JAKARTA – Tanggung jawab orang tua merupakan amanah besar yang diberikan oleh Allah kepada setiap ayah dan ibu dalam menjaga, mendidik, dan mengarahkan anak-anaknya agar tetap berada di atas jalan yang benar. Di tengah berbagai fitnah zaman, tanggung jawab orang tua menjadi semakin berat karena mereka dituntut untuk tidak hanya memenuhi kebutuhan dunia, tetapi juga memastikan keselamatan agama anak-anaknya.
Pendahuluan
الحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله، وعلى آله وصحبه ومن والاه، أما بعد:
Tidak ada musibah yang lebih besar daripada musibah dalam agama. Kita memohon kepada Allah keselamatan darinya. Dan tidak ada sesuatu yang lebih berharga bagi seseorang setelah dirinya selain anaknya. Mereka adalah sumber kebahagiaan hati dan penyejuk mata.
Allah Ta’ala berfirman:
﴿ وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا ﴾
“Dan orang-orang yang berkata: ‘Wahai Rabb kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan dan keturunan kami sebagai penyejuk mata, dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.’”
(QS. Al-Furqan: 74)
Namun, hati tidak akan benar-benar bahagia dan mata tidak akan sejuk kecuali dengan keturunan yang shalih, yang taat kepada Allah.
Makna Anak Shalih Menurut Ulama
Al-Hasan Al-Bashri رحمه الله berkata:
“هي والله أن يُري اللهُ العبدَ من زوجته، ومن أخيه، ومن حميمه طاعةَ الله، لا والله ما شيء أحب من أن يرى ولدا أو والدا أو حميما أو أخا مطيعا لله عز وجل.”
“Demi Allah, (penyejuk mata itu) adalah ketika Allah memperlihatkan kepada seorang hamba dari istrinya, saudaranya, dan orang yang dicintainya ketaatan kepada Allah. Demi Allah, tidak ada sesuatu yang lebih dicintai daripada melihat anak, orang tua, kerabat, atau saudara yang taat kepada Allah عز وجل.” (Tuhfatul Maulud Bi Ahkami Maulud Hal 424)
Tanggung Jawab Orang Tua dalam Pendidikan Anak
Salah satu tanggung jawab terbesar orang tua adalah menjaga dan mendidik anak agar taat kepada Allah dan menjauh dari maksiat.
Allah Ta’ala berfirman:
﴿ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا ﴾
“Wahai orang-orang yang beriman, jagalah diri kalian dan keluarga kalian dari api neraka.”
(QS. At-Tahrim: 6)
Para ulama salaf menafsirkan ayat ini:
- Mujahid رحمه الله berkata:
“أوصوا أهليكم بتقوى الله وأدّبوهم”
“Wasiatkan kepada keluarga kalian untuk bertakwa kepada Allah dan didiklah mereka.” - Qatadah رحمه الله berkata:
“مروهم بطاعة الله وانهَوهم عن معصيته”
“Perintahkan mereka untuk taat kepada Allah dan larang mereka dari maksiat.”
(Tafsir At Tabari 28/165)
Hadits Tentang Tanggung Jawab Orang Tua Soal Kepemimpinan
Dari Abdullah bin Umar رضي الله عنهما, Rasulullah ﷺ bersabda:
“كلكم راعٍ وكلكم مسؤول عن رعيته…”
“Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya…”
(HR. Al-Bukhari no. 2554, Muslim no. 1829)
Dalam lanjutan hadits:
“والرجل راعٍ على أهل بيته وهو مسؤول عنهم، والمرأة راعية على بيت بعلها وولدِه وهي مسؤولة عنهم”
“Seorang laki-laki adalah pemimpin bagi keluarganya dan ia akan dimintai pertanggungjawaban atas mereka. Seorang wanita adalah pemimpin di rumah suaminya dan anaknya, dan ia juga akan dimintai pertanggungjawaban.”
Batas Tanggung Jawab Orang Tua
Jika orang tua telah melaksanakan kewajiban mendidik anak dengan benar, maka mereka tidak berdosa atas penyimpangan anaknya.
Allah Ta’ala berfirman:
﴿ وَلَا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِزْرَ أُخْرَى ﴾
“Seseorang tidak akan memikul dosa orang lain.”
(QS. Al-An’am: 164)
Kaidah Penting dalam Menghadapi Fitnah
- Jika tidak bisa meraih kebaikan secara sempurna, maka ambillah semampunya.
- Jika tidak bisa menolak keburukan seluruhnya, maka tolak semampunya.
Ini termasuk kaidah:
“ما لا يُدرك كله لا يُترك كله”
“Apa yang tidak bisa diraih seluruhnya, jangan ditinggalkan seluruhnya.”
Penutup
Menjaga agama anak adalah amanah besar yang akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah.
Maka hendaknya orang tua:
- Bersungguh-sungguh dalam tarbiyah
- Memilih lingkungan terbaik
- Mengorbankan dunia demi keselamatan akhirat
Semoga Allah memberikan taufik kepada kita semua untuk menjaga diri dan keluarga dari api neraka.
والله أعلم، وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه وسلم
Sumber: https://islamqa.info/ar/answers/52893/ابنها-يقع-في-الفاحشة-،-فهل-تحاسب-على-افعاله
Oleh: Abu Utsman Surya Huda Aprila


