JAKARTA – Di antara keindahan ajaran Islam adalah anjuran untuk saling mendoakan dalam kebaikan. Salah satu amalan yang memiliki keutamaan besar adalah doa bi zahril ghaib, yaitu mendoakan saudara sesama Muslim tanpa sepengetahuannya.
Mendoakan orang lain tanpa diminta merupakan salah satu bentuk kecintaan kepada sesama Muslim. Amalan ini juga mencerminkan keinginan seseorang agar saudaranya mendapatkan kebaikan sebagaimana dia menginginkan kebaikan untuk dirinya sendiri.
Al-Qur’an dan As-Sunnah menjelaskan keutamaan mendoakan saudara sesama Muslim tanpa sepengetahuannya. Di antara dalil yang menerangkan amalan tersebut adalah sebagai berikut.
DALIL DARI AL-QUR’AN TENTANG MENDOAKAN SESAMA MUSLIM
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman tentang doa orang-orang beriman:
وَالَّذِينَ جَاءُوا مِنْ بَعْدِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ
“Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshar), mereka berdoa, ‘Ya Tuhan kami, ampunilah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami…’” (QS. Al-Hasyr: 10).
Allah Subhanahu Wa Ta’ala juga memerintahkan Nabi Muhammad ﷺ untuk memohonkan ampun bagi kaum mukminin:
وَاسْتَغْفِرْ لِذَنْبِكَ وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ
“Dan mohonlah ampunan bagi dosamu dan bagi (dosa) orang-orang mukmin, laki-laki dan perempuan.” (QS. Muhammad: 19).
Selain itu, Al-Qur’an mengabadikan doa Nabi Ibrahim ‘alaihissalam yang memohonkan ampun bagi dirinya, kedua orang tuanya, dan kaum mukminin:
رَبَّنَا اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِينَ يَوْمَ يَقُومُ الْحِسَابُ
“Ya Tuhan kami, ampunilah aku, kedua orang tuaku, dan sekalian orang-orang mukmin pada hari terjadinya hisab (hari kiamat).” (QS. Ibrahim: 41).
Ayat-ayat tersebut menunjukkan bahwa mendoakan sesama orang beriman merupakan amalan yang dicontohkan dalam Al-Qur’an. Seorang Muslim tidak hanya memohon kebaikan untuk dirinya sendiri, tetapi juga untuk saudara-saudaranya seiman.
DALIL DARI HADITS NABI ﷺ
Rasulullah ﷺ menjelaskan keutamaan mendoakan saudara sesama Muslim tanpa sepengetahuannya. Di antara keutamaan tersebut adalah adanya malaikat yang mengaminkan doa sekaligus mendoakan kebaikan serupa bagi orang yang berdoa.
Hadits Pertama
Dari Abu Darda’ radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:
مَا مِنْ عَبْدٍ مُسْلِمٍ يَدْعُو لِأَخِيهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ إِلَّا قَالَ الْمَلَكُ: وَلَكَ بِمِثْلٍ
“Tidaklah seorang hamba Muslim mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuannya, melainkan malaikat akan berkata, ‘Dan bagimu hal yang semisal.’” (HR. Muslim No. 2732).
Hadits Kedua
Dalam riwayat lain dari Abu Darda’ radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:
دَعْوَةُ الْمَرْءِ الْمُسْلِمِ لِأَخِيهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ مُسْتَجَابَةٌ، عِنْدَ رَأْسِهِ مَلَكٌ مُوَكَّلٌ، كُلَّمَا دَعَا لِأَخِيهِ بِخَيْرٍ قَالَ الْمَلَكُ الْمُوَكَّلُ بِهِ: آمِينَ، وَلَكَ بِمِثْلٍ
“Doa seorang Muslim untuk saudaranya yang dilakukan tanpa sepengetahuan orang yang didoakannya adalah doa yang mustajab. Di dekatnya ada malaikat yang ditugaskan. Setiap kali dia mendoakan kebaikan untuk saudaranya, malaikat yang ditugaskan itu akan berkata, ‘Amin, dan bagimu kebaikan yang semisal.’” (HR. Muslim No. 2732).
Kedua hadits tersebut menjelaskan keutamaan besar mendoakan saudara sesama Muslim secara diam-diam. Ketika seseorang memohonkan kebaikan bagi saudaranya, malaikat turut mengaminkan doa tersebut dan mendoakan agar orang yang berdoa memperoleh kebaikan serupa.
HIKMAH DAN PENJELASAN
1. Bukti kecintaan kepada saudara sesama Muslim
Mendoakan orang lain tanpa diminta merupakan salah satu bentuk kecintaan kepada sesama Muslim. Amalan ini sejalan dengan sabda Nabi ﷺ tentang kesempurnaan iman, yaitu seseorang mencintai kebaikan bagi saudaranya sebagaimana dia mencintai kebaikan bagi dirinya sendiri.
2. Amalan yang dicontohkan para nabi
Mendoakan kaum mukminin bukan hanya amalan yang dianjurkan kepada umat Islam, tetapi juga dicontohkan oleh para nabi. Di antaranya adalah doa Nabi Ibrahim ‘alaihissalam yang memohonkan ampun bagi kaum mukminin, sebagaimana disebutkan dalam QS. Ibrahim ayat 41.
3. Mendoakan sesama Muslim ketika shalat
Seorang Muslim juga memohonkan keselamatan bagi orang-orang saleh ketika membaca tasyahud dalam shalat, melalui bacaan:
“Assalaamu ‘alainaa wa ‘alaa ‘ibaadillaahish shaalihiin.”
Artinya, “Semoga keselamatan dilimpahkan kepada kami dan kepada hamba-hamba Allah yang saleh.”
Bacaan tersebut mengandung doa keselamatan bagi diri sendiri dan hamba-hamba Allah yang saleh.
4. Keutamaan mendoakan tanpa sepengetahuan orang yang didoakan
Hadits tentang malaikat yang mengucapkan, “Amin, dan bagimu hal yang semisal,” menjelaskan keutamaan mendoakan saudara sesama Muslim tanpa sepengetahuannya. Amalan ini dapat dilakukan atas inisiatif sendiri, tanpa harus menunggu permintaan dari orang yang didoakan.
Karena itu, seorang Muslim hendaknya membiasakan diri mendoakan kebaikan bagi saudara-saudaranya. Dia dapat memohonkan ampunan, keselamatan, petunjuk, dan kebaikan lainnya bagi mereka, meskipun mereka tidak mengetahui doa tersebut.
Sumber: Syarh Riyadhus Shalihin, karya Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah, 6/45.
Oleh: Abu Utsman Surya Huda Aprila


