KHUTBAH PERTAMA
إن الحمد لله، نحمدُه ونستعينُه ونستغفرُه وَنَتُوبُ إِلَيْهِ، ونعوذُ باللهِ من شرورِ أنفسنا ومن سيئات أعمالنا، من يهدِه الله فلا مضلَّ له، ومن يضلِلْ فلا هادي له. وأشهدُ أنْ لا إله إلا الله وحده لا شريكَ له، وأشهدُ أن محمداً عبده ورسوله لا نبي بعده.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.”
فإن اصدقَ الحديث كتابُ الله، وخيرَ الهدي هديُ محمد صلى الله عليه وسلم، وشرَّ الأمورِ محدثاتُها، وكلَّ محدثة بدعةٌ، وكلَّ بدعة ضلالةٌ، وكلَّ ضلالة في النار.
Ma’asyiral Muslimin yang dirahmati Allah,
Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT.
Di antara nama-nama Allah yang terindah adalah Ar-Razzaq. Dialah Maha Pemberi Rezeki yang menjamin seluruh makhluk-Nya, bahkan binatang melata sekalipun. Sebagaimana firman-Nya:
وَكَأَيِّن مِّن دَابَّةٍ لَّا تَحْمِلُ رِزْقَهَا اللَّهُ يَرْزُقُهَا وَإِيَّاكُمْ
“Dan betapa banyak binatang yang tidak (dapat) membawa (mengurus) rezekinya sendiri. Allahlah yang memberi rezeki kepadanya dan kepadamu.” (QS. Al-Ankabut: 60).
Meskipun rezeki telah dijamin sebagaimana ajal telah ditentukan, kita tetap wajib berikhtiar.
Namun, ketahuilah bahwa selain sebab duniawi (seperti bekerja), ada sebab-sebab ukhrawi yang sering dilalaikan manusia, padahal ia lebih kuat dalam mendatangkan dan jadi pintu rezeki.
Pertama: Berdoa kepada Allah
Doa adalah senjata pertama bagi mukmin, bukan yang terakhir. Allah berfirman:
فَابْتَغُوا عِنْدَ اللَّهِ الرِّزْقَ
“Maka carilah rezeki di sisi Allah.” (QS. Al-Ankabut: 17).
Imam Syafii rahimahullah berkata tentang kekuatan doa:
أَتَهزَأُ بِالدُعاءِ وَتَزدَريهِ … وَما تَدري بِما صَنَعَ الدُّعاءُ
“Apakah kau meremehkan dan menganggap enteng doa? Kau tak tahu apa yang bisa dilakukan doa.”
Kedua: Bertakwa kepada Allah
Allah menjanjikan solusi dan rezeki yang tak terduga bagi orang yang bertakwa:
وَمَن يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَل لَّهُ مَخْرَجًا وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ
“Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar, dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.” (QS. At-Talaq: 2-3).
Ketiga: Bertawakal kepada Allah
Tawakal adalah menggantungkan hati hanya kepada Allah, bukan kepada atasan atau pekerjaan. Nabi ﷺ bersabda:
لَوْ أَنَّكُمْ تَتَوَكَّلُونَ عَلَى اللَّهِ حَقَّ تَوَكُّلِهِ لَرَزَقَكُمْ كَمَا يَرْزُقُ الطَّيْرَ تَغْدُو خِمَاصاً وَتَرُوحُ بِطَاناً
“Sekiranya kalian bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benar tawakal, niscaya Dia akan memberi rezeki kepada kalian sebagaimana Dia memberi rezeki kepada burung; ia pergi di pagi hari dalam keadaan perut kosong dan pulang di sore hari dalam keadaan kenyang.” (HR. Ahmad dan Tirmidzi).
Keempat: Memerintahkan Keluarga Mendirikan Salat
Menjaga salat berjamaah dan mengajak anak istri salat adalah pintu rezeki. Allah berfirman:
وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِالصَّلَاةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَا ۖ لَا نَسْأَلُكَ رِزْقًا ۖ نَحْنُ نَرْزُقُكَ
“Dan perintahkanlah keluargamu melaksanakan salat dan sabar dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kamilah yang memberi rezeki kepadamu.” (QS. Taha: 132).
Kelima: Menyambung Silaturahim
Nabi ﷺ bersabda:
مَنْ سَرَّهُ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِه أَوْ يُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ
“Barangsiapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka sambunglah silaturahim.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Keenam: Bersedekah dengan Ikhlas
Sedekah tidak akan mengurangi harta. Allah bahkan menyebutnya sebagai “pinjaman” yang pasti diganti berlipat ganda dan akan membuka pintu rezeki.
مَنْ ذَا الَّذِي يُقْرِضُ اللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا فَيُضَاعِفَهُ لَهُ أَضْعَافًا كَثِيرَةً
“Barangsiapa meminjami Allah dengan pinjaman yang baik, maka Allah akan melipatgandakan ganti kepadanya dengan banyak.” (QS. Al-Baqarah: 245).
أقول قولي هذا واستغفر الله لي ولكم ولسائر المسلمين من كل ذنب وخطيئة، فأستغفره إنه هو الغفور الرحيم.
KHUTBAH KEDUA
الحمد لله على إحسانه، والشكر له على توفيقه وامتنانه، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له تعظيما لشأنه، وأشهد أن محمدا عبده ورسوله الداعي إلى رضوانه، اللهم صلِّ عليه وعلى آله وأصحابه وإخوانه.
Hadirin yang dirahmati Allah,
Dalam mencari rezeki, hendaknya kita senantiasa berhusnudzan (berprasangka baik) kepada Allah. Allah berfirman dalam hadis qudsi:
أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِي بِي، فَلْيَظُنَّ بِي مَا يَشَاءُ
“Aku berdasarkan persangkaan hamba-Ku kepada-Ku, maka hendaknya ia berprasangka kepada-Ku sekehendaknya.”
Ingatlah nikmat Allah yang telah diberikan bahkan sebelum kita bisa meminta, seperti saat kita masih janin di perut ibu atau saat Nabi Musa AS diselamatkan sewaktu bayi. Jika tanpa meminta saja Allah memberi, apalagi jika kita bersungguh-sungguh memohon kepada-Nya.
Hal terpenting bukanlah jumlah harta yang banyak, melainkan keberkahannya. Harta yang sedikit namun berkah akan membawa ketenangan dan ketaatan, sementara harta banyak yang tidak berkah hanya akan mendatangkan problematika.
Kelak di hari kiamat, setiap orang akan bernaung di bawah sedekahnya:
كُلُّ امْرِئٍ فِيْ ظِلِّ صَدَقَتِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
“Setiap orang akan berada di bawah naungan sedekahnya pada hari kiamat.” (HR. Ahmad).
Doa Penutup
إنَّ اللهَ وملائكَتَهُ يُصَلُّونَ على النبيِّ يا أَيُّها الذين آمنُوا صَلُّوا عليهِ وسَلِّمُوا تَسْلِيماً.
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ، وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ.
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ.
اللَّهُمَّ آتِ نُفُوْسَنَا تَقْوَاهَا وَزَكِّهَا أَنْتَ خَيْرُ مَنْ زَكَّاهَا أَنْتَ وَلِيُّهَا وَمَوْلَاهَا.
اللهم ارزقنا وأنت خير الرازقين.
اللَّهُمَّ إِنَّا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
Abu Utsman Surya Huda Aprila


