POHON YANG BERBUAH

POHON YANG BERBUAH

JAKARTA – Pohon yang berbuah akan selalu memberikan manfaat bagi sekitarnya, sebagaimana seorang muslim yang mengamalkan ilmu yang telah dia pelajari. Ilmu bukan sekadar untuk diketahui atau disampaikan kepada orang lain, tetapi harus melahirkan amal nyata dalam kehidupan sehari-hari. Karena itulah para ulama mengingatkan bahwa ilmu tanpa amal bagaikan pohon yang tidak berbuah, tidak memberi manfaat bagi diri sendiri maupun orang lain.

الحمدُ للهِ الَّذِي أَنْزَلَ الْكِتَابَ هُدًى لِلْمُتَّقِينَ، وَجَعَلَ الْعِلْمَ نُورًا لِلسَّالِكِينَ، وَرَفَعَ أَهْلَهُ دَرَجَاتٍ فِي الدُّنْيَا وَالدِّينِ، نَحْمَدُهُ حَمْدَ الشَّاكِرِينَ، وَنَسْتَغْفِرُهُ اسْتِغْفَارَ الْمُقِرِّينَ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَلِيُّ الْمُؤْمِنِينَ، وَنَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ سَيِّدُ الْمُرْسَلِينَ، وَإِمَامُ الْمُتَّقِيْنَ، وَسَيِّدُ وَلَدِ آدَمَ أَجْمَعِيْنَ. صَلَّى اللهُ عَلَيهِ وَعَلى آله وأصْحابِهِ وَمن تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إلى يَومِ الدِّينِ.

أَمَّا بعدُ: فَيَا عِبَادَ اللهِ! اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُّسْلِمُونَ!

Ma’asyirol muslimin, rahimakumullah …

Marilah kita tingkatkan ketakwaan kepada Allah ‘azza wa jalla dengan sebaik-baik takwa, menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi larangan-larangan-Nya. Bersyukurlah hanya kepada Allah subhanahu wa ta’ala atas segala kenikmatan yang telah Dia berikan kepada kita, dan ber-istighfar-lah hanya kepada-Nya atas segala dosa yang sering kali kita lakukan di setiap harinya.

Shalawat beserta salam, semoga senantiasa tercurahlimpahkan kepada Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, beserta keluarganya, para sahabatnya dan umatnya yang senantiasa mengikuti sunnah-sunnah beliau hingga hari Akhir nanti.

Jemaah salat Jum’at yang kami hormati …

Pada umumnya, kita semua sepakat bahwa pohon yang berbuah jauh lebih bermanfaat daripada pohon yang tidak berbuah. Kita akan merasa senang jika pohon-pohon yang kita tanam membuahkan hasil yang kita inginkan, sehingga kita bisa menikmati kelezatan buah dari pohon tersebut, atau menjajakannya di pasar-pasar terdekat.

Demikianlah perumpamaan orang berilmu yang mengamalkan ilmunya dengan yang tidak. Seorang hamba yang sudah mengetahui bahwa salat lima waktu adalah kewajiban lalu menunaikannya, maka dia bagaikan pohon yang berbuah. Dan sebaliknya, seorang hamba yang sudah mengetahui bahwa salat lima waktu adalah kewajiban namun masih tetap meninggalkannya, maka dia bagaikan pohon yang tak berbuah.

Seorang hamba yang sudah mengetahui bahwa judi online maupun offline adalah sesuatu yang diharamkan lalu menjauhinya, maka dia bagaikan pohon yang berbuah. Dan sebaliknya, seorang hamba yang sudah mengetahui bahwa perbuatan judi adalah sesuatu yang haram namun kok masih tetap melakukannya, maka dia bagaikan pohon yang tidak berbuah.

Salah seorang ulama yang bernama Abdullah bin al-Mu’taz pernah mengatakan,

عِلْمٌ بِلَا عَمَلٍ كَشَجَرَةٍ بِلَا ثَمَرَةٍ.

“Ilmu yang tidak diamalkan, bagaikan pohon yang tidak berbuah.”[1]

Jemaah rahimani wa rahimakumullah …

Sekurang-kurangnya ada tiga alasan mengapa kita harus mengamalkan ilmu yang telah kita miliki:

1. Agar bisa mempertanggungjawabkannya di akhirat nanti

Kelak di hari Kiamat, setiap dari kita akan dimintai pertanggungjawaban atas ilmu yang telah kita miliki. Apakah diamalkan, ataukah tidak?! Dalam sebuah hadis disebutkan bahwa Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,

لَا تَزُولُ قَدَمَا عَبْدٍ يَومَ القِيَامَةِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ أَرْبَعٍ: …

“Di hari Kiamat nanti, kaki seorang hamba tidaklah akan bisa bergeser (tidaklah akan bisa melanjutkan ke proses berikutnya), sampai dia ditanya terlebih dahulu mengenai empat hal…”

Di antaranya ialah:

عَنْ عِلْمِهِ مَاذَا عَمِلَ بِهِ.

“Tentang ilmunya, untuk apa ia amalkan.” (HR. At-Tirmidzi, no. 2417, dan beliau menilai hadis ini hasan).

2. Supaya tidak diancam dengan api neraka

Orang yang telah mengetahui sesuatu yang haram, kemudian dia menyampaikan kepada manusia untuk tidak melakukannya, namun kok sendirinya melakukan, maka ia akan diancam masuk ke dalam neraka dalam keadaan ususnya terurai.

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,

يُجَاءُ بِرَجُلٍ يَومَ القِيَامَةِ فَيُلْقَى فِي النَّارِ فَتَنْدَلِقَ أَقْتَابُهُ -أَي: تَخْرُجُ أَمْعَاؤُهُ- وَيَدُورُ بِهَا كَمَا يَدُورُ الْحِمَارُ بِالرَّحَى. فَيَأْتِيهِ أَهْلُ النَّارِ وَيَقُولُونَ: أَيْ فُلَانٌ، مَا شَأْنُكَ، أَتَأْمُرُنَا بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَانَا عَنِ الْمُنْكَرِ؟!

“Kelak pada hari Kiamat, akan didatangkan seseorang, lalu ia dilemparkan ke dalam neraka. (Perutnya pecah sampai) usus-ususnya terburai dan menggelantung keluar, kemudian ia berputar-putar di dalam neraka sebagaimana keledai berputar di penggilingannya. Melihat itu, para penghuni neraka mendekatinya seraya bertanya keheranan, ‘Wahai fulan, bukankah dahulu engkau yang menyuruh kami untuk berbuat baik dan melarang kami untuk melakukan keburukan? (Mengapa engkau sekarang berada di neraka bersama kami?!)’”

Orang itu pun menjawab,

بَلَى، كُنْتُ آمُرُكُمْ بِالْمَعْرُوفِ وَلَا آتِيهِ، وَأَنْهَاكُمْ عَنِ الْمُنْكَرِ وَآتِيهِ.

“Iya, hal ini dikarenakan dahulu aku memerintahkan kalian untuk melakukan kebaikan, namun aku sendiri tidak melakukannya, dan aku melarang kalian untuk menjauhi keburukan, namun aku sendiri mengerjakannya (sehingga, aku pun dijebloskan ke dalam neraka).” (HR. Al-Bukhari, no. 3267 dan Muslim, no. 2989).

3. Agar masuk ke dalam surga

Mengamalkan ilmu merupakan salah satu sebab dimasukkannya seorang ke dalam surga. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

﴿ مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِّنْ ذَكَرٍ اَوْ اُنْثٰى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّه حَيٰوةً طَيِّبَةًۚ وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ اَجْرَهُمْ بِاَحْسَنِ مَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ ۝٩٧ ﴾

“Barang siapa yang mengerjakan amal saleh, baik itu laki-laki yang beriman maupun perempuan yang beriman, maka akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik, dan akan Kami balas mereka dengan balasan yang jauh lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan (yaitu surga).” (QS. An-Nahl: 97).

نَفَعَنِيَ اللهُ وَإِيَّاكُمْ بِالقُرْآنِ العَظِيْمِ، وَبِهَدْيِ سَيِّدِ الْمُرْسَلِيْنَ، أَقُولُ قَولِ هَذا وأستغفِرُ اللهَ لِي وَلَكُم وَلِجَمِيعِ الْمُسلِمِين، فَاسْتَغْفِرُوه، إِنَّهُ هُو الغَفُورُ الرَّحِيْمُ.

Khotbah kedua

Alhamdulillah wash sholatu was salamu’ala rasulillah …

Jemaah salat Jum’at rahimakumullah …

Jadilah pohon yang berbuah, sehingga manfaatnya bisa dirasakan oleh banyak orang. Jangan sampai kita menjadi orang yang memiliki banyak ilmu, namun itu hanya dijadikan sebagai wawasan. Jangan sampai pula kita menjadi orang yang gemar memberikan nasihat kepada orang lain, namun lalai dengan diri sendiri. Padahal, diri kitalah yang jauh lebih membutuhkan nasihat. Diri kitalah yang jauh lebih berhak untuk mengamalkan apa yang kita sampaikan.

Semoga Allah subhanahu wa ta’ala senantiasa membimbing kita untuk berada di atas jalan kebenaran, dan memudahkan kita untuk mengamalkan ilmu yang telah didapatkan, allaahumma aamiin.

هَذَا وَصَلُّوا وَسَلِّمُوا رَحمكم الله عَلى مَن بَعَثَهُ اللهُ رَحْمَةً لِلْعَالَمِيْنَ، كَمَا أَمَرَكُمْ بِذَلِكَ الأَوَّلِيْنَ وَالآخِرِيْنَ، فقال سبحانه وتعالى: إِنَّ اللهَ وَمَلَآئِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ. يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ ءَامَنُوا صَلُّوا عَلَيهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا.

اللهم صل على محمد وعلى آل محمد كما صليت على إبراهيم وعلى آل إبراهيم إنك حميد مجيد. وبارك على محمد وعلى آل محمد كما باركت على إبراهيم وعلى آل إبراهيم إنك حميد مجيد. اللهم اغفر للمؤمنين والمؤمنات الأحياء منهم والأموات، إنّك قريب سميع مجيبُ الدعوات، يا ربَّ العالمين. اللهم إنَّا نسألك علمًا نافعا ورزقًا طيبًا وعملًا متقبَّلًا. ربنا ظلمنا أنفسنا وإن لم تغفر لنا وترحمنا لنكوننَّ مِنَ الخاسرين. ربنا لا تُزِغْ قلوبنا بعد إذ هَدَيتَنَا وهب لنا مِن لّدُنْكَ رَحمةً إنَّكَ أَنْتَ الوهَّاب. ربنا آتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار. وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وأصحابه ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدِّين. وآخر دعونا أن الحمد لله ربِّ العالمين.

Ditulis oleh:
Abu Yusuf Wisnu Prasetya, S.H

[1] Fadhl ‘Ilm as-Salaf, hal. 37, Tsamarah al-‘Ilm al-‘Amal, hal. 44.

Related Posts

  • All Post
  • Doa-Doa
  • Kajian Islam
  • Khotbah Jumat
  • Muamala
  • Tanya Ulama
    •   Back
    • Akhlak
    • Fiqih
    • Hadis
    • Sirah Sahabat
    • Tafsir
    • Umum
    •   Back
    • Allah
    • Malaikat
    • Kitab
    • Rasul
    • Hari kiamat
    • Takdir
    •   Back
    • Sholat
    • Zakat
    • Puasa
    • Haji (Umrah)
    •   Back
    • Rukun Islam
    • Rukun Iman
    • Umum
    • Sholat
    • Zakat
    • Puasa
    • Haji (Umrah)
    • Allah
    • Malaikat
    • Kitab
    • Rasul
    • Hari kiamat
    • Takdir
ILMU

May 22, 2026/

JAKARTA – Seorang hamba yang menempuh perjalanan hijrah wajib baginya untuk berilmu. Modal semangat saja tidak...

MALAM SERIBU BULAN KABAR GEMBIRA DI AKHIR KEHIDUPAN WARISAN YANG HAMPIR DILUPAKAN PENDEK ANGAN-ANGAN

May 22, 2026/

JAKARTA – Pendek angan-angan merupakan salah satu sikap penting yang harus dimiliki seorang muslim agar hatinya...

Edit Template

Yuk Subscribe Kajian Sunnah

You have been successfully Subscribed! Ops! Something went wrong, please try again.

Popular Posts

No Posts Found!

Trending Posts

No Posts Found!

© 2024 Kajiansunnah.co.id