Orang Tua dalam Mendidik Anak di Bulan Ramadhan

Berikut beberapa nasihat penting bagi ayah dan ibu dalam mendidik anak-anak mereka selama bulan Ramadhan:

1. Mengawasi dan Mendorong Anak untuk Berpuasa

Orang tua hendaknya memperhatikan pelaksanaan puasa anak-anaknya dan mendorong mereka yang lalai agar lebih semangat berpuasa sesuai kemampuan mereka.

2. Menanamkan Hakikat Puasa

Orang tua wajib menjelaskan bahwa puasa bukan hanya menahan makan dan minum, tetapi sarana meraih takwa dan ampunan dosa.

Rasulullah ﷺ bersabda:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قال:
«قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: رَغِمَ أَنْفُ عَبْدٍ أَوْ بَعُدَ، دَخَلَ رَمَضَانُ فَلَمْ يُغْفَرْ لَهُ»

Artinya:

“Celakalah seorang hamba yang memasuki bulan Ramadhan lalu berlalu tanpa diampuni dosanya.” (HR. Ibn Khuzaimah no. 1888, Tirmidzi no. 3545, Ahmad no. 7444, Ibnu Hibban no. 908; Shahih al-Jami’ no. 3510)

3. Mengajarkan Adab Makan

Anak-anak diajarkan:

makan dengan tangan kanan, makan dari yang dekat, tidak berlebih-lebihan (israf), memahami bahaya kekenyangan bagi kesehatan.

4. Tidak Terlalu Lama Saat Berbuka

Satu hal lain dalam mendidik anak di bulan Ramadhan ialah orang tua harus mencegah putra-putrinya berlama-lama makan hingga melewatkan shalat Maghrib berjamaah.

5. Menumbuhkan Empati kepada Fakir Miskin

Anak-anak diingatkan tentang kondisi: orang-orang miskin yang tidak memiliki makanan untuk berbuka, kaum muslimin yang tertindas dan berjihad di jalan Allah di berbagai negeri.

6. Menghidupkan Silaturahmi Keluarga

Bulan Ramadhan adalah kesempatan mempererat hubungan keluarga, memperbaiki hubungan yang terputus, dan saling memaafkan.

7. Membiasakan Anak Membantu Pekerjaan Rumah

Mendidik anak di bulan Ramadhan juga bisa dengan dilatih membantu ibu, seperti menyiapkan hidangan berbuka, membersihkan meja, menyimpan makanan yang masih layak.

8. Mengingatkan Shalat Tarawih

Orang tua mengingatkan anak-anak untuk mengurangi makan agar ringan shalat, bersiap lebih awal menuju masjid.

9. Menjelaskan Keutamaan Sahur

Orang tua mengingatkan bahwa sahur adalah sumber keberkahan dan kekuatan untuk berpuasa.

10. Memberi Waktu untuk Shalat dan Doa Sebelum Subuh

Anak-anak diberi waktu untuk shalat witir, shalat malam, berdoa kepada Allah sesuai hajat masing-masing.

11. Menjaga Shalat Subuh Berjamaah

Banyak orang bangun untuk sahur namun kembali tidur dan meninggalkan shalat Subuh. Ini harus dicegah oleh orang tua.

12. Menghidupkan Sepuluh Hari Terakhir Bersama Keluarga

Dari Aisyah رضي الله عنها:

كَانَ النَّبِيُّ ﷺ إِذَا دَخَلَ الْعَشْرُ شَدَّ مِئْزَرَهُ، وَأَحْيَا لَيْلَهُ، وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ

Artinya:

“Jika masuk sepuluh hari terakhir Ramadhan, Nabi ﷺ mengencangkan ikat pinggangnya, menghidupkan malamnya, dan membangunkan keluarganya.” (HR. Bukhari no. 2024, Muslim no. 1174)

13. Melatih Anak Kecil Berpuasa dengan Motivasi

Anak-anak kecil dianjurkan untuk dilatih puasa dengan pujian, hadiah, motivasi.

Dalilnya dari Rubayyi’ binti Mu’awwidz رضي الله عنها:

كُنَّا نُصَوِّمُ صِبْيَانَنَا، وَنَجْعَلُ لَهُمُ اللُّعْبَةَ مِنَ الْعِهْنِ، فَإِذَا بَكَى أَحَدُهُمْ أَعْطَيْنَاهُ إِيَّاهَا حَتَّى يَكُونَ عِنْدَ الإِفْطَارِ

Artinya:

“Kami membiasakan anak-anak kami berpuasa, dan kami buatkan mainan dari wol. Jika salah satu dari mereka menangis karena lapar, kami berikan mainan itu sampai waktu berbuka.” (HR. Bukhari no. 1859, Muslim no. 1136)

Imam Nawawi رحمه الله berkata:

“Dalam hadis ini terdapat dalil melatih anak-anak melakukan ketaatan dan membiasakan ibadah, meskipun mereka belum wajib.” (Sharh Muslim 8/14)

14. Mengajak Keluarga Umrah di Bulan Ramadhan

Rasulullah ﷺ bersabda:

«فَإِنَّ عُمْرَةً فِي رَمَضَانَ تَعْدِلُ حَجَّةً»

Artinya:

Umrah di bulan Ramadhan setara dengan haji.” (HR. Bukhari no. 1863, Muslim no. 1256)

15. Tidak Membebani Istri dengan Masakan Berlebihan

Ramadhan bukan bulan pamer makanan. Berlebih-lebihan justru:
menghilangkan kekhusyukan, melalaikan dari ibadah, bertentangan dengan hikmah puasa.

16. Menghidupkan Majelis Al-Qur’an di Rumah

Setiap rumah dianjurkan memiliki majelis membaca Al-Qur’an,
penjelasan makna ayat, membaca buku fiqh puasa atau nasihat Ramadhan setiap hari.

17. Mendorong Sedekah dan Peduli Tetangga

Dari Ibnu Abbas رضي الله عنه:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ أَجْوَدَ النَّاسِ، وَكَانَ أَجْوَدُ مَا يَكُونُ فِي رَمَضَانَ

Artinya:

“Rasulullah ﷺ adalah orang paling dermawan, dan paling dermawan di bulan Ramadhan.” (HR. Bukhari no. 6, Muslim no. 2308)

18. Melarang Begadang Sia-sia dan Maksiat

Orang tua harus mencegah keluarga dari begadang tanpa manfaat,
tontonan haram, pergaulan yang merusak iman.

19. Mengingatkan Tujuan Akhir: Berkumpul di Surga

Keluarga hendaknya diingatkan bahwa kebahagiaan sejati adalah berkumpul bersama di surga di bawah naungan rahmat Allah ﷻ.
Majelis Ramadhan di dunia adalah jalan menuju pertemuan abadi di akhirat.

Penutup
Ramadhan adalah kesempatan emas untuk membangun keluarga yang saleh dan salehah. Jika orang tua berhasil menjadikan Ramadhan sebagai sekolah iman di rumah, maka anak-anak akan tumbuh dalam ketaatan dan cinta kepada Allah.


Penulis: Abu Utsman Surya Huda Aprila

Related Posts

  • All Post
  • Doa-Doa
  • Kajian Islam
  • Khotbah Jumat
  • Muamala
  • Tanya Ulama
    •   Back
    • Akhlak
    • Fiqih
    • Hadis
    • Sirah Sahabat
    • Tafsir
    • Umum
    •   Back
    • Allah
    • Malaikat
    • Kitab
    • Rasul
    • Hari kiamat
    • Takdir
    •   Back
    • Sholat
    • Zakat
    • Puasa
    • Haji (Umrah)
    •   Back
    • Rukun Islam
    • Rukun Iman
    • Umum
    • Sholat
    • Zakat
    • Puasa
    • Haji (Umrah)
    • Allah
    • Malaikat
    • Kitab
    • Rasul
    • Hari kiamat
    • Takdir
Istimewa

February 11, 2026/

JAKARTA – Sembari berjalannya waktu, keimanan seseorang bisa memudar, sebagaimana usangnya sebuah pakaian. Dalam sebuah hadis...

Edit Template

Yuk Subscribe Kajian Sunnah

You have been successfully Subscribed! Ops! Something went wrong, please try again.

Popular Posts

No Posts Found!

Trending Posts

No Posts Found!

© 2024 Kajiansunnah.co.id