JAKARTA – Amalan-amalan yang menjadi sebab dibangunkan rumah di surga merupakan kabar gembira yang dijanjikan Allah Ta’ala kepada hamba-hamba-Nya yang beriman. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan bahwa ada sejumlah ibadah dan akhlak mulia yang menjadi jalan untuk meraih balasan tersebut, mulai dari menjaga shalat sunnah, membangun masjid, hingga memperindah akhlak. Lalu, amalan apa saja yang secara khusus disebutkan dalam hadis sebagai penyebab dibangunkan rumah di surga?
Pendahuluan
Mendapatkan tempat tinggal berupa istana atau rumah di surga merupakan salah satu cita-cita tertinggi setiap muslim. Surga adalah sebaik-baik tempat kembali yang penuh dengan kenikmatan, keridhaan Allah Ta’ala, ampunan-Nya, serta balasan pahala yang sangat agung. Begitu berharganya tempat tinggal di surga, hingga para hamba pilihan Allah memanjatkan doa khusus serta mendapatkan kabar gembira langsung dari langit terkait hal tersebut.
Artikel ilmiah ini menguraikan keutamaan rumah di surga berdasarkan ayat Al-Qur’an dan riwayat hadis, serta merinci amalan-amalan khusus yang menjadi sebab (asbab) dibangunkan rumah di surga bagi seorang muslim.
Keutamaan dan Kerinduan Orang-Orang Shalih akan Rumah di Surga
1. Doa Istri Fir’aun (Asiyah)
Betapa mulianya kerinduan akan rumah di surga dicontohkan langsung oleh istri Fir’aun (Asiyah radhiyallahu ‘anha). Beliau memilih kedekatan di sisi Allah dan rumah di surga ketimbang kemewahan istana duniawi, sebagaimana diabadikan dalam Al-Qur’an:
وَضَرَبَ اللَّهُ مَثَلًا لِلَّذِينَ آمَنُوا امْرَأَتَ فِرْعَوْنَ إِذْ قَالَتْ رَبِّ ابْنِ لِي عِنْدَكَ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ وَنَجِّنِي مِنْ فِرْعَوْنَ وَعَمَلِهِ وَنَجِّنِي مِنَ الْقَوْمِ الظَّالِمِينَ
“Dan Allah membuat perumpamaan bagi orang-orang yang beriman, yaitu istri Fir’aun, ketika dia berkata: ‘Ya Tuhanku, bangunkanlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam surga, dan selamatkanlah aku dari Fir’aun dan perbuatannya, serta selamatkanlah aku dari kaum yang zalim.'”
Referensi: Al-Qur’an, Surah At-Tahrim: 11.
2. Kabar Gembira untuk Khadijah binti Khuwailid
Ummul Mu’minin Khadijah radhiyallahu ‘anha mendapatkan kabar gembira yang sangat monumental melalui Malaikat Jibril ‘alaihissalam berupa rumah istimewa di surga atas pengorbanan dan kesetiaannya.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Malaikat Jibril datang kepada Nabi ﷺ lalu berkata:
فَإِذَا هِيَ أَتَتْكَ فَاقْرَأْ عَلَيْهَا السَّلَامَ مِنْ رَبِّهَا وَمِنِّي ، وَبَشِّرْهَا بِبَيْتٍ فِي الْجَنَّةِ مِنْ قَصَبٍ ، لَا صَخَبَ فِيهِ وَلَا نَصَبَ
“Jika ia datang kepadamu, sampaikanlah salam kepadanya dari Rabb-nya dan dariku, serta berilah kabar gembira kepadanya dengan sebuah rumah di surga yang terbuat dari mutiara berongga (qashab), yang tidak ada kebisingan di dalamnya dan tidak pula keletihan.”
Referensi: Hadis Riwayat Bukhari (No. 3820) dan Muslim (No. 2432).
Amalan-Amalan Pembawa Sebab Dibangunkan Rumah di Surga
1. Menjaga Shalat Sunnah Rawatib 12 Rakaat Sehari Semalam
Dari Ramlah binti Sakhr (Ummu Habibah) radhiyallahu ‘anha, Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ صَلَّى فِي يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ ثِنْتَيْ عَشْرَةَ رَكْعَةً ، بُنِيَ لَهُ بَيْتٌ فِي الْجَنَّةِ : أَرْبَعًا قَبْلَ الظُّهْرِ ، وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَهَا ، وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْمَغْرِبِ ، وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْعِشَاءِ ، وَرَكْعَتَيْنِ قَبْلَ الْفَجْرِ
“Barang siapa yang shalat (sunnah) dalam sehari semalam sebanyak dua belas rakaat, maka akan dibangunkan baginya sebuah rumah di surga: empat rakaat sebelum Zuhur, dua rakaat setelahnya, dua rakaat setelah Maghrib, dua rakaat setelah Isya, dan dua rakaat sebelum Subuh.”
Referensi: Hadis Riwayat At-Tirmidzi (No. 415), dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih Sunan At-Tirmidzi.
2. Bersabar dan Memuji Allah saat Ditinggal Wafat oleh Anak (Bayt al-Hamd)
Sikap ridha dan kembali kepada Allah saat diuji dengan wafatnya buah hati dibalas dengan sebuah rumah khusus di surga bernama Bayt al-Hamd.
Dari Abu Musa Al-Asy’ari radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:
ابْنُوا لِعَبْدِي بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ وَسَمُّوهُ : بَيْتَ الْحَمْدِ
“Bangunkanlah untuk hamba-Ku sebuah rumah di surga dan namakanlah rumah itu Bayt al-Hamd (Rumah Pujian).”
Referensi: Hadis Riwayat At-Tirmidzi (No. 1021), dihasankan oleh Al-Albani dalam Silsilah al-Ahadits ash-Shahihah (No. 1408).
3. Membangun Masjid karena Allah
Dari Utsman bin Affan radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ بَنَى مَسْجِدًا لِلَّهِ ، بَنَى اللَّهُ لَهُ فِي الْجَنَّةِ مِثْلَهُ
“Barang siapa membangun masjid karena Allah, maka Allah akan membangunkan baginya bangunan yang serupa di surga.”
Referensi: Hadis Riwayat Bukhari (No. 450) dan Muslim (No. 533).
Bahkan, meskipun hanya ikut membangun dalam ukuran yang sangat kecil, keutamaannya tetap berlaku. Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ بَنَى مَسْجِدًا لِلَّهِ كَمَفْحَصِ قَطَاةٍ ، أَوْ أَصْغَرَ ، بَنَى اللَّهُ لَهُ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ
“Barang siapa membangun masjid karena Allah meski hanya seukuran tempat burung bertelur atau lebih kecil, Allah akan membangunkan baginya rumah di surga.”
Referensi: Hadis Riwayat Ibnu Majah (No. 738), dishahihkan oleh Al-Albani.
4. Menjaga Akhlak: Meninggalkan Debat, Dusta, dan Memperbaiki Akhlak
Dari Abu Umamah Al-Bahili radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:
أَنَا زَعِيمٌ بِبَيْتٍ فِي رَبَضِ الْجَنَّةِ لِمَنْ تَرَكَ الْمِرَاءَ وَإِنْ كَانَ مُحِقًّا ، وَبِبَيْتٍ فِي وَسَطِ الْجَنَّةِ لِمَنْ تَرَكَ الْكَذِبَ وَإِنْ كَانَ مَازِحًا ، وَبِبَيْتٍ فِي أَعْلَى الْجَنَّةِ لِمَنْ حَسُنَ خُلُقُهُ
“Aku menjamin sebuah rumah di pinggiran surga bagi orang yang meninggalkan perdebatan meskipun ia benar, sebuah rumah di tengah surga bagi orang yang meninggalkan dusta meskipun bercanda, dan sebuah rumah di tingkatan tertinggi surga bagi orang yang berakhlak mulia.”
Referensi: Hadis Riwayat Abu Dawud (No. 4800), dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih at-Targhib wa at-Tarhib (No. 2648).
Keutamaan Menunjukkan Kebaikan kepada Orang Lain
Mengajarkan dan menyebarkan amalan-amalan tersebut kepada sesama muslim juga merupakan pintu pahala yang besar. Nabi ﷺ bersabda:
إِنَّ الدَّالَّ عَلَى الْخَيْرِ كَفَاعِلِهِ
“Sesungguhnya orang yang menunjukkan kepada kebaikan adalah seperti orang yang mengerjakannya.”
Referensi: Hadis Riwayat At-Tirmidzi (No. 2670), dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih Sunan At-Tirmidzi.
Dengan mengajarkan amalan-amalan tersebut kepada orang lain, seorang muslim juga berpeluang memperoleh pahala sebagaimana orang yang mengamalkannya, atas karunia Allah Ta’ala.
Kesimpulan
Syariat Islam telah memberikan panduan yang jelas mengenai amalan-amalan yang menjadi sebab dibangunkannya rumah di surga. Amalan tersebut mencakup ibadah harian seperti menjaga shalat sunnah rawatib, kesabaran saat menghadapi musibah, keikhlasan membangun masjid, hingga menjaga akhlak dan lisan.
Semoga Allah Ta’ala memberikan taufik kepada kita untuk mengamalkan seluruh amalan tersebut dan menganugerahkan rumah terbaik di surga-Nya.
Wallahu A’lam.
Oleh: Abu Utsman Surya Huda Aprila


