Khutbah Pertama
اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِي جَعَلَ الدُّنْيَا مَزْرَعَةً لِلْآخِرَةِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى رَسُولِ اللهِ الَّذِي قَالَ: كُنْ فِي الدُّنْيَا كَأَنَّكَ غَرِيبٌ أَوْ عَابِرُ سَبِيلٍ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَأَهْدَى، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ الْمُصْطَفَى. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللهِ، أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُونَ.
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,
Segala puji bagi Allah yang telah memberikan kita nikmat iman dan kesehatan. Selawat serta salam semoga tercurah kepada Baginda Nabi Muhammad ﷺ. Bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benarnya takwa, karena hanya takwa yang akan menjadi bekal kita di negeri yang abadi kelak.
Ketahuilah wahai saudaraku, sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah sementara, fana, dan berlalu begitu cepat jika dibandingkan dengan kehidupan akhirat. Rasulullah ﷺ pernah bersabda bahwa umur umat beliau berkisar antara 60 hingga 70 tahun, dan hanya sedikit yang melampauinya. Usia ini sangatlah singkat jika dibandingkan dengan masa penantian di alam barzah yang bisa ribuan tahun, atau di Padang Mahsyar yang satu harinya setara dengan 50.000 tahun.
Jamaah yang Dimuliakan Allah,
Sering kali manusia lalai karena tumpukan harta dan kesehatan yang prima. Padahal, sebanyak apa pun harta dan semewah apa pun rumah seseorang, tidak akan mampu menambah usianya walau sedetik pun jika ajal telah tiba.
Allah Subhanahu wa Ta’ala mengingatkan hakikat dunia dalam Al-Qur’an:
وَمَا هَٰذِهِ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا لَهْوٌ وَلَعِبٌ ۚ وَإِنَّ الدَّارَ الْآخِرَةَ لَهِيَ الْحَيَوَانُ ۚ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ
“Dan tidaklah kehidupan dunia ini kecuali hanyalah permainan dan senda gurau. Dan sesungguhnya negeri akhirat itulah kehidupan yang sejati (sesungguhnya), sekiranya mereka mengetahui.” (QS. Al-Ankabut: 64).
Allah juga mengibaratkan dunia ini seperti mawar (zahrah) yang indah dipandang dan harum baunya, namun sangat cepat layu dan menjadi lapuk. Begitu pula dengan perumpamaan air hujan yang menumbuhkan tanaman hijau yang indah, namun tak lama kemudian tanaman itu menguning, kering, dan hancur ditiup angin.
Rasulullah ﷺ memberikan teladan nyata bagaimana memandang dunia. Suatu ketika beliau tidur di atas tikar yang kasar hingga membekas di lambungnya. Saat sahabat menawarkan kasur yang empuk, beliau bersabda:
مَا لِي وَلِلدُّنْيَا؟ مَا أَنَا فِي الدُّنْيَا إِلَّا كَرَاكِبٍ اسْتَظَلَّ تَحْتَ شَجَرَةٍ ثُمَّ رَاحَ وَتَرَكَهَا
“Apa urusanku dengan dunia? Aku di dunia ini tidak lain hanyalah seperti seorang pengendara yang berteduh di bawah pohon, kemudian ia pergi dan meninggalkannya.” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah).
Oleh karena itu, janganlah kita tertipu. Dunia hanyalah tempat mampir sebentar untuk beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan panjang menuju hisab, mizan, shirath, hingga akhirnya menuju surga atau neraka.
أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.
Khutbah Kedua
اَلْحَمْدُ للهِ حَمْدًا كَثِيرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ.
Jamaah yang Dirahmati Allah,
Jika kita menyadari bahwa dunia ini singkat, maka ada beberapa sikap yang harus kita miliki:
1. Bersabar dalam Kesulitan
Jika ekonomi sulit, bersabarlah karena ini hanya sementara. Nabi ﷺ saat menggali Parit Khandaq dalam kondisi lapar dan dingin berujar:
اللهم لا عيش إلا عيش الآخرة
“Ya Allah, tidak ada kehidupan yang sejati kecuali kehidupan akhirat.”
2. Jangan Hasad
Jika melihat orang lain lebih kaya, katakanlah doa yang sama agar hati kita rida dan tidak dengki.
3. Bersegera dalam Amal Saleh
Rasulullah ﷺ mengingatkan kita untuk memanfaatkan lima perkara sebelum datang lima perkara lainnya:
اغْتَنِمْ خَمْسًا قَبْلَ خَمْسٍ: شَبَابَكَ قَبْلَ هَرَمِكَ، وَصِحَّتَكَ قَبْلَ سَقَمِكَ، وَغِنَاكَ قَبْلَ فَقْرِكَ، وَفَرَاغَكَ قَبْلَ شُغْلِكَ، وَحَيَاتَكَ قَبْلَ مَوْتِكَ
“Manfaatkanlah lima perkara sebelum lima perkara: masa mudamu sebelum masa tuamu, sehatmu sebelum sakitmu, kayamu sebelum miskinmu, waktu luangmu sebelum waktu sibukmu, dan hidupmu sebelum matimu.” (HR. Al-Hakim).
Ketahuilah, kelak di akhirat, penduduk neraka akan merasa seolah mereka hanya tinggal di dunia selama setengah hari atau sehari saja karena pedihnya siksaan dan panjangnya masa di akhirat.
Sebagaimana perkataan Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu yang sangat masyhur:
اَلْيَوْمَ عَمَلٌ وَلَا حِسَابَ، وَغَدًا حِسَابٌ وَلَا عَمَلَ
“Hari ini (di dunia) adalah waktu untuk beramal tanpa ada hisab, sedangkan besok (di akhirat) adalah waktu hisab tanpa ada lagi amal.”
Marilah kita tutup khutbah ini dengan doa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ.
فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ.
Abu Utsman Surya Huda Aprila


