JAKARTA – Benarkah ada warna khusus pakaian bagi wanita yang dianjurkan saat menunaikan salat? Anggapan bahwa mukena putih lebih utama masih banyak dijumpai di tengah masyarakat. Padahal, para ulama menjelaskan bahwa keyakinan tersebut perlu ditinjau kembali berdasarkan dalil syariat.
Adakah Warna Khusus Pakaian bagi Wanita yang Akan Menunaikan Salat?
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah mengatakan,
“Keharusan wanita memakai kerudung atau mukena berwarna putih, atau warna terang saat salat, tidak ada dasarnya dalam syariat. Justru seorang wanita boleh memakai kerudung sesuai dengan apa yang biasa ia kenakan di luar salat. Jika biasanya memakai putih, silakan putih. Jika biasanya hitam, silakan hitam. Namun, jika ia memakai warna hitam, itu lebih baik karena pakaian luar yang ia kenakan (seperti abaya) biasanya berwarna hitam.
Keserasian antara kerudung dengan pakaian lainnya akan lebih jauh dari kesan pamer atau berhias (tabarruj). Semakin jauh suatu pakaian dari tabarruj, maka itu semakin utama.”
Sumber
- Fatawa Nur ‘ala ad-Darb, 2/7.
- Rof’ul Jahl fii Bayaan maa Laisa lahul Ashl, karya Dr. Ibrahim bin Fahd Al-Hawwas, hlm. 17.
Teks Fatwa
لا يشرع لون محدد لملابس المرأة عند الصلاة
قال رحمه الله: “لبس المرأة عند الصلاة خماراً أبيض أو فاتح اللون لا أصل له، بل إن المرأة تلبس خماراً على ما تعتاده في غير الصلاة، إن كان أبيض فأبيض، وإن كان أسود فأسود، ولبسها للأسود أحسن؛ لأن الذي عليها لباس أسود وهو العباءة فتناسب الخمار مع اللباس الآخر أبعد من التبرج، وكلما كان أبعد من التبرج فهو أولى”.
(فتاوى نور على الدرب 7 / 2)
Alih Bahasa: Abu Yusuf Wisnu Prasetya, S.H.


