JAKARTA – Di antara hal yang sudah seharusnya kita jauhi dalam kehidupan ini, ialah perbuatan zina. Mengapa demikian? Sekurang-kurangnya ada tiga alasan mengapa kita harus menjauhi perbuatan zina, yaitu:
- Perintah Allah subhanahu wa ta’ala.
- Zina perbuatan yang sangat tercela.
Dua poin di atas terkumpul dalam firman Allah ‘azza wa jalla yang berbunti,
﴿ وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنٰىٓ اِنَّهٗ كَانَ فَاحِشَةًۗ وَسَاۤءَ سَبِيْلًا ٣٢ ﴾
“Janganlah kalian mendekati zina, sesungguhnya ia adalah perbuatan yang fahisyah dan jalan terburuk.”[1]
Pada ayat di atas Allah memerintahkan kita untuk mendekati perbuatan zina. Jika mendekatinya saja tidak diperbolehkan, apalagi melakukannya, jauh lebih terlarang.
Pada ayat di atas juga terdapat bukti bahwa zina adalah perbuatan yang sangat tercela, yaitu ketika Allah mensifati zina dengan: (1) perbuatan yang sangat keji, (2) dan seburuk-buruknya jalan.
Para ulama kita menjelaskan, di antaranya Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyyah rahimahullah, beliau mengatakan, “Allah menyebutkan bahwa zina adalah perbuatan yang sangat keji, karena ia merupakan perbuatan yang sangat buruk lagi tercela. Saking tercelanya perbuatan ini, sampai-sampai keburukannya sangat mudah dipahami oleh akal manusia, bahkan sampai hewan sekalipun.
Disebutkan dalam sebuah riwayat, dari Hushain bin Abdirrahman as-Sulami radhiyallahu ‘anhu, bahwa Amr bin Maimun menceritakan,
رَأَيْتُ في الجاهِلِيَّةِ قِرْدَةً اجْتَمع عَلَيْها قِرَدَةٌ، قدْ زَنَتْ، فَرَجَمُوها، فَرَجَمْتُها معهُمْ.
“Aku pernah melihat pada masa Jahiliyah seekor kera betina dikerumuni oleh kera-kera lainnya. Kera betina itu telah berzina, lalu mereka (kera-kera itu) melemparinya dengan batu (merajamnya), maka aku pun ikut melemparinya bersama mereka.’”[2]
3. Perbuatan Zina Memiliki dampak buruk di dunia maupun di akherat
Alasan yang berikutnya, mengapa kita harus menjauhi perbuatan zina, ialah karena zina memiliki dampak buruk di dunia maupun di akherat.
Di antara dampak buruk tersebut ialah:
- a. Mendatangkan murka Allah ta’ala.
- b. Terancam mendapatkan siksaan pedih di akherat.
- c. Hilangnya cahaya keimanan pada jiwa.
- d. Merusak nasab.
- e. Menyebabkan datangnya bencana alam.
- f. Menghilangkan rasa malu dan merusak moral.
- g. Penyebab doa sulit dikabulkan.
- h. Sulit fokus dalam menyelesaikan urusan.
- i. Tidak bergairah untuk beribadah.
Semoga yang sedikit ini bermanfaat. Wallaahu a’lam bish showwaab.
Ditulis oleh:
Abu Yusuf Wisnu Prasetya, S.H.
[1] QS. Al-Isra’: 32.
[2] HR. Al-Bukhari, no. 3849.


