JAKARTA – Sebelum salat berjemaah dimulai, imam biasanya mengingatkan para jemaah untuk merapikan dan meluruskan shaf. Namun, apakah ucapan “istaqīmū” yang sering disampaikan sebagian imam memiliki dasar dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam? Berikut penjelasan Syekh Ibnu al-‘Utsaimin rahimahullah mengenai hal tersebut.
Syekh Ibnu al-‘Utsaimin rahimahullah pernah menyampaikan,
“Disyariatkan bagi seorang imam untuk mengingatkan para jemaah ketika mereka sudah membentuk shaf-shaf yang rapi seraya mengucapkan, ‘Istawū (luruskanlah shaf kalian), i’tadilū (tegakkanlah saf kalian).’
Adapun ucapan sebagian imam, ‘Istaqīmū’, maka hal ini tidak ada dasarnya dan tidak pernah diriwayatkan dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Saya (Ibnu al-‘Utsaimin) telah mencarinya dan meminta beberapa rekan untuk ikut mencarinya, namun mereka tidak menemukan dalilnya sama sekali dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa beliau mengucapkan ‘istaqīmū’ sebagai pengganti ucapan ‘aqīmū ṣufūfakum!’.
Lagipula tidak ada alasan tepat untuk mengucapkan Istaqīmū; sebab kata Istaqīmū itu maknanya adalah ‘istiqamahlah kalian di atas agama Allah’, dan ini bukan tempatnya untuk diucapkan saat itu. Momen ini adalah momen untuk memerintahkan jamaah meluruskan shaf dalam salat. Maka yang disyariatkan adalah mengucapkan, ‘Aqīmū ṣufūfakum (luruskan shaf kalian), Sawwū ṣufūfakum (ratakan shaf kalian), atau ucapan sejenisnya.”
Sumber:
- Silsilah Liqa’at al-Bab al-Maftuh (7/46)
- Majmu’ Fatawa wa Rasail Fadhilatusy Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin (16/357)
- Rof’ul Jahl fii Bayaan maa Laisa lahul Ashl, karya Dr. Ibrahim bin Fahd al-Hawwas, hal. 18-19.
Alih Bahasa:
Abu Yusuf Wisnu Prasetya, S.H.



