WAKTUMU ADALAH HIDUPMU

WAKTUMU ADALAH HIDUPMU

JAKARTA – Di antara nikmat yang telah Allah subhanahu wa ta’ala berikan kepada kita, ialah waktu luang. Mengapa ia bisa dikatakan sebagai nikmat? Jawabannya ialah, karena dalam waktu luang seseorang bisa melakukan apapun sesuka hatinya. Bukankah kebebasan itu termasuk dari nikmat yang besar? Bukankah melakukan segala sesuatu tanpa adanya beban merupakan keinginan kita semua? Itulah yang ada di dalam waktu luang.

Namun ingat, sebebas-bebasnya kita melakukan sesuatu, semua itu akan dipertanggungjawabkan kelak di hadapan Allah subhanahu wa ta’ala.

Jika boleh diibaratkan, waktu luang bagaikan pisau bermata dua. Terkadang bisa untuk kebaikan, bisa pula untuk keburukan. Oleh karena itu, cerdaslah dalam mengoptimalkan waktu yang dimiliki.

Keadaan pertama orang yang memiliki waktu luang, maka dia akan bisa menghabiskannya bersama keluarga, sahabatnya, menikmati hobinya, atau aktivitas santai lainnya yang bermanfaat. Namun ada pula sebagian orang yang memiliki waktu luang, kemudian ia habiskan untuk hal-hal yang tidak penting, bahkan perbuatan yang menghasilkan dosa. Betapa meruginya jenis orang yang seperti ini. Siapkah dia untuk mempertanggungjawabkan semua di akhirat nanti?!

Waktu Luang Itu Nikmat

Waktu luang merupakan kenikmatan yang sering dilalaikan oleh banyak manusia. Tak terkecuali kita. Ya, saya dan Anda yang sedang membaca. Bukankah kita sering menyia-nyiakan waktu luang? Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam pernah bersabda,

نِعْمَتَانِ مَغْبُوْنٌ فِيْهِمَا كَثِيْرٌ مِنَ النَّاسِ: الصِّحَةُ وَالفَرَاغُ.

“Ada dua nikmat yang kebanyakan manusia tertipu di dalamnya,[1] yaitu; nikmat sehat dan waktu luang.”[2]

Sebagian ulama menjelaskan, bahwa maksud dari sabda beliau; “…kebanyakan manusia tertipu..,” adalah banyak manusia yang merugi karena tidak bisa memanfaatkan kesehatan dan waktu luang tersebut. Sesuatu yang disebut nikmat, adalah sesuatu yang bisa dinikmati dan dirasakan kenikmatannya oleh manusia, sedangkan kata maghbuun dalam hadis itu bermakna; keuntungan yang sangat besar.

Jadi, sejatinya seorang hamba yang memiliki waktu luang dalam kondisi sehat, ia bagaikan orang yang mendapatkan keuntungan sangat besar, atau memiliki modal yang sangat banyak untuk meraih sesuatu. Seandainya ia menggunakan dua nikmat tersebut pada hal-hal yang sesuai pada momen dan tempat yang tepat, niscaya apa yang ia lakukan itu menjadi kebaikan yang luar biasa baginya, akan tetapi sangat disayangkan, banyak dari manusia yang tidak bisa memanfaatkan keuntungan/modal tersebut dengan baik.

Ditulis oleh:
Abu Yusuf Wisnu Prasetya, S.H

[1] Tidak bisa memanfaatkannya dengan baik.
[2] HR. Al-Bukhari, no. 4612.

Related Posts

  • All Post
  • Doa-Doa
  • Kajian Islam
  • Khotbah Jumat
  • Muamala
  • Tanya Ulama
    •   Back
    • Akhlak
    • Fiqih
    • Hadis
    • Sirah Sahabat
    • Tafsir
    • Umum
    •   Back
    • Allah
    • Malaikat
    • Kitab
    • Rasul
    • Hari kiamat
    • Takdir
    •   Back
    • Sholat
    • Zakat
    • Puasa
    • Haji (Umrah)
    •   Back
    • Rukun Islam
    • Rukun Iman
    • Umum
    • Sholat
    • Zakat
    • Puasa
    • Haji (Umrah)
    • Allah
    • Malaikat
    • Kitab
    • Rasul
    • Hari kiamat
    • Takdir
Edit Template

Yuk Subscribe Kajian Sunnah

You have been successfully Subscribed! Ops! Something went wrong, please try again.

Popular Posts

No Posts Found!

Trending Posts

No Posts Found!

© 2024 Kajiansunnah.co.id