MAKNA SHALAWAT DAN SALAM KEPADA NABI MUHAMMAD ﷺ

MAKNA SHALAWAT DAN SALAM KEPADA NABI MUHAMMAD ﷺ

JAKARTA – Makna shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad ﷺ penting dipahami oleh setiap muslim agar bacaan yang sering diucapkan dalam salat maupun doa tidak hanya menjadi lafaz di lisan, tetapi juga dihayati maknanya. Para ulama menjelaskan bahwa shalawat bukan sekadar doa biasa, melainkan permohonan agar Allah memuji Nabi ﷺ di hadapan para malaikat, sedangkan salam adalah doa keselamatan dan penjagaan bagi beliau serta syariat yang dibawanya.

Makna Shalawat dan Salam kepada Nabi Muhammad ﷺ

Pendahuluan

Segala puji bagi Allah, dan shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Rasulullah. Memahami makna selawat dan salam kepada Nabi Muhammad ﷺ adalah hal yang sangat esensial bagi seorang muslim agar ibadah dan doa yang dipanjatkan lebih dihayati. Para ulama telah merumuskan definisi dan makna yang mendalam terkait hal ini melalui berbagai dalil dari Al-Qur’an, As-Sunnah, dan bahasa.

1. Makna Shalawat kepada Nabi Muhammad ﷺ

Terdapat perbedaan pandangan di antara para ulama dalam mendefinisikan makna “Shalawat” kepada Nabi Muhammad ﷺ.

A. Pandangan Mayoritas Ulama (Jumhur)

Menurut jumhur ulama, makna selawat berbeda-beda tergantung dari siapa selawat itu berasal:

  • Dari Allah ﷻ: Bermakna rahmat.
  • Dari Malaikat: Bermakna permohonan ampun (istigfar).
  • Dari Manusia: Bermakna doa.

B. Pandangan yang Lebih Kuat (Rajih)

Sebagian ulama lain, termasuk ulama salaf (terdahulu) seperti Abu Al-‘Aliyah, ulama muta’akhirin seperti Ibnul Qayyim, dan ulama kontemporer seperti Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin, berpendapat bahwa makna selawat bukanlah sekadar rahmat atau istigfar.

Makna shalawat yang sesungguhnya adalah pujian Allah kepada Nabi ﷺ di hadapan para malaikat (Mala’ al-A’la). Oleh karena itu, selawat dari malaikat dan manusia sejatinya adalah bentuk doa yang memohon agar Allah ﷻ memuji Nabi ﷺ di majelis tertinggi tersebut. Ibnul Qayyim secara khusus membahas masalah ini secara luas dalam kitabnya, Jala’ al-Afham fi Fadhl as-Shalah wa as-Salam ‘ala Khair al-Anam.

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah memberikan penjelasan yang komprehensif untuk meluruskan pandangan mayoritas. Beliau berkata:

“قوله: ‘صلِّ على محمد’ قيل: إنَّ الصَّلاةَ مِن الله: الرحمة، ومن الملائكة: الاستغفار، ومن الآدميين: الدُّعاء… وهذا مشهورٌ بين أهل العلم، لكن الصحيح خِلاف ذلك، أن الصَّلاةَ أخصُّ من الرحمة، ولذا أجمع المسلمون على جواز الدُّعاء بالرحمة لكلِّ مؤمن، واختلفوا: هل يُصلَّى على غير الأنبياء؟ ولو كانت الصَّلاةُ بمعنى الرحمة لم يكن بينهما فَرْقٌ، فكما ندعو لفلان بالرحمة نُصلِّي عليه.”

Terjemahan:

“Perkataan ‘Berselawatlah kepada Muhammad’, dikatakan bahwa selawat dari Allah adalah rahmat, dari malaikat adalah istigfar, dan dari manusia adalah doa… Ini adalah pendapat yang masyhur di kalangan ahli ilmu. Namun, pendapat yang benar adalah sebaliknya, bahwa selawat itu lebih khusus daripada sekadar rahmat. Oleh karena itu, kaum muslimin sepakat bolehnya mendoakan rahmat untuk setiap mukmin, namun mereka berselisih pendapat: apakah boleh berselawat untuk selain Nabi? Seandainya selawat bermakna rahmat, niscaya tidak ada perbedaan di antara keduanya; sebagaimana kita mendoakan rahmat untuk seseorang, kita pun bisa berselawat untuknya.”

Syaikh Al-Utsaimin juga berdalil dengan firman Allah ﷻ:

أُولَئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَاتٌ مِنْ رَبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُهْتَدُونَ (البقرة: ١٥٧)

Terjemahan:

“Mereka itulah yang mendapat ampunan (selawat) dan rahmat dari Tuhannya, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. Al-Baqarah: 157)

Dalam kaidah bahasa Arab, penggunaan kata hubung (ataf) “dan” (wa) antara kata Shalawat dan Rahmah menunjukkan bahwa keduanya adalah hal yang berbeda (Mughayarah).

Sebagai kesimpulan, definisi terbaik adalah yang diungkapkan oleh Abu Al-‘Aliyah:

ثناؤه عليه في الملأ الأعلى

Terjemahan:

“Pujian-Nya (Allah) kepadanya (Nabi ﷺ) di majelis tertinggi (di hadapan malaikat yang didekatkan).”

Meskipun secara bahasa selawat bermakna doa, ia juga berasal dari kata shilah (sambungan/pemberian). Pujian yang baik (sebutan yang harum) di Mala’ al-A’la adalah bentuk shilah yang paling agung.

2. Makna Salam kepada Nabi Muhammad ﷺ

Secara umum, “Salam” kepada Nabi Muhammad ﷺ berarti mendoakan keselamatan bagi beliau; keselamatan badannya semasa hidupnya, keselamatan agamanya, keselamatan jasadnya di alam kubur, dan keselamatannya pada hari kiamat.

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin merinci makna “Assalamu ‘alaika” ke dalam dua pendekatan:

1. As-Salam sebagai Nama Allah

Sebagaimana firman Allah ﷻ:

الْمَلِكُ الْقُدُّوسُ السَّلَامُ (الحشر: ٢٣)

Terjemahan:

“…Maharaja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera (As-Salam)…” (QS. Al-Hasyr: 23).

Maka maknanya adalah: Semoga Allah senantiasa mengawasi, menjaga, dan merawat Rasulullah ﷺ.

2. As-Salam sebagai Masdar (Taslim)

Sebagaimana firman Allah ﷻ:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا (الأحزاب: ٥٦)

Terjemahan:

“Wahai orang-orang yang beriman! Berselawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” (QS. Al-Ahzab: 56).

Maka maknanya adalah kita mendoakan keselamatan bagi beliau dari segala mara bahaya.

Tanya Jawab Seputar Makna Salam

Tanya:

Bagaimana kita mendoakan keselamatan untuk Nabi ﷺ padahal beliau sudah wafat?

Jawab:

Doa keselamatan tidak terbatas pada masa hidup. Masih ada huru-hara hari kiamat. Oleh karena itu, doa para Rasul ketika manusia menyeberangi jembatan (Shirath) kelak adalah:

اللَّهُمَّ سَلِّمْ سَلِّمْ

(Ya Allah, selamatkanlah, selamatkanlah).

Selain itu, salam juga bermakna keselamatan syariat dan sunnahnya dari tangan orang-orang yang mempermainkan agama, merujuk pada pemahaman ayat QS. An-Nisa: 59.

Tanya:

Apakah kalimat “Assalamu ‘alaika” itu bersifat berita (khabar) atau doa?

Jawab:

Kalimat tersebut adalah doa agar Allah menyelamatkannya. Bentuk strukturnya adalah berita, namun maknanya adalah doa.

Tanya:

Apakah mengucapkan salam kepada Nabi (seperti dalam tasyahud) berarti kita sedang berbicara langsung (khatab) dengannya layaknya manusia biasa?

Jawab:

Tidak. Jika itu adalah obrolan antar manusia, maka salatnya akan batal, karena dalam salat tidak boleh ada percakapan sesama manusia. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dalam Iqtidha’ as-Sirath al-Mustaqim menjelaskan bahwa hal ini terjadi karena kuatnya penghayatan (istihdhar) seseorang terhadap Nabi ﷺ saat mengucapkan salam, sehingga seakan-akan beliau ada di hadapannya. Buktinya, para sahabat mengucapkan Assalamu ‘alaika sementara beliau tidak mendengar mereka, atau berada di kota yang berbeda.

Kesimpulan

Shalawat kepada Nabi ﷺ yang paling tepat dimaknai sebagai permohonan agar Allah memuji beliau di hadapan para malaikat (Mala’ al-A’la). Sedangkan salam adalah doa memohonkan keselamatan paripurna bagi Nabi ﷺ, baik di dunia, di alam kubur, di hari kiamat, serta penjagaan terhadap sunnah dan syariat beliau. Wallahu a’lam.

Oleh Abu Utsman Surya Huda Aprila

Daftar Pustaka / Referensi Utama

Al-Qur’an Al-Karim (QS. Al-Baqarah: 157, QS. Al-Hasyr: 23, QS. Al-Ahzab: 56, QS. An-Nisa: 59).
Al-Utsaimin, Muhammad bin Shalih. Asy-Syarh Al-Mumti’ ‘ala Zad Al-Mustaqni’, Jilid 3, hal. 149–150 & 163–164.

Related Posts

  • All Post
  • Doa-Doa
  • Kajian Islam
  • Khotbah Jumat
  • Muamala
  • Tanya Ulama
    •   Back
    • Akhlak
    • Fiqih
    • Hadis
    • Sirah Sahabat
    • Tafsir
    • Umum
    •   Back
    • Allah
    • Malaikat
    • Kitab
    • Rasul
    • Hari kiamat
    • Takdir
    •   Back
    • Sholat
    • Zakat
    • Puasa
    • Haji (Umrah)
    •   Back
    • Rukun Islam
    • Rukun Iman
    • Umum
    • Sholat
    • Zakat
    • Puasa
    • Haji (Umrah)
    • Allah
    • Malaikat
    • Kitab
    • Rasul
    • Hari kiamat
    • Takdir
POHON YANG BERBUAH

May 22, 2026/

الحمدُ للهِ الَّذِي أَنْزَلَ الْكِتَابَ هُدًى لِلْمُتَّقِينَ، وَجَعَلَ الْعِلْمَ نُورًا لِلسَّالِكِينَ، وَرَفَعَ أَهْلَهُ دَرَجَاتٍ فِي الدُّنْيَا...

amar makruf nahi mungkar

May 22, 2026/

الحمدُ للهِ الَّذِي مَنَّ عَلَيْنَا بِصِحَّةِ الإِعْتِقَادِ، وَطَهَّرَ قُلُوبَنَا مِنْ أَدْرَانِ الشِّرْكِ وَالوَثَنِيَّةِ وَالإِلْحَادِ، وَأَنْقَذَنَا مِنْ...

Edit Template

Yuk Subscribe Kajian Sunnah

You have been successfully Subscribed! Ops! Something went wrong, please try again.

Popular Posts

No Posts Found!

Trending Posts

No Posts Found!

© 2024 Kajiansunnah.co.id